Suzuki Amenity dan Suzuki Eleny SF313

Suzuki Amenity dan Suzuki Eleny SF313 2 pintu

Suzuki Amenity adalah hatchback kecil yang diproduksi antara tahun 1990 sampai 1992. Masih dengan bodi yang sama, versi facelift mobil ini dikenal dengan nama Suzuki Eleny yang muncul antara pertengahan tahun 1992 sampai tahun 1994. Di luar sana mobil ini dikenal dengan nama Suzuki Cultus yang berasal dari bahasa latin yang artinya nyaman. Selain dijual dengan nama Suzuki, mobil ini juga dijual dengan merk Subaru Justify (Jepang), Changan Lingyang (Tiongkok), sampai Maruti Margalla (Pakistan). Karena pada saat itu Suzuki bekerja sama dengan General Motor, mobil ini juga dijual oleh beberapa merk dibawah General Motor seperti Holden Barina, Chevrolet Sprint, Geo Metro dan Pontiac Firefly.


Versi Indonesia hanya mendapat jatah 1 pilihan mesin yaitu Suzuki G13A. Mesin non interference ini masih memakai teknologi SOHC 8 valve dan memiliki kapasitas 1300cc. Untuk urusan pengabutan bahan bakar masih digunakan sebuah karburator dan pengapiannya sudah memakai CDI. Selain G13A ini, sebenarnya ada varian mesin Suzuki G13B yang sudah DOHC 16 valve dan injeksi. Sayangnya versi mesin yang lebih bertenaga ini hanya masuk sedikit ke Indonesia karena hanya digunakan untuk keperluan balap reli.

Bentuk bodi mobil ini mengalami perubahan yang sangat drastis dibanding Suzuki Forsa yang menjadi pendahulunya. Jika Suzuki Forsa terlihat begitu kotak karena seluruh lekukan bodinya memiliki sudut tajam yang mengotak, maka Suzuki Amenity ini memiliki lekukan halus membulat. Dipadukan dengan ukurannya yang lumayan kecil membuat kesan feminin terlihat jelas pada mobil ini. Bagian depan mobil ini terkesan tak mudah lekang oleh waktu. Ini terbukti dari tidak adanya perubahan berarti pada bagian depan mobil ini walaupun mengalami facelift pada Suzuki Eleny dan Esteem. Mungkin karena desainnya yang cantik inilah di India mobil ini masih diproduksi sampai tahun 2007. Di Pakistan sana malah mobil ini masih diproduksi sejak tahun 2000 sampai sekarang dengan sedikit perubahan.

Walaupun untuk mesin hanya tersedia 1 pilihan saja, namun untuk bodi tersedia dalam beberapa pilihan mulai dari hatchback 3 pintu dan 5 pintu sampai versi sedan 4 pintu yang dinamakan Suzuki Esteem. Baik Suzuki Amenity dan Eleny terdapat varian 3 dan 5 pintunya. Perbedaan mendasar antara Suzuki Amenity dan Eleny bisa dilihat pada bagian eksterior bagian belakangnya. Suzuki Amenity memakai lampu belakang dengan model jaring kotak dan letak plat nomor berada di antara lampu mundur. Untuk Suzuki Eleny memakai lampu belakang memanjang lengkap dengan garnish di tengahnya seperti mobil era 90an pada umumnya. Pada bagian bumper belakang ada tempat peletakan plat nomor yang tidak tersedia pada Suzuki Amenity. Selain itu pada Suzuki Amenity masih memakai velg kaleng yang ditutupi oleh dop sementara Suzuki Eleny sudah memakai velg alloy palang 5 yang sama-sama berukuran 13 inch.

Fitur bawaan Suzuki Amenity terbilang lengkap dan canggih di masanya. Mobil ini sudah dilengkapi dengan electric  mirror, power window di semua pintu, dan blower AC yang komplit. Walau begitu, mobil ini belum dilengkapi dengan power steering dari pabriknya. Untungnya, berkat bodinya yang kecil dan wheelbase yang pendek serta berat kosong yang ringan membuat setir mobil ini masih lumayan ringan kala diajak bermanuver mencari tempat parkir. Khusus untuk varian 3 pintu, ada tambahan berupa jok depan yang sudah menganut model semi bucket seperti yang biasa ditemukan pada mobil sport. Selain jok semi bucket, ada juga tambahan berupa setir palang 3 yang lebih seporty, foglamp, side skirt dan spoiler. Sebagai ganti dari beberapa fitur pelengkap tadi, varian 3 pintu tidak memiliki power window walau harga barunya hampir sama. Mungkin ini dikarenakan dulunya varian 5 pintu sudah CKD Indonesia sementara varian 3 pintu masuk secara CBU.

Kelebihan Suzuki Amenity dan Eleny adalah desain timeless dan memiliki fitur yang lengkap dibanding pesaingnya. Harga bekasnya sendiri juga lebih murah untuk varian 5 pintu. Varian 3 pintu biasanya memiliki harga yang lebih tinggi karena populasinya yang lebih sedikit dan statusnya yang CBU. Mesin G13A ini lumayan irit bisa 1:13 lebih tergantung gaya mengemudi dan kondisi lalu lintas. Untuk masalah sparepart terutama mesinnya masih sangat gampang karena banyak persamaan dengan Suzuki Carry Futura 1300cc. Karena sama dengan kelas minibus angkot, harga part mesinnya juga seharusnya murah.


Kelemahan Suzuki Amenity dan Eleny adalah part bodi yang mulai langka dan sulit ditemukan. Untuk bagian depannya mungkin masih lumayan banyak karena mirip dengan Suzuki Esteem, namun untuk bagian belakang sudah mulai sulit dicari. Selain itu, dipasar mobil bekas mobil ini juga sudah mulai jarang dijumpai terlebih untuk varian 3 pintu. Dengan harga yang murah, desain yang cantik, serta mesin yang bandel, irit dan tangguh sepertinya membuat mobil ini cocok untuk dipelihara menjadi mobil pertama apalagi jika punya varian 3 pintunya.

Spesifikasi Suzuki Amenity dan Suzuki Eleny SF313 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Suzuki Amenity dan Suzuki Eleny SF313
Jenis Hatchback
Tipe SF313
Mesin G13A SOHC 1300cc
Bore X Stroke 74.0 X 77.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 5 Speed
Wheelbase 2.265 mm (3 pintu)
2.365 mm (5 pintu)
Panjang 3.745 mm (3 pintu)
3.845 mm (5 pintu)
Lebar 1.575 mm
Tinggi 1.350 mm (3 pintu)
1.380 mm (5 pintu)

4 Responses to "Suzuki Amenity dan Suzuki Eleny SF313"

  1. Kalau dibanding setara gak antara amenety dan mitsu dan gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo menurut saya sih nggak. dangan dibuat untuk mereka yang haus performa sementara amenity untuk yang mereka yang butuh transportasi dalam kota. toh dari bentuknya juga udah beda juga ukurannya (compact vs small sedan)

      Delete
  2. Munta pencerahan suhu buat mesin suzuki futura 1.3 kalo mau gandi head shlinder DOHC yang pas ga perlu merubah segala seauatunya harus pake sylinder head mobil apa master...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasanya lebih mudah ganti mesin semuanya... yakin deh nanti ada aja dudukan baut yang nggak pas atau lainnya. Belum lagi buat apa? mengubah head jadi DOHC bukan berarti tenaga mesin langsung naik sekian hp. tenaga/effisiensi yang dihasilkan tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan

      Delete