Toyota Celica TA22

Toyota Celica coupe TA22

Sebelum tahun 1970, Toyota sebenarnya sudah punya 2 model mobil sport yang bernama Toyota 800 dan Toyota 2000GT. Sayangnya, Toyota 800 terlalu kecil untuk pasar selain JDM dan Toyota 2000GT terlalu mahal karena dibuat secara hand made. Untuk meningkatkan image Toyota di tanah Amerika sekaligus menjawab tantangan Ford yang membuat pony car mereka yang bernama Mustang, Toyota akhirnya membuat pony car mereka sendiri yang diberi nama Toyota Celica yang namanya kalau dibahasa Indonesiakan kurang lebih berarti surgawi, sempurna atau berhubungan dengan surga.


Steyr Puch Haflinger 700AP

Steyr Puch Haflinger 700AP

Kecil tidak selalu berarti inferior dibanding yang besar. Salah satu bukti nyatanya adalah Steyr Puch Haflinger tipe 700AP ini misalnya. Mobil kecil dengan kemampuan off road yang cukup handal ini bahkan pernah dipakai oleh TNI untuk melakukan operasi Trikora pada era 60an dulu. Mobil dengan berat sekitar 600kg dan daya angkut 500kg ini juga terkenal handal di medan tempur dan oleh karena itu tidak heran banyak negara memakainya sebagai kendaraan taktis.


Suzuki RC100 Sprinter

Suzuki RC Sprinter

Mendengar kata motor bebek ayam jago, yang terbayang di pikiran pasti sebuah Suzuki Satria F150. Wajara saja motor ini populer karena inilah motor bebek ayam jago dengan performa yang dasyat serta harganya cukup murah karena dirakit di Indonesia. Jauh sebelum itu, Suzuki sebenarnya pernah menghadirkan motor sejenis dengan nama Suzuki Sprinter yang merupakan spin off dari Suzuki RC100 Bravo pada akhir 1980an dulu.


Mitsubishi Galant Pertamina A50

Mitsubishi Galant Pertamina A52

Di Indonesia, Mitsubishi Galant baru resmi diperkenalkan oleh New Marwa yang menjadi ATPM Mitsubishi sebelum berubah menjadi KTB pada tahun 1973 dimana saat itu sudah menginjak generasi ketiga dengan nama Galant Sigma. Oleh karena itulah generasi pertama dari Galant yang memiliki kode A50 seharusnya tidak beredar di Indonesia. Namun, sekitar awal 1970 PT. Pertamina yang baru saja terbentuk berdasarkan merger antara Pertamin dengan Permina pernah mengimpor sejumlah Galant generasi pertama ini dan akhirnya membuat mobil ini mendapat julukan Galant Pertamina.


BMW 02 series 1602 dan 2002 Typ114 / E10

BMW 2002

Setelah kemunculan BMW Neue Klasse (kelas baru) yang menjadi moyang dari BMW seri 5, BMW merasa kalau mereka perlu membuat mobil yang lebih kecil dari Neue Klasse. Neue Klasse yang diperpendek jarak sumbu rodanya inilah yang kemudian menjadi BMW 1600-2 yang kemudian ganti nama menjadi BMW 1602 dengan kode nomenclature Typ114. Untuk versi dengan mesin yang lebih besar, BMW secara internal memberikan kode nomenclature E10 untuk 02 dengan mesin 2000cc non turbo.


Honda N360 & N600

Honda N360 kei car

Setelah sukses dengan Honda seri T pickup dan S roadster, Honda yang saat itu baru tumbuh kemudian ikut bagian dalam pasar kei car yang populer di Jepang dengan Honda seri N. Mobil dengan masa edar yang sangat sebentar (1967-1970) ini merupakan mobil Honda pertama dengan penggerak roda depan yang kemudian hari menjadi spesialisasi mobil Honda. Di Indonesia, mobil ini sempat masuk dan dijual sampai sekitar 1961 dimana Honda Life muncul sebagai penggantinya.


Toyota Kijang Perkasa, Bodi Fiberglass Bisa Minibus Bisa Pickup

Kijang Perkasa Minibus

Toyota Kijang Super merupakan mobil fenomenal di Indonesia karena mobil ini dirasa sangat cocok dipakai oleh semua keluarga Indonesia. Karena permintaan yang begitu tinggi, jadilah banyak bermunculan Kijang minibus versi karoseri lokal yang menyesuaikan permintaan konsumen seperti di post Macam-macam Toyota Kijang Super di Indonesia. Salah satu Kijang karoseri yang cukup unik pada waktu itu adalah Toyota Kijang Perkasa yang dibuat oleh perusahaan karoseri Shelby asal Tangerang dimana karoseri bodi mobil ini dibuat menggunakan material fiberglass.

Jaman dulu, kereta dibuat menggunakan kayu dan kemudian setelah besi ditemukan manusia mulai membuat kereta kuda dengan besi atau kombinasi antara kayu dengan besi. Saat mobil pertama kali diciptakan, kombinasi antara kayu dan logam inilah yang dipakai untuk membuat mobil. Lama kelamaan seiring perkembangan teknologi, besi, baja, aluminium, fiberglass bahkan carbon fiber yang awalnya dipakai untuk teknologi pesawat luar angkasa mulai diterapkan untuk membuat mobil produksi massal. Kembali ke fiberglass, pada awalnya material ini dipakai sebagai pelapis panas karena sifat fiberglass yang tahan panas dan tidak menjadi konduktor panas. Namun karena murah dan cukup kuat, industri otomotif mulai melirik material ini sebagai material untuk membuat kendaraan. Tercatat ada beberapa mobil yang memakai bodi iberglass seperti misalnya Chevrolet Corvette, Lotus Europa, Lotus Elan sampai hampir semua mobil replika.

Kelebihan fiberglass ini adalah memangkas bobot kendaraan yang mengakibatkan berat mobil ini sangat ringan untuk kelas minibus. Sebuah Toyota Kijang Super pickup sasis pendek yang menjadi dasar mobil ini memiliki berat 1060Kg. Tidak jauh beda dengan Kijang Perkasa yang memiliki berat 1160Kg. Sebagai perbandingan, Toyota Kijang Super minibus karoseri Superior Coach yang memakai bahan plat besi untuk bodinya memiliki berat sebesar 1470Kg. Selain itu karena sifat fiberglass, bodi mobil ini tidak akan berkarat seperti halnya mobil tua lainnya yang memakai bodi yang terbuat dari besi. Karena pada awalnya fiberglass diciptakan oleh Russell Games Slayter sebagai material pelapis anti panas, jadilah kabin mobil ini termasuk dingin walau diparkir ditengah lapangan disiang hari.Mungkin karena berbagai kelebihan ini yang membuat Shelby, perusahaan karoseri asal Tangerang Jawa Barat (sekarang Banten) membuat bodi mobil dengan material fiberglass. Selain Kijang Perkasa, karoseri ini juga membuat Shelby Patriot yang berasal dari Daihatsu Zebra.

Kijang Perkasa fiberglass body

Kijang Perkasa mengambil basic dari Toyota Kijang KF40 atau Kijang dengan sasis pendek. Bagian kabin depan, kap mesin, serta pintu masih memakai material logam untuk bodinya. Fitur yang ditawarkan untuk Kijang karoseri ini cukup lengkap dan unik. Spion depannya dibuat besar memakai spion Carry 1000 minibus yang memiliki 2 tangkai. Ban cadangan Kijang Super yang aslinya berada di kolong sebelah kanan dibelakang pintu pengemudi dipindahkan ke pintu belakang seperti mobil jip. Untuk mendongkrak tampilan, dibagian depan diberi bullbar besi serta side skirt, fender dan bumper custom yang terbuat dari fiberglass.

Bagian paling menarik dari Kijang karoseri ini adalah kabin belakangnya dimana kabin belakang mobil ini bisa dilepas. Ini membuat mobil ini memiliki 2 bentuk yang pertama minibus yang kedua landaulet atau pickup kalau jok belakang dan tengahnya dihilangkan. Di STNK, mobil ini ditulis jenisnya minibus walaupun bisa diubah sendiri menjadi pickup lalu balik lagi menjadi minibus. Atap kabin depannya juga bisa dibuka menjadikannya karoseri Kijang dengan "sunroof" pada waktu itu. Selain "sunroof", untuk atap kabin belakangnya diberi tambahan berupa roof rail yang mengesankan Kijang ini bukanlah minibus melainkan "jip".

Sayangnya kini mencari Kijang karoseri unik ini sudah cukup sulit. Entah dimodifikasi atau pesanan dulunya, namun kalaupun ada biasanya atap belakangnya sudah dibuat menyatu sehingga tidak bisa dilepas. Populasinya juga sedikit mungkin karena hanya beredar di sekitaran Tangerang dan bentuknya tidak semua orang suka.

Toyota Celica T230 & T231

Toyota Celica SS-I T230

Setelah sekian lama, akhirnya importasi kendaraan secara CBU kembali diperbolehkan pada tahun 1999. Bagi orang yang uanggnya masih sisa setelah krismon 1998, tentu ini merupakan kabar yang menggembirakan karena akhirnya mereka bisa membeli mobil yang lebih bagus daripada mobil CKD Indonesia. Salah satu mobil CBU yang cukup populer pada saat itu adalah Toyota Celica generasi terakhir dengan kode T230 dan T231.


Datsun SSS (Super Sport Sedan) di Indonesia

Datsun SSS logo

Jaman akhir 60an dan awal 70an (bahkan sebenarnya sejak akhir 1950an) mobil buatan Jepang di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia dikenal sebagai mobil murahan yang hanya pas dijadikan rumpon dilaut. Tapi bukan Jepang namanya kalau langsung menyerah hanya dengan perkataan begitu saja, Nissan (Datsun) kemudian berekspansi ke ajang motorsport untuk membuktkan bahwa mereka juga bisa membuat mobil berperforma tinggi. Agar masyarakat dapat merasakan langsung sensasi sport dari Datsun, Nissan Motor kemudian membuat trim level atau varian sport dari mobil sedan mereka yang diberi nama SSS.


Mitsubishi Pawma XL300 atau Charade Monza

Mitsubishi Pawma XL300 GP

Bicara mengenai mobil sport Mitsubishi era 80an sampai awal 90an, yang terbayang pasti sebuah Mitsubishi Starion Turbo yang sempat akan berkompetisi di reli group B, Mitsubishi GTO alias 3000GT yang merupakan grand tourer canggih, Mitsubishi FTO yang menjadi sportscar ringan merk tiga berlian atau Mitsubishi Eclipse yang dipakai Paul Walker dalam film Fast and Furious pertama. Namun taukah anda kalau sebenarnya masih adalagi mobil sport dalam tanda kutip dari Mitsubishi yang hanya ada di Indonesia? nama mobil ini adalah Mitsubishi Pawma.