Bensin Pertamina Jaman Dulu

Nozzle besin pertamina merah

Mendengar nama Pertamina, orang akan langsung terbayang akan perusahaan minyak dan gas milik negara yang memonopoli hampir seluruh spbu yang ada di pelosok nusantara. Pertamina merupakan perusahaan yang dibentuk pada Agustus 1968 dari merger Pertamin (berdiri 1961) dan Permina (berdiri 1957). Sejarah Pertamina mungkin sudah banyak yang mengetahui tapi bagaimana kalau jenis bensin apa saja yang pernah dijual oleh perusahaan minyak yang dicintai orang Indonesia ini? yuk disimak penjelasannya.


Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang menjual bensin kepada masyarakat umum. Selain Pertamina, jaman dulu ada juga perusahaan miggas asing seperti Shell, BP (British Pertoleum) dan Stanvac (Standard Vacuum) yang akhirnya menjadi Mobil dan kemudian digabung dengan perusahaan induknya menjadi ExxonMobil. Namun sama seperti SPBU non Pertamina jaman sekarang, SPBU perusahaan asing tadi hanya beroperasi di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta. Sebelum adanya Pertamina, perusahaan migas yang menjual bensin ke masyarakat umum adalah Shell yang merupakan perusahaan migas asal Belanda yang memiliki banyak aset di Indonesia yang pernah menjadi jajahan Belanda. Namun pada tahun 1965, Shell menjual seluruh asetnya kepada Pertamina dan menjadikan Pertamina begitu mendominasi di tanah air sampai sekarang. Karena sudah begitu lamanya Pertamina berdiri, ada beragam pula jenis minyak bakar yang dijual oleh Pertamina. Sebagai pengetahuan, berikut beberapa jenis bensin yang pernah dijual Pertamina yang mobilmotorlama berhasil rangkum.

Premium

Bensin Premium ini merupakan produk bahan bakar untuk mesin dengan pembakaran (bensin) dari Pertamina yang paling awet karena sudah ada sejak pertama kali Pertamina didirikan. Jaman sekarang mungkin banyak yang bertanya mengapa bensin dengan angka RON rendah ini diberi nama Premium padahal diluar sana bensin Premium memiliki angka RON tinggi. Diberi nama Premium karena jaman dulu inilah satu-satunya bahan bakar bensin yang disediakan oleh Pertamina saat itu. Saat itu juga hampir semua mobil mewah menggunakan mesin bensin tidak seperti sekarang dimana mobil mewah sudah umum memakai mesin diesel. Setidaknya sampai tahun 1990, Premium hanya memiliki angka oktan 83 berdasarkan isi Kepres no.20 tanggal 24 Mei 1990 untuk kendaraan bermotor Pertamina memproduksi dua macam bensin yaitu Premium oktan 83 yang diproduksi dan dipasarkan bersubsidi dari pemerintah dan bensin Super 98 dengan angka Oktan 98 yang dipasarkan tanpa subsidi. Entah kapan kemudian Premium memiliki angka oktan 88 seperti sekarang.

Premium TT

Program langit biru merupakan tindak lanjut dari ratifikasi Konvensi Rio De Jainero 6 Agustus 1996 untuk mengurangi tingkat kerusakan lingkungan, khususnya yang diakibatkan adanya kandungan timbal dalam BBM jenis bensin premium. Bensin Premium menggunakan senyawa Timbal (Pb) untuk meningkatkan angka oktannya. Timbal ini selain dapat meningkatkan angka oktan juga berfungsi sebagai "pelumas" klep dan piston untuk mesin-mesin lama yang belum minim gesekan. Sayangnya Timbal ini dapat menjadi senyawa beracun jika dibakar sehingga sekitar akhir 90an, Pertamina meluncurkan Premium TT (Tanpa Timbal) yang selain ramah lingkungan juga ramah untuk mesin-mesin teknologi terbaru. Premium jenis ini baru diluncurkan pada tahun 2001 dan saat itu hanya tersedia diwilayah DKI Jakarta. Pada tahun 2006, semua Premium yang beredar di masyarakat sudah menjadi tanpa timbal.

Super

Bensin ini bisa dibilang Pertamax nya era 80an. Bensin Super ini memiliki angka oktan 95 (atau 96) pada era 80an. Bensin Super berevolusi menjelang akhir dekade 80an dan berubah menjadi Super 98. Untuk memproduksi bensin Super 98 dengan RON 98 diperlukan HOMC (High Octane Motor gasoline Component) yang cukup banyak dan mahal. Produksi Pertamina saat itu belum mencukupi dan juga masih diperlukan penambahan aditif berupa TEL (Tetra Ethyl Lead) yang sangat beracun. Oleh karena itu Super 98 akhirnya distop kemudian digantikan oleh Premix pada tahun 1994. Super TT sendiri masih dijual sampai dengan akhir tahun 90an dengan angka oktan 98. Sesuai namanya yang mencantumkan 2 buah huruf T dibelakang, bahan bakar jenis Super TT sudah tidak memakai senyawa Timbal.

Premix 92

Setelah penghapusan bensin Super, Dirjen Migas memberikan izin kepada perusahaan swasta nasional untuk memproduksi dan memasarkan bensin dengan angka Oktan 92 yang diberi nama Premix yang merupakan singkatan dari Premium Mixture berdasarkan Keputusan Dirjen Migas No. 21K/72/DDJM/1990. Premix ini sebenarnya merupakan campuran dari Premium dengan zat aditif MTBE (Methyl Tertier Buthyl Ether). MTBE ini merupakan salah satu bahan aditif untuk meningkatkan bilangan oktan pada bahan bakar kendaraan bermotor. MTBE mulanya dibuat karena adanya hasil sampingan yang cukup besar dari pabrik etilen. Nilai oktan bensin ini 92 atau setara Pertamax jaman sekarang yang berarti kualitas bahan bakar setara dengan campuran 92% isooktana dan 8% n-heptana. Penjualan Premix ini dilakukan dengan cara menunjuk perusahaan swasta nasional yang diberi izin oleh Mentri Pertambangan dan Energi untuk memasarkan Premix. Ada lima Perusahaan Penyalur Premix (P3P) yaitu PT Panutan Selaras, PT Humpuss, PT Sinar Pedoman Abadi, PT Giga Intrax, dan PT Elnusa anak perusahaan Pertamina. Selanjutnya untuk menjaga stabilitas harga jual Premix, Menteri Pertambangan dan Energi telah mengeluarkan surat No.4075/55/M.DJM/90 yang isinya menunjuk PT Elnusa sebagai price leader penjualan Premix. Karena itu harga Premix walau masih 1 provinsi bisa berbeda tiap SPBU nya.

Premix 94

Karena dalam perkembangan selanjutnya para konsumen Premix menganggap angka oktan 92 terlalu rendah, maka atas keputusan Dirjen Migas No. 26K/72/DDJM/1992, angka oktan Premix dinaikkan lagi menjadi 94 dan penjualannya berlanjut sampai masa reformasi. Untuk meningkatkan oktan, diberi tambahan zat aditif berupa MTBE (Methyl Tertier Buthyl Ether) sebagai octane booster sebanyak maksimum 15% vol.

BB2L

BB2L merupakan singkatan dari Bahan Bakar 2 Langkah (atau Bensin Biru 2 Langkah). Bensin jenis ini dikenal juga oleh masyarakat luas sebagai bensin biru mungkin juga karena program langit biru untuk menanggulangi pencemaran udara. Sesuai dengan namanya, bensin ini dikhususkan untuk kendaraan yang masih memakai mesin 2 langkah seperti sepeda motor 2 tak yang saat itu masih mendominasi jalanan. Bensin berwarna biru ini memiliki kandungan MTBE maksimum 11% vol sebagai octane booster dan kandungan timbal yang sangat rendah (maksimum 0,013gr/liter). Bandingkan dengan premium atau premix yg memiliki kadar timbal 0,3gr/liter. BB2L meiliki angka oktan minimal 80 dan maksimal 85. Dulu bensin ini sangat digemari masyarakat karena harganya hanya 1250 rupiah sementara Premium saat itu harganya 1450 rupiah. Bensin ini akhirnya dihapus karena kandungan MTBE yang sangat mencemari lingkungan pada tahun 2001.

Pertamax & Pertamax plus

Pertamax dirancang menggunakan zat aditif khusus yang jauh lebih ramah lingkungan dibanding MTBE yang dipakai dibensin Super dan Premix. Pertamax dibuat untuk menggantikan Premix pada 10 Desember 1999. Bersamaan dengan Pertamax, Pertamina juga mengeluarkan Pertamax Plus yang didesain untuk kendaraan yang memiliki teknologi yang lebih tinggi seperti turbocharger dan sebagainya. Pertamax memiliki oktan 92 sementara Pertamax plus memiliki oktan 95. Saat ini Pertamax masih dijual di berbagai SPBU ditanah air sementara Pertamax plus sudah mulai digantikan dengan Pertamax Turbo.

Ya itu tadi produk bensin yang pernah dijual oleh Pertamina. Bensin-bensin jadul ini dihentikan penjualannya karena menyesuaikan jaman dimana mesin semakin efisien dan ramah lingkungan namun memiliki konsekuensi berupa kualitas bensin yang lebih baik. Bila ada salah mohon koreksinya dengan meninggalkan komentar dibawah.

5 Responses to "Bensin Pertamina Jaman Dulu"

  1. Dulu ane juga bisa ngisi "bensin campur" di pertamina buat sepeda bermotor jadul ane, entah apa itu isinya hehe

    ReplyDelete
  2. Dulu ane juga bisa ngisi "bensin campur" di pertamina buat sepeda bermotor jadul ane, entah apa itu isinya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. BB2L alias bensin campur. intinya premium dicampur berbagai zat buat mesin 2 tak

      Delete
  3. Bensin biru gan.. murah meriah. Hahahaha

    ReplyDelete