Toyota Land Cruiser Hardtop FJ40

Toyota Land Cruiser Hardtop FJ40

Bagi yang sering menonton sinetron era 90an dan awal 2000an, setiap kali bertemu orang yang mengendarai jip gagah bernama Toyota Land Cruiser atau yang lebih akrab disapa Toyota Hardtop ini pasti akan langsung terbayang penculik. Toyota Land Cruiser generasi ke 3 ini merupakan jip Toyota yang dirancang khusus untuk off road. Berbeda dengan generasi J50 keatas (kecuali J70) yang muncul setelahnya dan lebih diutamakan kenyamanannya. Di Indonesia walaupun bentuk bodinya pickup sampai soft top, orang akan tetap menjuluki mobil ini dengan sebutan Hardtop. Ini mungkin karena hanya versi hardtop 3 pintu yang terkenal dan diproduksi di Indonesia.


Pertama kali muncul pada tahun 1960 di Jepang dan masuk ke Indonesia tak lama setelah itu. Sampai saat ini harga mobil ini masih mahal karena sejak pertama kali muncul di Indonesia tahun 1960an, mobil ini masuk kedalam kategori mobil mewah karena besar kapasitas mesinnya dan sistem gerak 4wd yang dimilikinya. Produksi pertamanya dipakai oleh perwira tinggi TNI Angkatan Darat untuk kendaraan dinasnya sekitar tahun 1963. Produksi pertama ini lumayan langka karena populasinya yang tidak banyak saat itu. Baru pada produksi ke 2 yang muncul tahun 1975 populasi mobil ini menjadi lumayan banyak walau tidak sebanyak mobil lain karena harganya yang sangat mahal kala itu. Selain terkenal sebagai mobil culik, di era 80an mobil ini juga dikenal sebagai mobil petrus atau penembak misterius.

Dalam kode designasi Toyota, mobil ini memiliki kode J. Kode FJ40 berarti mobil ini adalah Toyota seri J (Land Cruiser) dengan mesin seri F generasi 4 dengan model bodi 0. Bicara model bodi, mobil ini memiliki banyak pilihan bodi dengan berbagai peruntukan. J40, J41 dan J42 merupakan model dengan sasis pendek dan memiliki bodi dengan 2 pintu baik hard top maupun soft top. Model J40 hard top inilah yang masuk ke Indonesia. J43, J44 dan J46 merupakan versi medium wheel base dengan pilihan softtop dan hardtop yang langka karena hanya dipasarkan untuk versi JDM sama. Terakhir, ada versi J45 dan J47 yang merupakan long wheel base dengan pilihan bodi 2 pintu hardtop, 3 pintu hardtop, 4 pintu station wagon dan pick up. Semua tipenya tersedia pilihan mesin bensin F series, serta diesel B series dan H series.

Pada awalnya Toyota Land Cruiser ini masuk ke Indonesia menggunakan mesin Toyota seri F bensin OHV 6 silinder segaris berkapasitas 3878cc. Urusan pasoken bensin ke ruang bakar mesin masih mengandalkan pengabut bahan bakar karburator single barrel. Sekitar 1975 Toyota mengganti mesin F nya dengan 2F yang masih bensin OHV 6 silinder segaris dengan kapasitas mesin 4230cc. Mesin 2F ini merupakan pengembangan mesin seri F sehingga banyak persamaan partnya walau beda kapasitas. Perbedaan antar keduanya selain kapasitas mesin ada pada penggunaan karburator 2 barrel pada mesin 2F. Selain itu mesin F masih meletakkan filter olinya terpisah dari blok mesin sementara mesin 2F filter olinya sudah seperti mobil jaman sekarang. Tansmisi yang digunakan manual 4 percepatan dengan sistem 4x4 parttime 4wd (pilihan 4×4 dengan manual/tuas).

Sebagai mobil yang dipersiapkan melalui segala medan termasuk lumpur di tengah pelosok hutan, hampir tidak ada fitur canggih yang terpasang pada Toyota Land Cruiser FJ40 ini. Semua peralatan masih serba manual tanpa peralatan elektik yang berpotensi menyusahkan apabila sedang melintasi pelosok hutan. Nilai jual utama yang juga menjadi kelebihan mobil ini adalah relibilitasnya baik bagian mesin maupun kaki-kakinya yang jarang dikeluhkan gampang rusak. Tenaga mesin besarnya sendiri juga sangat kuat. Bahkan sering Toyota FJ40 ini dipakai untuk menarik mobil lain yang terjebak lumpur dan masih gampang walau busi mati 2.

Walau sangat tangguh dan dapat diandalkan kala off road, namun mobil ini memiliki banyak kelemahan jika dipakai harian. Paling ketara, konsumsi bensin mobil ini terkenal sangat boros. Dalam mode 2WD yang beban mesinnya lebih ringan karena hanya menggerakkan 2 roda saja, angka 1:5 sudah terbilang sangat irit. Kaki kaki mobil ini juga keras karena masih memakai per daun yang didesain agar rigid tanpa mementingkan kenyamanan. Selain itu, urusan pengereman harus sedikit berhati-hati karena keempat rodanya masih memakai rem teromol yang daya pengeremannya sering melemah karena panas dan genangan air. Namun tentunya segala kelemahannya bisa terbayar dengan segala ketangguhan, image, aura dan nilai estetika mobil ini. Karena itu tidak heran kalau harga bekasnya mobil ini bisa mencapai 100 juta rupiah walau umurnya sudah lebih dari 40 tahun. Saking populernya, Toyota bahkan mengeluarkan varian FJ Cruiser yang merupakan reinkarnasi dari FJ40 dengan desain bodi yang terinspirasi FJ40 pada tahun 2006.

Spesifikasi Toyota Land Cruiser FJ40 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Toyota Land Cruiser FJ40
Jenis Jip
Tipe FJ40
Mesin F OHV 3878cc
2F OHV 4230cc
Bore X Stroke 90.0 X 102.0 mm (F)
94.0 X 102 mm (2F)
1Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.285 mm
Panjang 3.840,5 mm
Lebar 1.666,2 mm
Tinggi 2.000 mm

4 Responses to "Toyota Land Cruiser Hardtop FJ40"

  1. Harganya masih 150 jutaan bo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetangga pernah punya... nggak sampai seminggu parkir pinggir jalan ditempelin tulisan dijual eh laku 175 juta

      Delete
  2. Wah keren, kalau orang udah pake nih mobil berarti orang kaya,

    ReplyDelete