BMW Motorrad R25

BMW R25 3

Setelah kekalahan Nazi Jerman di perang dunia 2, perusahaan otomotif seperti BMW dilarang membuat dan memproduksi kendaraan sebelum memperoleh ijin dari pihak sekutu. BMW akhirnya kembali memulai produksi motornya pada tahun 1947 atas ijin Amerika Serikat. Sialnya, karena pabrik BMW di Munich hancur dibom, BMW memindahkan semua peralatan, blueprint rancangan dan sebagainya ke pabrik BMW di Eisenach (Jerman timur) yang dikuasai oleh Uni Soviet. Sebagai negara komunis, jelas Uni Soviet tidak mau mengembalikan pabrik dan perlatan milik BMW karena semua perusahaan dikuasai negara. Oleh sebab itu BMW harus memulai dari nol untuk membuat motor dengan mencontek BMW R23 yang dibuat sebelum perang dan dibuat ulang menjadi BMW R24. Versi revisi dari BMW R24 ini muncul pada 16 Febuari 1949 dengan nama BMW R25.


Pada dasarnya, BMW R25 merupakan motor tua BMW R23 yang difotokopi menjadi R24 dan kemudian disempurnakan. Mesin yang dipakai motor ini masih berupa mesin 4 tak 1 silinder pendingin udara yang terpasang vertikal tegak lurus dengan konfigurasi OHV 2 valve dan berkapasitas 250cc. Tenaga yang dihasilkan motor ini memang tidak besar karena hanya mencapai 12Hp pada 5600Rpm. Untuk transmisinya, BMW membekali motor ini dengan transmisi manual 4 percepatan. Yang unik dari motor ini adalah penggerakknya dimana untuk menggerakkan roda belakang, digunakan gardan. Mesin ini juga disangkan ke mobil mikro BMW yang bernama BMW Isseta.

Pertama kali muncul pada tahun 1950, BMW R25 keluaran pertama yang disebut juga dengan nama BMW R25/0 memiliki ciri berupa per jok vertikal dan suspensi depan upside-down tanpa peredam hidrolikserta suspensi plunger dengan penutup atas model knop dibelakang. Selain itu, ukuran tangki yang dipakai juga lebih kecil dengan laci toolbok yang berada di bagian atas. Versi pertama ini muncul sampai tahun 1951 saja. Antara tahun 1951 sampai 1953, BMW menghadirkan varian revisi yang kemudian disebut dengan nama BMW R25/2. Perbedaan dengan varian pertama ada pada per jok horisontal, suspensi teleskopik didepan dan suspensi belakang. Mulai dari Oktober 1953 sampai 1955, varian terakhir dari R25 muncul dengan nama R25/3. Perbedaanya dengan varian sebelumnya selain suspensi depan dan belakang serta mesin yang sedikit lebih bertenaga, dibagian tangkinya kini membesar dengan laci toolbox yang berada disisi kiri.

Selain berbentuk motor roda 2, BMW R25 juga memiliki varian sespan atau kereta samping alias sidecar. Dibagian mesin dan transmisi, varian sespan hanya beda pada rasio gigi gardan dimana rasionya dibuat khusus untuk sespan dimana berat totalnya menjadi 450Kg. Sespan  bongol yang terpasang disisi kanan pada R25/0 dan R25/2 sementara pada R25/3 ada varian yang memakai bongol disebelah kiri. Yang unik dari sespan ini adalah posisinya yang miring. Dibuat dengan sudut yang berlawanan agar terjadi saling melawan arah laju supaya didapat keseimbangan arah. Prinsipnya mirip dengan sudut camber pada mobil namun khusus untuk motor hanya ada sudut chamber saja tanpa toe in/out karena perpindahan arah sepeda motor menggunakan gerak parabolik.

Kini populasi motor ini sudah langka dijalanan. Selain karena berat dan kurang tenaga, sebagai motor antik tentunya lebih pas untuk dijadikan garage queen dan baru dipakai diakhir pekan daripada dipakai untuk harian. Harga motor ini sudah termasuk mahal karena untuk kondisi bahan saja bisa mencapai 30an juta lebih.

Spesifikasi BMW Motorrad R25 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi BMW Motorrad R25
Jenis Sepeda Motor
Tipe R25
Mesin 1 silinder OHV 247cc
Bore X Stroke 68.0 X 68.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase N/A
Panjang N/A
Lebar N/A
Tinggi N/A

0 Response to "BMW Motorrad R25"

Post a Comment