Mengenal Marvia, Pembuat Mobil Replika Indonesia

Logo Marvia

Di Indonesia, mobil sudah menjadi simbol status bagi sebagian kalangan. Mobil yang dijadikan simbol status tentunya bukan sembarang mobil pasaran yang penjualannya laris manis namun lebih kearah mobil klasik dan anitik. Sayangnya, sejak 1973 pemerintah melarang impor kendaraan bekas walau kendaraan tadi memiliki sejarah panjang dan termasuk kendaraan yang sangat langka. Namun untungnya, beberapa orang tidak kehabisan akal untuk memenuhi keinginannya akan memiliki mobil antik. Salah satu pihak yang melihat peluang ini adalah Marvia melalui PT. Marvia Graha Motor yang membuat replika mobil antik tadi.


Seperti yang dijelaskan diatas, Marvia merupakan produsen kit car atau mobil replika asal Indonesia. Marvia sendiri kemungkinan berdiri pada akhir 80an dengan pendirinya yang bernama Marvy Apandi dengan dukungan dari Indomobil. Alasan mengapa Indomobil mendukung proyek ini adalah karena pendiri Marvia ini juga merupakan petinggi Indomobil. Karena mendapat dukungan Indomobil yang memproduksi Mazda dan Suzuki pada saat itu, jadilah banyak mobil Suzuki dan Mazda yang dirombak menjadi kit car oleh Marvia.

Marvia mobil klasik

Mobil yang direplika Marvia ini bukan mobil terbaru yang tidak masuk ke Indonesia. Mobil yang direplika adalah mobil klasik era 30an seperti Mercedes-Benz 500K, Lagonda LG45, dan Jaguar SS100. Versi asli ketiga mobil tadi bukan sembarang mobil mengingat akhir 1920an sampai sebelum perang dunia kedua negara-negara Eropa dan Amerika Serikat mengalami krisis moneter berat sehingga tidak banyak orang yang sanggup membeli mobil saat itu apalagi mobil sekelas 500K, LG45 dan SS100 yang sangat mewah dijamannya. Basic mobil replika ini adalah Suzuki Katana yang memakai sasis ladder frame. Bekas ciri khas Suzuki Katana yang masih menempel pada mobil replika Marvia ini bisa dilihat dibagian mesin yang masih memakai mesin Suzuki F10A dan velgnya dimana ketiga mobil ini memakai velg kaleng standar milik Jimny / Katana. Bodinya sendiri memakai material fiberglass yang memang sangat mudah dibentuk.

Suzuki Carry juga mengalami operasi plastik ditangan Marvia. Masih mengusung sasis ladder frame dan mesin F10A milik Carry, Suzuki Carry ini bertransformasi menjadi sebuah Rolls Royce Silver Shadow. Hasil akhirnya bisa dibilang ajaib mengingat bentuk Carry yang tidak berhidung menjadi mancung karena Rolls Royce Silver Shadow memiliki bonnet yang lumayan panjang. Entah apakah Silver Shadow bermesin Carry ini memakai bodi fiberglass seperti replika mobil klasiknya atau tidak karena sepertinya jarang sekali Silver Shadow ini.

Marvia Shelby Cobra

Selain mobil klasik jaman Hitler dan mobil mewah asal Inggris, Marvia ini juga membuat replika mobil sport AC Cobra yang juga dikenal sebagai Shelby Cobra. Replika ini dipamerkan di Pameran Gaikkindo 1988 di Blaai Sidang Jakarta dan baru diluncurkan pada tahun 1989 dimana tahun 1989 merupakan tahun ular menurut kalender Tionghoa. Masih seperti 2 mobil sebelumnya, Marvia Cobra ini mengambil basis dari Suzuki Katana lengkap dengan sasis dan mesinnya. Bodinya terbuat dari fiberglass seperti mobil Marvia lainnya. Mobil ini sepertinya dijual sampai ke Belanda karena pernah disuatu event mobil klasik, muncul sebuah Marvia Cobra ini di hadapan publik Belanda beberapa tahun yang lalu.

Model Marvia yang paling populer sekaligus paling kontroversial adalah replika Porsche 911. Berbeda dengan replika lainnya, kualitas replika Porsche ini lumayan baik terutama dibagian interiornya karena memakai dashboard asli milik Porsche 911. Basic mobil ini juga sudah tidak mengambil dari Carry atau Katana lagi melainkan mengambil dari Mazda MR90 alias Mazda 323 tahun 70an yang direborn kembali sebagai mobil nasional Indomobil pada awal 90an. Dashboard asli Porsche bisa ditempel di replika mobil ini karena pada saat itu Porsche berencana masuk ke Indonesia dan merakit 911 melalui Indomobil dan dijual seharga 400 juta. Termasuk murah karena saat itu Mercedes W124 hanya 285 juta saja.

Baca lebih lanjut mengenai Marvia Porsche

Sayang karena mobil-mobil replikanya tidak berlisensi, Porsche dan Mazda kemudian menggugat Marvia (Indomobil). Porsche yang sedianya akan CKD di Indonesia membatalkan niatnya dan akhirnya memusnahkan semua brosur dan media promosi lainnya yang sudah terlanjur dicetak. Indomobil pun kemudian meminta maaf dengan membayar sejumlah ganti rugi yang jelas nilainya besar. Setelah kasus tadi, Marvia akhirnya tutup mungkin juga karena krisis moneter 1997-1998 yang meruntuhkan berbagai industri di tanah air.

4 Responses to "Mengenal Marvia, Pembuat Mobil Replika Indonesia"

  1. kreatif juga ya..tiruannya juga lumayan rapi buat jaman itu. tapi body fiberglass rapuh banget dong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang malah ada yg bisa bikin tiruan body lambo, ferarri dll dari plat

      Delete
    2. rapuh iya mungkin... tapi asal campuran fiberglassnya serta tulang-tulangnya bener sih ya kuat-kuat saja kok. toh Lotus Elite, Europa, Elan, Esprit, bahkan Chevrolet Corvette C1 sampai C7 pake bodi fiberglass

      Delete
  2. Itu suzuki Carry pakai mesin F10A dengan posisi setir di atas as roda dirubah menjadi mobil bonet buaanyak banget ya ubahannya. Nggak kebayang itu gimana ubahannya kecuali mobil yang ada bonetnya kayak karimun estilo jadi struktur rack steer dan coloumn steer cukup ada jarak.

    Penyakit roda depan Suzuki Karimun.

    ReplyDelete