Volvo 850

Volvo 850 sedan

Mobil Volvo di Indonesia identik dengan pejabat tinggi jaman orde baru. Ini dikarenakan mobil-mobil Volvo yang sering digunakan sebagai kendaraan dinas para mentri kabinet Pembangunan. Walau terkenal sebagai mobilnya mentri yang pastinya sudah terbayang orang berusia lanjut, Volvo sebenarnya sempat mendatangkan Volvo 850 yang bisa dibilang mobilnya anak muda. Mobil yang dijual antara 1995 sampai 1997 ini kemudian digantikan oleh Volvo S70 untuk versi sedan dan V70 untuk versi wagon. Volvo 850 ini menjadi Volvo penggerak roda depan pertama dari Volvo yang dijual di Indonesia.

Secara ukuran, Volvo 850 bersaing dengan BMW seri 3 atau Mercedes-Benz C-class. Mobil ini masih mencirikan Volvo jaman dulu dengan bodi serba kotak khas mobil pejabat. Pilihan bodi yang tersedia ada sedan 4 pintu dan station wagon 5 pintu walau populasinya jarang di Indonesia. Mengapa Volvo 850 dibilang Volvonya anak muda? salah satu alasannya ada pada pilihan warnanya. Berbeda dengan Volvo dijaman itu yang kebanyakan berwarna hitam, Volvo 850 tampil nyentrik dengan pilihan warna gaul seperti kuning dan ungu.

Ada beberapa varian Volvo 850 yang beredar di Indonesia. Versi paling banyak beredar adalah Volvo 850 GLT SE yang merupakan Volvo 850 CKD rakitan Indonesia. Volvo 850 SE memakai mesin Volvo B5254S2 atau yang populer disebut modularblock dengan konfigurasi 5 silinder segaris 2500cc DOHC tanpa turbo yang menghasilkan tenaga sebesar 170Hp. Varian CKD lainnya adalah Volvo 850 T5 yang masih bermesin modularblock B5234T5 dengan konfigurasi 5 silinder segaris 2500cc DOHC 20 valve. Bedanya, varian T5 ini sudah dilengkapi turbo yang membuat tenaganya melonjak hingga 230Hp. Kebanyakan Volvo CKD ini memakai transmisi otomatis Aisin AW50-42LE 4 percepatan.

Selain Volvo 850 CKD, ada juga Volvo 850 CBU dimana versi CBU ini menggunakan mesin Volvo B5202FS dengan konfigurasi 5 silinder segaris SOHC 10 valve tanpa turbo yang berkapasitas 2000cc. Varian langka ini memiliki spesifikasi dan fitur dibawah varian CKD walau harganya mirip. Perbedaan antara varian CKD dengan CBU ini selain mesin antara lain jok kulit dan power window seluruh pintu yang terdapat pada varian CKD.

Kelebihan Volvo 850 ada pada layoutnya yang front wheel drive sehingga ruang kabin terasa lebih lapang karena tidak adanya terowongan untuk gardan belakang. Ukurannya yang lebih kecil dibanding Volvo 900 series dan FWD membuatnya lincah dan tak heran Volvo 850 ini bisa sangat kompetitif diajang BTCC (British Touring Car Championship) walau tadinya sempat diremehkan karena ikut serta dengan bodi wagon. Mesin bawaan 850 juga terasa sangat kencang apalagi untuk varian turbonya. Selain itu mobil dengan body yang lebih pendek, jok lebih ergonomis dan sporty dibanding Volvo 900 series ini memiliki berat yang lebih ringan serta konsumsi BBM yang lebih irit sedikit.

Kelemahan Volvo 850 menurut saya ada pada mesinnya yang lebih canggih dibanding mesin Volvo 200, 700 dan 900 series yang lebih sederhana. Ini membuat perawatannya lebih rumit. Untuk versi mesin 2000cc, sparepart menjadi kendala karena tidak ada subtitusinya dengan Volvo lain kebanyakan di Indonesia. Karena kelasnya hanya compact executive car, jangan harap kenyamanan mobil ini bisa setara dengan Volvo 940 atau 960. Selain itu, karena aslinya mobil ini membutuhkan bahan bakar berkualitas baik, terkadang jika dipaksakan memakai bensin berkualitas rendah mesin akan terasa ngelitik dan boros bensin terutama untuk varian turbonya.

Spesifikasi Volvo 850 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Volvo 850
Jenis Sedan
Tipe 850
Mesin B5202FS SOHC 10v 2000cc
B5254S2 DOHC 20v 2500cc
B5234T5 DOHC 20v turbo 2500cc
Bore X Stroke 81.0 X 77.0 mm (2000cc)
83.0 X 90.0 mm (2500cc)
Sistem Bahan Bakar Injeksi
Transmisi Otomatis 4 Speed
Manual 5 Speed
Wheelbase 2.664 mm
Panjang 4.661 mm
Lebar 1.760 mm
Tinggi 1.445 mm

2 Responses to "Volvo 850"

  1. volvo seri 7,8,9 bentuknya mirip semua..kaya rudal. Tapi ternyata mesinnya ngeri juga ya ada yg turbo segala

    ReplyDelete
    Replies
    1. mobil enak, kencang lagi
      anehnya kok harganya jeblok

      Delete