Nissan Sentra Kotak B12

Nissan Sentra B12

Nissan Sentra diperbarui pada tahun 1985 hampir bersamaan dengan tujuan Nissan saat itu yang "menendang" nama Datsun dan menggantikannya dengan Nissan. Di Indonesia, Sentra B12 yang diperkenalkan pada tahun 1988 ini dijual dengan nama Sentra. Mobil ini dijual terlambat karena pada saat itu Wahana Wirawan sebagai ATPM Nissan di Indonesia masih sibuk dengan Nissan Sunny B11 dan Datsun Stanza yang saat itu dijual khusus untuk fleet taksi.


GAZ M13A Chaika Bung Karno dari Nikita Khrushchev

GAZ Chaika Soekarno

Indonesia jaman 50 dan 60an dulu punya hubungan yang istimewa dengan Uni Soviet yang sebenarnya sedikit aneh karena Uni Soviet berideologikan komunisme sementara Indonesia tidak. Kalau diibaratkan, mungkin kedua negara ini sudah seperti ABG yang baru jadian atau orang baru nikah karena kedekatan kedua negara ini. Dikutip dari buku "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" yang ditulis oleh Cindy Adams, suatu hari pada saat Nikita Khrushchev sedang berkunjung ke istana Bogor, presiden Sukarno mengatakan kalau salah satu WC di istana bogor rusak. Pada tanggal 6 Juli 1961, Nikita Khrushchev kemudian mengirimkan 1 toilet beserta sebuah mobil GAZ Chaika M13 limousine berwarna hitam.


Daihatsu Taft & Rocky F70, F73, F75, F78

Daihatsu Taft Rocky

Daihatsu memperkenalkan pengganti dari Tat Kebo pada tahun 1985. Sayangnya, karena pajak kendaraan 4WD di Indonesia dimahalkan pada tahun 1984 dengan dalih mobil 4WD banyak dipakai pribadi membuat ATPM menghadirkan varian 2WD atau jip banci agar harganya tetap murah. Ciri khas dari Daihatsu Taft sejak awal bahkan sampai seri F70 ini adalah penggunaan sistem gerak 4WD. Untuk mempertahankan ciri khas, Daihatsu kemudian memisahkan generasi Taft kedalam beberapa varian dimana Taft tetap memakai mesin diesel 2800cc. Untuk versi diesel 2WD Daihatsu menjual Taft jip banci ini dengan nama Daihatsu Hiline sementara untuk versi bensin 2WD diberi nama Daihatsu Feroza.


Daihatsu Taft Hiline F69

Daihatsu Hiline GTL

Daihatsu Hiline merupakan penerus dari Daihatsu Taft F10 dan F50 yang lebih akrab disapa Taft kebo. Perbedaanya dengan Daihatsu Taft yang punya model mirip adalah mobil ini memakai bodi yang dibuat oleh perusahaan karoseri lokal. Alasannya, sebelum 1996 pemerintah Indonesia mewajibkan setiap mobil dengan sasis ladder frame yang dijual di Indonesia harus memakai bodi yang dibuat oleh karoseri kecuali mobil yang entah mengapa dianggap memakai sasis monokok seperti Mazda E2000 misalnya. Selain itu, mobil ini hanya tersedia dengan penggerak 2 roda belakang berbeda dengan Taft yang penggerak 4 roda untuk mengisi celah karena pada tahun 1984 pemerintah Indonesia membebani pajak tamahan untuk kendaraan penggerak 4 roda. Khusus untuk di Indonesia, mobil yang diproduksi antara 1986 sampai 2007 ini memakai kode F69.


Kia Sportage I NB-7

Kia Sportage I NB-7 grand wagon

Selain sedan S515, city car S213i, dan wagon SW516i, Timor berencana membuat SUV atau jip yang diberi nama J520i. Jip Timor ini dipromosikan sendiri oleh Tommy Soeharto pada awal tahun 2000 yang sayangnya gagal terlaksana karena Timor harus tutup duluan. Jip Timor ini masih sama seperti mobil sedannya, mengambil basis dari Kia yang diganti merknya. Mobil Kia yang dijadikan basisnya adalah Kia Sportage generasi pertama yang sebenarnya sudah ada sejak 1993.


Nissan Infiniti I30 (Cefiro A32)

Nissan Cefiro A32 Infiniti I30

Di akhir 1980an menjelang 1990an, pabrikan Jepang berlomba-lomba membuat divisi mewah yang menjual mobil varian mewahnya untuk pasar Amerika Serikat. Honda membuat Acura, Toyota membuat Lexus dan Nissan membuat Infiniti. Walau Toyota dan Honda lebih dahulu membuat Lexus dan Acura, namun di Indonesia Nissan bergerak lebih cepat dengan menghadirkan Infiniti terlebih dahulu ke Indonesia. Mobil Infiniti pertama di Indonesia masuk pada akhir 1996 dengan model Infiniti I30 atau yang sebelumnya sempat dijual dengan merk Nissan Cefiro A32.


Toyota Corona Mark ii RX60

Toyota Corona Mark ii RX60

Mengikuti kemauan pasar yang saat itu sedang tumbuh pesat, dijaman 80an dulu Toyota menghadirkan banyak sekali varian sedan baik di Jepang maupun di Indonesia. Bagi yang suka nyetir sendiri, Toyota menyediakan Corolla DX, untuk yang ingin lebih nyaman, ada Corona sementara untuk yang kemana-mana disupirin, ada Toyota Crown. Untuk mengisi celah antara Crown dengan Corona, Toyota kemudian menghadirkan Toyota Corona Mark ii yang dibuat untuk mereka yang ingin nyetir sendiri tapi masih pantas disupirin pada tahun 1981. Diluar sana mobil ini lebih dikenal dengan nama Cressida. Walau memakai nama Corona, namun mobil ini berbeda jauh dengan Corona karena awalnya mobil ini berbasis Corona namun seiring perkembangannya Toyota membuat platform baru untuk mobil ini dengan kode X.


Honda Vario & Vario CBS Techno Karbu

Honda Vario 110 & Techno karbu

Dipenghujung 2006, Astra Honda Motor akhirnya ikut terjun di pasar motor matic nasional dengan menghadirkan Honda Vario. Berbeda dengan motor matic saat itu yang tampil ramping dan kecil, Honda menjual Vario dengan ukuran yang lebih besar dengan berbagai fitur yang belum ada pada motor matic lokal di Indonesia. Pada awalnya, motor ini dikembangkan dan dijual di Thailand oleh AP Honda dengan nama Honda Click untuk generasi pertama dan Honda Click i untuk versi selanjutnya. Di Indonesia generasi pertama dikenal dengan nama Vario Agnes karena bintang iklannya oleh Agnes Monica.


Timori Sepeda Motor Nasional dari Timor

Blueprint Timori Cagiva Roadster 521

Selain proyek mobil nasional, Timor Putra Nasional juga sebenarnya sempat membuat proyek sepeda motor nasional. Motor ini sedianya akan diproduksi oleh PT. Timor Putra Bangsa yang menjadi anak perusahaan dari Timor Putra Nasional. Sedianya motor nasional ini kelak akan diberi merk Timori yang entah dari mana asalnya maupun apa kepanjangannya. Proyek ini sudah dimulai sejak sekitar 1996 namun harus berhenti beberapa saat setelah kerusuhan Mei 1998 yang mengakibatkan gagalnya motor ini dijual ke masyarakat Indonesia.


Morina (Mobil Rakyat Indonesia)


Dunia memulai kembali peradabannya setelah semuanya hancur karena perang dunia kedua. Ditengah masa pembangunan, tentunya diperlukan sebuah kendaraan untuk mengangkut baik manusia maupun barang namun sayangnya, harga mobil masih termasuk sangat mahal. Tidak heran kalau kemudian pabrikan mobil kemudian berlomba-lomba membuat mobil yang murah dengan cara mengecilkan ukurannya agar lebih irit biaya produksinya. Selain itu, ada juga pabrikan yang membuat mobil dengan rancangan dan bentuk yang sangat sederhana dengan nama BTV (Basic Transportation Vehicle) atau BUV (Basic Utility Vehicle). General Motor (GM) misalnya, kemudian membuat BUV yang sesampainya di Indonesia diberi nama MORINA yang merupakan singkatan dari Mobil Rakyat Indonesia.