Jeep Mitsubishi J series

Mitsubishi Jeep Willys CJ3B

Jauh sebelum munculnya Mitsubishi Pajero, Mitsubishi sudah pernah membuat kendaraan 4X4 yang tangguh dan terbukti dimedan perang. Setelah kalah perang, Jepang mengalami kemunduran dengan diharuskannya membayar biaya perang kepada sekutu, membangun kembali negaranya yang hancur, kesengsaraan rakyat Jepang karena perang bertambah karena mereka harus bekerja untuk Amerika Serikat. Salah satu hasil kerja untuk Amerika oleh perusahaan Jepang ini adalah Jip Mitsubishi atau yang lebih populer dengan julukan Willys Mitsubishi, Jeep Mitsubishi, Jip Jepang sampai Jeep Willys Mitsubishi.

Pada awalnya, Willys setuju dan memperbolehkan Mitsubishi untuk membuat Jeep CJ-3 versi mereka sendiri untuk dijual di Jepang pada tahun 1953. Jip CJ-3 buatan Mitsubishi yang dijual di Jepang dengan jumlah sangat sedikit ini dikenal dengan kode J3. Kode ini langsung lompat ke J3 karena J1 atau CJ-3A versi Mitsubishi yang memakai kelistrikan 6V dibuat khusus untuk polisi hutan di Jepang sementara J2 atau CJ-3A versi Mitsubishi dengan kelistrikan 12V dibuat khusus untuk keperluan militer tentara Jepang. Tak lama berselang, Mitsubishi memperbarui Jip mereka dengan mengambil rancangan CJ-3B. Sama seperti CJ-3B, model baru ini memiliki grill dan kap mesin yang lebih tinggi menyesuaikan mesin barunya. Bersamaan dengan itu, Jip Mitsubishi ini juga mulai masuk ke Indonesia.

Mobil ini memiliki berbagai macam varian dengan sasis panjang dan pendek dengan kode bodi/sasis yang berbeda tiap variannya. Tipe J10 merupakan Jip Mitsubishi dengan sasis pendek dengan bodi softop dan pintu yang juga dari kanvas. Model J10 ini hadir antara tahun 1959 sampai 1961. Tipe J11 alias delivery wagon memiliki sasis panjang dengan bodi hardtop panjang ala wagon tapi hanya memiliki 3 buah pintu yang muncul antara tahun 1959 sampai 1962. Tipe J20 memiliki sasis medium dengan bodi soft top muncul antara 1961 sampai 1982. Selain soft top, ada juga J20 dengan hard top yang muncul antara 1965 sampai 1982. Di Indonesia, sepertinya tipe yang paling banyak adalah tipe J3 dengan sasis pendek 2 pintu soft top yang muncul antara tahun 1954 sampai 1973. Selain itu, masih ada lagi tipe sasis panjang station wagon hardtop 5 pintu dengan tipe J30 yang muncul antara 1962 sampai 1983. Selain itu, sebenarnya masih banyak Jip Mitsubishi yang ada di dunia khususnya Jepang seperti J24, J20C, J32, J44, J34, J36/2, J50 sampai J54. Di Indonesia sendiri mobil ini hanya muncul sampai tahun 1972 karena kurang populer juga karena mulai tahun 1973, pemerintah sudah melarang impor kendaraan kecuali jika mau harganya naik 3 kali lipat karena pajak barang mewah.

Mesin yang digunakan ada berbagai macam varian seperti Mitsubishi 4G52 2000cc bensin, JH4 2200cc bensin, 4G53 2400cc bensin, KE31 2200cc diesel dan 4DR5 2700cc diesel. Untuk yang masuk ke Indonesia pada saat itu sepertinya hanya JH4 dan KE31. Mesin JH4 ini merupakan pengembangan dari mesin Willys Hurricane Engine yang berasal dari Willys Go Devil Engine. Walau masih mirip dengan mesin Willys, namun Mitsubishi mengganti namanya menjadi Japan Hurricane 4 atau JH4 untuk sedikit membedakannya. Mesin ini masih berteknologi OHV 8 valve 4 silinder berkapasitas 2199cc dengan rasio kompresi 6,9 : 1 dan pasokan bensin dari karburator mampu menghasilkan tenaga sekitar 69Hp pada 4000Rpm dan torsi 147Nm pada 2000Rpm. Untuk transmisi yang digunakan, masih sekedar memakai gearbox Borg Warner T90 manual 3 speed dengan penggerak 4 roda part time dengan transfercase Dana 18.

Jip Mitsubishi ini masih memiliki desain rancangan Jip yang digunakan tentara sekutu untuk perang. Oleh karena itu, jangan berharap mobil ini nyaman dan cocok digunakan untuk mobil penumpang. Dashboard depan hanya menampilkan speedometer dengan indikator bensin dan temperatur saja. Sabuk pengaman untuk keselamatan belum ada karena sabuk pengaman baru ditemukan tahun 1955 di mobil Volvo. Rem depan belakang masih memakai drum atau teromol. Suspensinya masih memakai per daun didepan dan belakang. Walau terlihat kurang meyakinkan untuk sebuah mobil yang pada saat itu termasuk barang mewah, namun nyatanya tentara sekutu bisa memenangi berbaai medan tempur darat berkan adanya kendaraan kecil yang sangat handal untuk off road ini.

Di Indonesia mobil ini sudah berhenti penjualannya pada tahun 1972 karena kalah tenar dibanding pesaingnya seperti Toyota Land Cruiser. Di Jepang sendiri mobil ini masih dijual sampai tahun 1998 dengan perubahan terakhir terjadi pada tipe J53 dengan mesin turbo diesel. Mobil ini stop produksi di Jepang karena sudah tidak dapat memenuhi standar keamanan dan emisi gas buang yang makin ketat disana. Sebagai gantinya, di Jepang Mitsubishi menjual Pajero I/O atau Pinin untuk menggantikan posisinya. Di Indonesia, harga mobil ini sudah sangat gelap dan tergantung kesepakatan antara penjual dan pembelinya. Mencari unitnya yang masih original juga sudah sulit. Kebanyakan sudah berganti dengan mesin yang lebih mudah dan murah perawatannya seperti K series dari Kijang sampai 4D56 dari L300 diesel.

Spesifikasi Jeep Mitsubishi ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Jeep Mitsubishi
Jenis Jip
Tipe Jxx
Mesin JH4 OHC 2199cc
Bore X Stroke 79.3 X 111.1 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 3 Speed
Wheelbase 2.032 mm (SWB)
Panjang 3.566 mm (SWB)
Lebar 1.484 mm
Tinggi 1.923 mm (SWB hardtop)

0 Response to "Jeep Mitsubishi J series"

Post a Comment