"Mobil Desa" Era 70an Negara Tetangga

mobil asia tenggara


Beberapa hari yang lalu, diadakan kontes desainmobil pedesaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Institut Otomotif Indonesia (IOI) dimana dari kontes tersebut dipilihlah 5 desain terbaik untuk kemudian dilakukan penilaian akhir. Kelima desain terbaik tadi antara lain Argani Grand Pick Up dari Telkom University, Waprodek Diesel dari Institut Teknologi Surabaya, Mobil Desa Serbaguna dari Universitas Negeri Semarang, Mobil Multifungsi Pedesaan Diponegoro dari Universitas Diponegoro, dan Mobil Desa Nasional dari Universitas Negeri Semarang. Sebagai calon end user, saya berharap apa yang didesain nantinya memang membantu perekonomian warga pedesaan seperti saya dalam bidang angkutan baik orang maupun barang.


Bicara soal konsep mobil pedesaan, sebenarnya konsep ini sudah sangat lama di cetuskan dan dilaksanakan. Di Indonesia, konsep membuat mobil sederhana yang bisa dijangkau semua orang sendiri ini sudah bergulir sejak 1975 dimana 4 ATPM terbesar saat itu membuat mobil angkutan sederhana dengan nama Morina, Kijang, Sena dan Mitra yang sejarahnya bisa dibaca di post tentang sejarah perkembangan mobil nasional Indonesia. Sampai saat ini, hanya tinggal Kijang saja yang bertahan. Tujuan konsep ini masih sama seperti jaman dulu, yaitu meningkatkan pengembangan teknologi, meningkatkan daya saing industri, sampai memberikan masyarakat angkutan yang murah. Tidak hanya Indonesia, negara-negara tetangga Indonesia yang masih tergabung dalam ASEAN juga punya angenda serupa dengan program KBNS (Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana) di Indonesia. Seperti apa "KBNS" versi negara tetangga? yuk disimak.


GM / Bedford Harimau


Harimau ini dibuat oleh Bedford yang berada dibawah General Motor pada tahun 1971. Pada waktu itu, Capital Motors Assembly Plant di Johor yang membuat mobil-mobil negara barat seperti Opel Kadett, Manta, T-Car Gemini serta Holden Kingswood menutup usahanya karena kalah bersaing dengan pabrikan mobil Jepang di Malaysia. Sebelum menyerah total, mereka kemudian membuat mobil murah untuk digunakan di wilayah pedesaan seperti halnya mobil pedesaan di Indonesia yang diberi nama Harimau. Mobil ini dibuat sepenuhnya di Malaysia sementara mesinnya diambil dari mesin Bedford.


Nasib Harimau ini sepertinya cukup baik di Malaysia. Harimau ini kemudian dibuat generasi keduanya beberapa tahun kemudian. Jika diperhatikan, sepertinya ada kemiripan antara Harimau ini dengan Morina yang dibuat oleh Java Motor dengan mesin dari Vauxhall yang kurang sukses di Indonesia.

Ford Fiera


Tidak mau kalah dengan Malaysia dan Indonesia, Filipina juga membuat mobil angkutan sederhana versi mereka sendiri. Salah satu mobil barang sederhana orang Filipina ini adalah Ford Fiera. Sama seperti Harimau, Ford Fiera ini sepertinya juga cukup sukses karena muncul penerusnya beberapa tahun kemudian. Di Filipina sendiri, Ford Fiera muncul sampai 4 generasi dimana tiap generasinya makin menyerupai mobil sungguhan. Ada yang unik dalam pembuatan Fiera ini karena sasis Fiera aslinya dibuat di Indonesia. Pembuat sasis ini adalah Pindad yang kemudian mengekspor sasisnya sekitar 5000 unit.

Volkswagen DMG Sakbayan


Jika di Indonesia pada waktu itu VW (Garuda Mataram)membuat VW Mitra, di Filipina VW membuat Sakbayan. Walau merknya VW, tapi sebenarnya yang membuat mobil ini adalah DMG yang merupakan distributor resmi VW di Filipina. Secara bentuk, Sakbayan ini ada kemiripan dengan VW Kuebel Typ 181 atau yang di Indonesia biasa dikenal dengan nama VW Safari dan VW Camat. Sakbayan ini mengambil basis dari VW Beetle atau yang biasa disebut orang Indonesia dengan nama VW Kodok. Konon nama Sakbayan ini berasal dari gabungan kata Sasakyan yang artinya kendaraan dan Bayan yang artinya orang-orang dimana kalau diterjemahkan kurang lebih berarti kendaraan pengangkut orang.

Mitsubishi Cimarron


Mitsubishi Cimarron ini dibuat untuk menggantikan Jeepney yang populer digunakan sebagai angkutan umum orang Filipina. Berbeda dengan mobil lainnya, Cimarron ini memiliki bentuk cab over seperti halnya Datsun Sena. Entah seperti apa detilnya, namun yang jelas karena memakai merk Mitsubishi, dipastikan mobil ini memakai mesin buatan Mitsubishi.

Chevrolet Harabas


Sama seperti Cimarron. Harabas ini juga dibuat untuk menggantikan Jeepney. Walau begitu sepertinya Harabas ini lebih ditujukan untuk penggunaan keluarga yang juga bisa dipakai untuk mengangkut barang. Konon nama Harabas ini jika diartikan kurang lebih berarti kuda beban.

Itu tadi KBNS atau Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana asal negara-negara tetangga. Jika dilihat, semuanya memang tidak ada yang bisa sesukses Toyota Kijang. Ya semoga aja nantinya proyek mobil pedesaan ini bisa sesukses Toyota Kijang dan bisa dikembangkan lebih lanjut.

2 Responses to ""Mobil Desa" Era 70an Negara Tetangga"

  1. Sebenarnya bung admin pada tahun 70an sedang ngetrend untuk pabrikan membuat BUV atau Basic Utility Vehicle (Kendaraan Serba Guna). Sasarannya yaitu negara2 berkembang di Asia dan Afrika.

    Konsepnya yaitu mobil sederhana yang perakitannya dapat dilakukan tanpa memerlukan investasi banyak. Kebanyakan desainnya adalah sasis sederhana dengan mesin sedan yang sudah teruju. Untuk bodi diserahkan kepada masing2 negara untuk dibuat disana. Nah kalau kita liat sebenarnya mobil2 yg menjadi proyek Kendaraan Niaga Serba Guna semuanya basis dari luar.

    Morina dan Bedford Harimau itu basisnya GM BTV (Basic Transportation Vehicle). Sebenarnya mesin Bedford dan Vauxhall itu sama mungkin karena disini Vauxhall lebih terkenal.

    Kalau menurut forum luar VW Mitra itu EA489 Basistransporter yang diberi bodi Type 2 lokal.

    Datsun Sena itu sebenarnya re-bading Datsun 1200 AX yang juga bagian dari BUV.

    Sementara Kijang saya kurang yakin. Sepertinya pertama kali dikembangkan di Filipina? Tapi kalau dilihat kita launch Kijang lebih awal dari Filipina. Atau mungkin Kijang dikembangkan di Jepang dan kita kebagian bodinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, terimakasih infonya om...
      setau saya, kijang (tamarraw) awalnya dikembangkan di filipina, tahun 1975 masuk ke indonesia dengan berbagai ubahan (termasuk bodinya) yang malah jadi mobil lain. saat kijang di indonesia hanya dijual 1 varian, di filipina tamarraw dijual 2 varian (sasis panjang dan pendek)

      Delete