Morris Mini & Austin Seven (Mini Cooper)

Morris Mini Cooper

Kalau Amerika Serikat dikenal dengan muscle car, Australia dengan ute dan Jepang dengan JDMnya, Inggris mungkin sangat terkenal dengan Mini atau yang akrab dipanggil Mini Cooper ini. Orang Indonesia mungkin akan lebih mengenal original Mini ini sebagai "mobilnya Mr. Bean" karena memang Mini Cooper ini dipakai sebagai mobil tokoh komedi Mr. Bean yang diperankan oleh Rowan Atkinson. Didesain dengan ukuran kecil, Mini kemudian merevolusi industri otomotif dunia dengan rancang bangunnya yang begitu memanfaatkan ukurannya yang mungil.

Sejarah Mini ini cukup panjang karena mobil ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1959. Pada waktu itu, industri otomotif Inggris dikenal sebagai penghasil mobil-mobil mewah yang boros BBM. Karena alasan politis dan perang di timur tengah yang mengakibatkan Inggris ikut campur kedalamnya, Inggis mengalami krisis Suez yang mengakibatkan kelangkaan minyak. Akibatnya, penjualan mobil-mobil Inggris menjadi lesu dan akhirnya membuat para pemimpin industri otomotif Inggris ini menggabungkan beberapa pabrikan menjadi satu. Ditengah masa sulit ini, muncul sesosok Sir Alec Issigonis yang membuat mobil revolusioner dengan kode designasi ADO15.

Sir Alec Issigonis yang baru saja kembali ke BMC (British Motor Corporation) setelah sebelumnya bekerja untuk Alvis kemudian membentuk sebuah tim yang terdiri dari Jack Daniels yang sebelumnya bekerja bersama Issigonis pada perancangan Morris Minor, Chris Kingham yang selalu bersama Issigonis sewaktu di Alvis, 2 mahasiswa teknik dan 4 juru gambar. Tim Issigonis ini kemudian berhasil membuat prototype Mini yang diberi julukan "The Orange Box" karena warnanya oranye. Prototype Mini ini kemudian dijual pada tahun 1959 oleh Morris dengan nama Morris Mini Minor dan Austin dengan nama Austin Se7en (dibaca : Seven). Nama mobil ini kemudian lebih dikenal dengan nama Mini karena versi Morris ini lebih populer dibanding versi Austin.

Desain Mini ini terbilang revolusioner dimasanya. Mesinnya diletakkan secara melintang didepan dengan gearbox menyatu yang membuat ruang mesinnya bisa begitu kecil dan memaksimalkan ruang kabin. Karena FWD, lantai di ruang kabin bisa datar sehingga memaksimalkan kenyamanan penumpang yang kakinya tidak terganggu oleh terowongan untuk gardan. Karena inovatif inilah layout Mini menjadi populer dan ditiru oleh semua produsen mobil diseluruh dunia.

Mesin yang dipakai mobil ini sebenarnya cukup beragam mulai dari 800cc sampai 1300cc. Mesin yang paling populer sekaligus paling banyak dipakai adalah mesin BMC A series yang memiliki konfigurasi OHV 4 silinder segaris berkapasitas 1000cc. Untuk pasokan bahan bakar ke ruang mesin, digunakan sebuah karburator SU HS2 sidedraft. Tenaga yang dihasilkan mesin ini cukup untuk sekedar transportasi dengan 38Hp pada 4250Rpm dan torsi 71Nm pada 2700Rpm. Transmisinya sendiri pada awalnya digunakan transmisi manual 4 percepatan dan beberapa tahun kemudian diberikan pilihan otomatis 4 percepatan atau manual 5 percepatan.


Karena ukurannya yang kecil, Mini kemudian menjadi sangat populer dan lekat dengan kebudayaan pop Inggris tahun 60an. BMC kemudian membuat marquee tersendiri untuk Mini dengan nama Mini pada tahun 1962. Bersamaan dengan itu, Mini kemudian dibuat menjadi beragam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Pada tahun 1962 muncul Mini sedan yang dibuat oleh Wolseley dengan nama Hornet and Riley dengan nama Elf yang dijual sampai sekitar 1969. Versi wagon diberi nama Mini Traveler untuk yang buatan Morris dan Mini Countryman untuk yang buatan Austin. Versi militer yang punya bentuk lebih garang diberi nama Mini Moke walau akhirnya kurang cocok dipakai militer karena ground clearance yang rendah. Selain itu ada juga varian van (blindvan) dan juga pickup. Wajah Mini secara garis besar tidak berubah sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1959. Perubahan paling radikal terjadi pada tahun 1969 dimana Mini berada dibawah Leyland mengalami facelift dengan mengubah bentuk muka depannya menjadi lebih kotak. Versi mengotak ini diberi nama Mini Clubman.

Mini kemudian diberi nama Mini Cooper setelah John Cooper dari Cooper Car Company yang merupakan teman Issigonis bergabung dengan BMC untuk mengembangkan Mini. Mini yang tadinya hanya bermesin 850cc berubah menjadi 997cc dan kemudian menjadi 998cc. Hasil dari ubahan ini membuat Mini Cooper berhasil menguasai sejumlah balapan internasional seperti reli Monte Carlo tahun 1965 yang kontroversial karena posisi 1 sampai 3 dimenangkan oleh Mini Cooper harus hilang begitu saja karena diskualifikasi yang alasannya tidak logis dan berbau nepotisme.

Kini Mini Cooper di Indonesia sudah menjadi mobil koleksi karena selain ikonik, populasi Mini di Indonesia tidak terlalu banyak. Hal ini membuat harganya terus naik sampai tidak ada pasaran resminya dan tergantung kesepakatan penjual dan pembelinya saja. Kelebihan Mini adalah unik dan ikonik yang membuatnya menjadi car of the century no2 setelah Ford Model T. Walau ukurannya kecil, namun ruang kabinnya tergolong lapang karena rancangan Mini ini yang begitu memaksimalkan ruang kabinnya. Mesinnya sendiri walau kecil namun cukup bertenaga apalagi untuk varian Mini Cooper S yang juga dibekali dengan mesin 1300cc dan 2 karburator. Kelemahannya mungkin hanya ada pada ground clearance yang cukup rendah mengingat mobil ini aslinya hanya memakai ban berukuran 10 inch.

Spesifikasi Morris Mini ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Morris Mini
Jenis Hatchback
Tipe ADO15
Mesin BMC A series OHV 848 - 1275cc
Bore X Stroke 62.9 X 68.26 mm (848cc)
64.58 X 76.2 mm (998cc)
70.6 X 81.28 mm (1275cc)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.036 mm
Panjang 3.054 mm
Lebar 1.397 mm
Tinggi 1.346 mm

2 Responses to "Morris Mini & Austin Seven (Mini Cooper)"

  1. mini cooper jadul harganya kurang lebih sama dengan mini cooper baru di indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal 10 tahun yg lalu paling cuma 50an...

      Delete