Volkswagen Beetle Type 1 (VW Kodok)

VW kodok

Volkswagen Beetle atau Volkswagen Tipe 1, adalah sebuah mobil kecil yang diproduksi oleh Volkswagen dan diprakarsai oleh penguasa Jerman pada saat itu, Adolf Hittler. Mobil ini dikenal dengan julukan VW Kodok di Indonesia, Bug di Amerika dan Käfer diJerman. VW Kodok merupakan salah satu mobil yang paling mudah dikenal di dunia karena bentuknya yang khas. VW Kodok diproduksi mulai tahun 1938 sampai  2003 dan sempat terhenti oleh Perang Dunia II. Terdapat lebih dari 21 juta VW Kodok dibuat didunia. Dalam sebuah polling internasional untuk penghargaan mobil yang paling berpengaruh di dunia VW Kodok menempati peringkat keempat setelah Ford Model T, Mini Cooper dan Citroën DS.

Mobil ini masuk ke Indonesia sejak sekitar akhir tahun 1940an. Volkswagen Beetle alias VW Kodok versi terakhir yang ada di Indonesia hanya sampai 1976. Berbeda jauh dengan Volkswagen Beetle yang ada di Mexico yang sampai tahun 2003. Walaupun bentuknya nyaris sama dari awal sampai akhir produksi, namun ternyata tiap tahunnya terdapat perbedaan antar VW Kodok. Semua VW Kodok di Indonesia bentuknya nyaris sama dengan mesin pendingin udara di belakang, muat lima penumpang dan hanya punya 2 pintu.

Versi awal dari VW Kodok ini bisa dilihat dari ciri khasnya berupa kaca belakang model split window atau terbelah jadi dua. Tahun 1951 detilnya sedikit berbeda dengan 1949. Model ini hanya memiliki 1 buah spion disebelah kanan. Bagian lampu belakang hanya berupa lampu stop dan ukurannya juga tergolong kecil. Untuk lampu sein digunakan model semafor (semaphore sign) atau flip up di bagian belakang pintu. Model split window ini hanya ada sampai tahun 1953 sedangkan untuk lampu sein model flip up hanya ada sampai tahun 1959 saja.

Versi 1954 sampai 1959, kaca belakang tidak lagi terpisah, tapi masih berbentuk oval. Versi tahun 1960 sampai tahun 1969, kaca belakang bentuknya melebar dan lampu sein sudah berada dibelakang bersama lampu stop. Tahun 1966 mesin 1100cc yang hanya menghasilkan tenaga sebesar 30hp pada 3300rpm dan torsi 68Nm pada 2000rpm diganti dengan mesin 1200cc yang lebih bertenaga dengan output sekitar 40hp dengan rasio kompresi 7:1. Pada era 60an ini mulai masuk beberapa tipe VW Kodok seperti 1200, 1300, 1302, 1303, 1302LS, 1500, Super beetle, dll.

Versi 1302 masuk di Indonesia antara tahun 1970 sampai dengan 1976. Versi 1302 ini masih menggunakan mesin four horizontally opposed pendingin udara. Hanya saja kali ini kapasitas mesinnya sudah mencapai 1300cc. Versi 1303 pertama kali masuk tahun 1973 dengan mesin yang masih sama, 1300cc. Tipe ini bisa dikenali dari lampu belakang dan interiornya berbeda (lebih mewah) dengan versi 1302. Setahu saya, VW Kodok tipe 1303 itu mamakai kaca melengkung, 1302 memakai kaca rata, keduanya disebut juga sebagai superbeetle. Terdapat juga versi 1600 dengan mesin 1600cc. Karena versi 1600cc ini termasuk versi sport, maka tak heran kalau sudah memakai rem cakram. 


Semua VW Kodok di dunia memakai mesin bensin horizontally opposed 4 silinder dengan pendingin udara. Mesin ini terdapat beragam variasinya mulai dari kapasitas mesin 1000cc sampai 2000cc yang terpasang pada VW Kombi. Walaupun terkesan sangat inferior dan sangat sederhana, berkat mesin pendingin udara inilah pasukan Nazi Jerman bisa memenangkan pertarungan di Afrika dan Eropa selama Perang Dunia ke 2. Selain digunakan pada VW Kodok, mesin ini juga sempat digunakan pada pesawat terbang.

Kelemahan mesin VW Kodok ini adalah rentan terbakar. Ada beberapa hal yang menyebabkan mesin VW ini mudah terbakar, mulai dari kondisi mesin yang panas atau over heat, juga posisi sumber pembangkit listrik atau delco yang juga di sebutnya distributor serta altenator yang berdekatan dengan peralatan pemompa bahan bakar atau membran yang berada di bawah Karburator. Penyebab lain bisa juga kondisi selang-selang yang sudah rapuh serta lepasnya soket kabel listrik yang terlepas karena tidak terbungkus dan mengenai tetesan bahan bakar.

Untuk perawatan, biaya, bengkel dan ketersediaan spare part nya, kalau sudah direbuilt total, VW ini bandel mesinnya dan simpel pemeliharanya. Urusan biaya, untuk mobil sekelas Beetle alias VW Kodok ini relatif. Karena mobil ini sudah masuk ke kategori mobil hobi, tidak ada batasan untuk biayanya. Urusan bengkel di kota kota besar di Jawa terdapat banyak bengkel spesialis VW. Urusan spare parts mesin mungkin masih mudah. Lain cerita untuk spare parts bodi dan interior yang sudah mulai sulit. Untuk bagian bodi (rangka) dan kaki kaki serta elektrikal mobil ini tidak terlalu bermasalah.

Untuk mendapatkan VW Kodok dengan kondisi layak jalan (surat-surat hidup, mesin sehat, body tidak keropos, interior tidak berantakan) dibutuhkan biaya sekitar 50 juta sudah dapet Beetle 1303 kondisi layak jalan. Volkswagen Beetle ini harganya sangat gelap. Dengan uang 30 juta ada, yang harganya nyaris 300 juta pun ada. Mobil ini kurang layak dipakai untuk pemula yang menginginkan mobil pertamanya kecuali punya maximum effort untuk biaya, tenaga, waktu, emosi, passion, dedikasi. Banyak kejadian orang yang melihara mobil berkategori hobi sebagai mobil pertamanya lalu putus asa dan rontok di tengah jalan. Ujung2nya trauma, kapok, dan sinis terhadap mobil klasik. Tapi andai kata berhasil merestorasi VW Kodok ini menjadi seperti originalnya, orang akan sangat salut dengan semua pencapaian yang diberikan untuk salah satu mobil klasik legendaris ini.

Spesifikasi Volkswagen Beetle Type 1 (VW Kodok) ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Volkswagen Beetle Type 1 (VW Kodok)
Jenis Sedan
Tipe Typ 1
Mesin Volkswagen 1100 engine 1131cc
Volkswagen 1200 engine 1192cc
Volkswagen 1300 engine 1285cc
Volkswagen 1600 engine 1592cc
Bore X Stroke 75.0 X 64.0 mm (1100)
77.0 X 64.0 mm (1200)
77.0 X 69.0 mm (1300)
85.5 X 69.0 mm (1600)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.400 mm
Panjang 4.079 mm
Lebar 1.539 mm
Tinggi 1.500 mm

0 Response to "Volkswagen Beetle Type 1 (VW Kodok)"

Post a Comment