Timor Borneo LM003, Timor Rasa Lambo

Timor Borneo Gallileo concept

Mendengar kata Timor dalam konteks otomotif, yang terpikirkan pasti sebuah sedan Kia Sephia ganti merk dan diakui sebagai mobnas jaman orde baru dulu. Timor ini kalau dipikir sebenarnya strateginya sudah bagus. Awalnya jualan produk Kia diganti merknya kemudian setelah cukup untung barulah transfer teknologi dilakukan. Ada beberapa mobil Timor yang mulai memakai komponen dan racikan anak bangsa seperti sekitar 50 unit Timor SW516i dan Timor S213i yang hanya jadi 1 unit prototype saja sebelum akhirnya Timor tutup karna jatuhnya rezim orde baru. Selain sedan, ternyata Timor juga berencana membuat sebuah SUV yang diberi nama Timor Borneo atau Gallileo. Timor Borneo atau Gallileo ini bukan Timor J520 yang berupa Kia Sportage yang direbrand macam Sephia jadi S515 melainkan Lamborghini LM002 yang dikembangkan lebih lanjut dan diberi merk Timor.

Masih berhubungan dengan artikel tentang Vector M12 kemarin yang linknya bisa diklik dibawah paragraf ini. Jadi pada tahun 1994, Lamborghini dibeli dari Crysler seharga sebuah pesawat Boeing 737 saat itu atau sekitar 40 juta Dolar Amerika. Lamborghini yang saat itu sudah sekarat dan diperkirakan hampir tutup usia tentunya membuat beberapa pihak kaget karena dibeli oleh orang Indonesia. Selain brand, rupanya pembelian Lamborghini juga mendapat bonus berupa paten-paten dan hak atas teknologi yang dimiliki sehingga paten dan teknologi inilah yang menjadi dasar pengembangan produk lain seperti Timor Borneo ini.

Megatech LTD Vector M12 Supercar

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Timor Borneo ini berbasis Lamborghini LM002. Buat yang belum tau, Lamborghini LM002 merupakan sebuah SUV atau TUV (truck utility vehicle) yang dibuat oleh Lamborghini antara tahun 1986 sampai 1993. Walau bentuknya mirip pikap double cabin, namun karena mobil ini adalah Lamborghini mesin yang digunakan masih khas Lamborghini dengan mesin bensin 5167cc V12 atau 7200cc L804 marine V12. Yang unik, dibagian drivetrain atau penggerak rodanya sudah 4 wheel drive. Lamborghini LM002 ini menjadi Lamborghini pertama yang sudah 4WD.

Kembali lagi ke Timor Borneo. Pada awalnya Timor ingin membuat sebuah mobil jip sporty yang dijual lebih murah dari pesaingnya. Sebagai benchmark, dipilihlah sebuah Jeep Cherokee. Mungkin karena pada saat itu jalanan Indonesia masih belum semulus sekarang  (dimana sampai sekarang juga masih tidak mulus-mulus amat) dan masih banyak wilayah hutan dan jalan belum beraspal, orang akan membutuhkan mobil seperti SUV. Jeep Cherooke yang bermesin 4000cc saja sudah dianggap sangat mewah saat itu, karenanya Timor berencana membuat karakter Borneo seperti sportscar dengan interior yang lebih mewah. Konon salah satu fitur canggih yang direncanakan akan dipasang disini adalah sistem penggerak all-wheel drive yang sangat canggih dimana pengemudi bisa memilih settingan terbaik kala mengemudi dijalanan aspal, pasir, atau salju. Fitur seperti ini bisa ditemukan di Mitsubishi Lancer Evolution 6 keatas yang tentunya asli bukan hasil convert dari Lancer CK atau ES series. Selain untuk masyarakat umum, Timor Borneo ini rencananya bakal dijadikan official fleet TNI pada tahun 2000. Nama yang disandang tentunya bukan Timor Borneo atau Gallileo seperti konsepnya melainkan Timor JM dimana JM merupakan singkatan dari jip militer.

Timor Lamborghini LM003

Dengan terbelinya Lamborghini serta pendirian Megatech yang fokus kepembuatan supercar, untuk membuat mobil baru tentunya sudah sangat mudah. Apalagi mobil baru ini masih sebasis dengan produk yang sudah ada seperti Lamborghini LM002. Namun karena membuat mobil juga diperlukan styling yang mumpuni. Siapa juga yang bakal membeli mobil berbentuk gerobak bermesin apalagi kalau diposisikan sekelas Jeep Cherooke yang tentunya bukan mobil murahan. Oleh karena itu, dipilihlan rumah desain Zagato asal Italia untuk membuat desain Timor Borneo ini. Hasil rancangan Zagato ini terlihat unik walau tidak terlihat seperti mobil Italia yang terkenal cantik. Bagian depannya menurut saya malah terlihat seperti Mitsubishi Outlander Sport yang muncul belasan tahun kemudian. Dibagian belakangnya, terdapat bak seperti mobil pikap pada umumnya namun jika dilihat dari samping tidak terlihat seperti mobil pikap karena terdapat semacam tembok yang membuatnya terlihat seperti SUV besar macam Pajero Sport atau Fortuner dimasa sekarang.

Sayang proyek ini hanya berakhir menjadi mimpi karena ditengah pengembangannya, Timor sudah tutup terlebih dahulu dan Lamborghini akhirnya dijual ke Audi. Tidak diketahui apakah Timor Borneo ini sudah diproduksi atau belum walau diklaim ada 7 unit prototipe dari Megatech di Italia. Konon proyek ini sudah menelan anggaran sebesar 20 juta dolar untuk meneliti LM003 ini. Hanya orang-orang didalam Megatech dan Tuhan yang tahu berapa jam waktu para insinyur dan total keseluruhan proyek ini dihabiskan untuk SUV yang mungkin kalau jadi diproduksi bakal dipakai para pejabat seperti Fortuner yang begitu diminati para pejabat daerah.

4 Responses to "Timor Borneo LM003, Timor Rasa Lambo"

  1. Wajahnya kayak moncong ikan apa gitu...
    Sayang harus mati sebelum berkembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar bentuknya aneh gitu, sekarang malah jadi trend di mobil baru... (grill super besar, lubang hawa di bumper nyambung ke grill)

      Delete
  2. Artikelnya menarik min. Ane gak tau kalau Borneo ditujukan buat Indonesia. Kalau disitus luar bilangnya buat bikin tandingan Range Rover dgn mesin Lamborghini v12. Apa Megatech bermaksud membuat 2 versi gitu? Satu untuk ekspor dan satu untuk dalam negeri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin seperti itu. versi luar pake merk lambo yang lokal pake merk timor macam daihatsu xenia yang cuma ada di Indonesia sementara diluar jadi toyota avanza. tapi entahlah namanya juga proyek gagal...

      Delete