Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82

Starlet GT Turbo look

Melanjutkan nama Starlet yang di Indonesia menjadi satu-satunya hatchback buatan Toyota pada era 80 dan 90an, Toyota Astra Motor kemudian merilis pengganti Starlet kotak pada tahun 1991 dengan Toyota Starlet P80 series. Starlet dengan kode P80 series ini dijuluki Starlet Kapsul karena bentuknya yang membulat mirip kapsul. Starlet versi Indonesia ini begitu mirip dengan versi Jepangnya karena selain Jepang, negara lain didunia yang memproduksi Toyota Starlet hanyalah Indonesia. Walau Indonesia menjadi basis produksi Starlet selain Jepang, namun hanya Starlet dengan 5 pintu saja yang masuk.


Sesuai dengan kode Starlet yang hadir di Indonesia, Toyota Starlet di Indonesia memakai mesin Toyota E series. Ada beberapa pilihan mesin yang ditawarkan tergantung tipenya. Tipe XL (EP80) masih memakai mesin 1E 4 silinder 1000cc SOHC 12 valve dengan karburator yang masih sama dengan Starlet Kotak XL. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 55Hp pada 6000Rpm dan torsi 102Nm pada 3500Rpm. Untuk menyalurkan tenaga ke roda depan dipakai transmisi manual 4 percepatan dari Toyota C140 transmission. Pada Starlet tipe SE (EP81) memakai mesin 2E yang sama dengan Corolla SE Saloon dan Starlet Kotak SE dengan 4 silinder 1300cc SOHC 12 valve dan masih memakai karburator. Terdapat pilihan transmisi manual 5 percepatan dengan transmisi Toyota C150 transmission dan otomatis 4 percepatan dengan Toyota A132 transmission. Selain itu, ada juga mesin 4E-FTE yang terpasang pada varian turbo (EP82) dengan konfigurasi 1300cc 4 silinder DOHC narrow angle 16 valve dengan EFI dan turbocharger. Mesin ini menjadi mesin seri E yang paling powerfull dengan tenaga mencapai 133Hp pada 6400Rpm dan torsi 157Nm pada 4800Rpm. Untuk transmisinya digunakan Toyota C52 transmission dengan 5 percepatan manual.

Ada beberapa model yang ditawarkan. Model yang paling murah dan paling sederhana adalah tipe XL dengan mesin 1000cc. Starlet XL keluaran awal atau sekitar 1991 sampai 1992 masih mamakai pengapian platina dan belum power window alias masih pakai sistem engkol. Dibagian eksteriornya, Starlet XL ini memakai garnis plastik berwarna abu-abu. Tipe XL pada tahun 1992 mendapat perubahan berupa CDI dan garnish mika berwarna hitam dan abu-abu. Model ini bertahan sampai 1994 sebelum akhirnya pada 1995 keluar varian terakhir Starlet XL dengan garnish kecil berwarna merah dan putih dan tetap masih memakai CDI dan pembuka jendela model putar.

Tipe tengah dari Starlet kapsul adalah tipe SE dengan mesin 2E 1300cc. Tipe SE keluaran 1991 masih menggunakan platina untuk pengapiannya dan jendela engkol untuk membuka jendelanya. Pada tahun 1992 sampai 1997, platina pada Starlet SE ini digantikan dengan CDI. Varian termahalnya ada Starlet SE Limited yang hanya keluar tahun 1991 dengan pengapian platina dan power window. Tipe SE Limited ini digantikan oleh Starlet SEG pada 1992 sampai 1998 dimana Starlet SEG 1992 sampai 1994 diberi kelengkapan berupa pengapian CDI, power window, foglamp, head rest sporty model bolong, setir palang 3 dan dilengkapi dengan fitur tilt steering. Starlet SEG 1995 sampai Maret 1998 fiturnya masih sama dengan keluaran 1992 sampai 1994, hanya saja diberi tambahan berupa power steering.

Produksi Toyota Starlet dengan kode sasis P80 ini sebenarnya sudah berakhir di Jepang pada Desember 1995. Pengganti Starlet ini memiliki kode P90 series dengan julukan Starlet Reflet (normal), Glanza (sports), dan Carat (classic). Sebagai ganti atas absennya Starlet P90 di Indonesia, Toyota membuat varian SEG Starlet EP81 menjadi mirip dengan Starlet Gi JDM yang merupakan tipe sport di Jepang. Starlet ini kemudian dikenal juga dengan sebutan Fantastic Starlet atau lebih akrab dengan julukan Starlet Turbo Look.  Perbedaanya dibagian eksterior berupa grill model baru, kap mesin model timbul seperti Starlet turbo dan bumper yang lebih sporty. Sayangnya, dibagian mesin tidak dijumpai mesin turbocharger seperti Starlet GT yang masuk melalui importir umum melainkan mesin 2E seperti Starlet 1300cc pada umumnya.

Kelebihan Starlet ada pada perawatannya yang murah dan lumayan irit bahan bakar. Selain itu, karena beratnya yang ringan sedikti modifikasi pada mesin seperti ganti ke 4E-FTE sudah cukup untuk membuat malu mobil-mobil lain dengan mesin dan bodi yang lebih besar. Bentuk eksteriornya juga terkesan abadi dan cocok untuk dipakai siapapun. Kelemahan Starlet ini ada pada ruang yang sempit baik kabin penumpang atau barang terlebih jika Anda memiliki tubuh diatas rata-rata. Fiturnya juga biasa saja tidak terlalu mewah kecuali untuk tipe SEG keluaran 1995. Sayangnya jangankan untuk tipe SEG, tipe XL keluaran 1991 saja harganya sudah relatif tinggi untuk ukuran mobil 90an awal. Ini dikarenakan harga jual kembalinya yang masih tetap tinggi.

Spesifikasi Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82
Jenis Hatchback
Tipe EP80, EP81, EP82
Mesin 1E SOHC 999cc (XL)
2E SOHC 1295cc (SE)
4E-FTE DOHC turbo 1331cc (GT Turbo)
Bore X Stroke 70.5 X 64.0 mm (1E)
73.0 X 77.4 mm (2E)
74.0 X 77.4 mm (4E-FTE)
Sistem Bahan Bakar Karburator (1E & 2E)
Electronic Fuel Injection (4E-FTE)
Transmisi Manual 4 Speed (XL)
Manual 5 Speed (semua kec XL)
Otomatis 4 Speed (SE, SE Limited, SEG)
Wheelbase 2.300 mm
Panjang 3.805 mm
Lebar 1.620 mm
Tinggi 1.380 mm

2 Responses to "Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82"

  1. yg model lampu bulet itu keren lho apalagi pakai mesin turbo..sayang harganya mahal bgt dan jarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yang asli kemahalan, convert aja starkap biasa pake nosecut GT turbo...
      cuma seni dan originalitasnya nggak dapet...

      Delete