Daihatsu Hijet 1000 S65

Daihatsu Hijet 1000 S65

Daihatsu Hijet 1000 adalah sebuah pick up yang diperkenalkan oleh Daihatsu pada tahun 1980 untuk menggantikan Daihatsu Hijet 55 yang masih menggunakan mesin 550cc. Daihatsu Hijet 1000 ini menggunakan mesin 3 silinder 1000cc yang sama dengan yang digunakan oleh Daihatsu Charade. Perbedaannya jika Daihatsu Charade menggunakan gerak roda depan, maka pada Daihatsu Hijet ini menggunakan gerak roda belakang karena fungsi utamanya yang sebagai mobil barang.



Daihatsu Hijet ini disebut sebut sebagai mobil rakitan Indonesia yang pertama. Hal ini karena pada mobil lain, mobil sudah siap pakai lalu dikirin ke Indonesia atau biasa disebut sebagai CBU. Sedangkan Hijet ini didatangkan dari pelabuhan Kobe di Jepang dalam bentuk part atau CKD untuk kemudian dirakit ke Indonesia. Sesampainya diIndonesia, mobil ini kemudian dirakit oleh PT. Gaya Motor agar menjadi sebuah mobil yang utuh.

Mobil ini dibekali dengan mesin Daihatsu CB series dengan 3 silinder 993cc yang sama dengan yang digunakan pada Daihatsu Charade. Mesin yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 47 bhp pada 5600 rpm ini dikenal handal di tanjakan dan bahkan pada tahun 1987 ketika Hijet 1000 sudah tidak diproduksi lagi dan digantikan oleh Daihatsu Zebra, mesin ini masih digunakan oleh Mitsubishi Jet Star.  Selain itu Daihatsu Hijet 1000 juga dibekali suspensi depan McPherson strut dan suspensi belakang kombinasi per daun dengan sokbreker teleskop.

Awalnya mobil ini hanya diedarkan dalam bentuk Pick up. Namun karena adanya permintaan, maka dibuatlah versi minibus dengan menggandeng perusahaan karoseri lokal. Beberapa karoseri lokal yang ditunjuk untuk membuat Hijet minibus ini antara lain karoseri  New armada, gajahmada, abc, laksana, tugas kita, adi putro dan yang lainnya. Tiap karoseri mempunyai model berbeda-beda dan fitur yang berbeda tentunya. Selain minibus, Hijet ini juga tersedia dalam bentuk double cabin. Hanya saja jumlahnya sangat terbatas. Namun sekarang ini banyak yang memodifikasi Hijet minibusnya menjadi Double cabin dengan cara memotong body belakang.

Di Jepang, Daihatsu Hijet ini dikenal sebagai kei car. Regulasi Kei car ini bisa dibilang mirip dengan aturan LCGC (low Cost Green Car) di Indonesia. Perbedaannya di Jepang kapasitas maksimal mesin yang digunakan pada saat itu adalah 550cc. Karenanya Hijet di Jepang masih menggunakan mesin 550cc yang sama dengan yang dipakai Hijet 55. Perbedaan lainnya Hijet di Jepang tersedia versi 4WD dan versi minibus dari pabrikan yang disebut sebagai Hijet Atrai.

Sekitar tahun 1983, terdapat varian Daihatsu Hijet 1000 dengan bentuk yang menyerupai Daihatsu Hijet 55 wide. Bentuk lampu depan, grill dan sebagainya sepintas mirip dengan Daihatsu Hijet 55 yang sedikit diperbesar. Varian Hijet ini merupakan peralihan dari Hijet 55 ke Hijet 1000. Daihatsu Hijet ini diberi julukan sebagai Hijet peralihan dan Hijet Bagong di beberapa daerah. Untuk mesinnya, Hijet Bagong memakai mesin yang sama persis dengan Daihatsu Hijet 1000 berkode CB20 OHC berkapasitas 993cc.

Hijet 1000 Peralihan Hijet 55

Kelebihan Daihatsu Hijet 1000 adalah mesin 3 silindernya tangguh dan terkenal handal di tanjakan. Melewati jalur pegunungan seperti Merapi Merbabu bisa dilalui menggunakan gigi 3 dan 2 saja. Mesin 3 silinder memang terkenal akan torsinya yang lebih besar dan bisa dicapai pada putaran mesin yang lebih rendah dibanding mesin 4 silinder. Masalah handling mobil ini juga lumayan baik. Buktinya pada era 80an mobil ini sering dipakai slalom dan keluar menjadi juara. Urusan sparepart juga tidak perlu khawatir karena part mobil ini masih mudah dijumpai di toko onderdil dan harganya pun bersahabat.

Kelemahan Daihatsu Hijet 1000 dengan kode S65 ini adalah mesin sering mati bila hujan dan melewati genangan air. Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi kalau dek penutup delconya masih ada dan seal pada delconya masih normal. Memang ini kelemahan hijet atau zebra yang posisi delconya disamping, sehingga kalau penutup delconya sudah hilang dan sewaktu melewati genangan air hujan maka airnya akan menyiprat ke delco sehingga aliran listrik dari delco ke busi akan tersendat dan akhirnya mati. Solusinya buatkan penutup delco agar tidak terkena air. Cara paling simple yang biasa dipakai sopir angkot adalah menutupnya dengan kantong kresek. Selain itu perhatikan karat yang menyerang terutama untuk Hijet minibus. Terakhir karena mobil ini terlahir sebagai workhorse di era 80an tentunya kondisinya sudah tidak sebaik pada saat awal kemunculannya.

Spesifikasi Daihatsu Hijet 1000 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Daihatsu Hijet 1000 S65
Jenis Pick Up / Minibus (Karoseri)
Tipe S65
Mesin CB20 OHC 993cc
Bore X Stroke 76 X 73 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 1,820 mm
Panjang 3,195 mm
Lebar 1,395 mm
Tinggi 1,660 mm

1 Response to "Daihatsu Hijet 1000 S65"