Morina (Mobil Rakyat Indonesia)


Dunia memulai kembali peradabannya setelah semuanya hancur karena perang dunia kedua. Ditengah masa pembangunan, tentunya diperlukan sebuah kendaraan untuk mengangkut baik manusia maupun barang namun sayangnya, harga mobil masih termasuk sangat mahal. Tidak heran kalau kemudian pabrikan mobil kemudian berlomba-lomba membuat mobil yang murah dengan cara mengecilkan ukurannya agar lebih irit biaya produksinya. Selain itu, ada juga pabrikan yang membuat mobil dengan rancangan dan bentuk yang sangat sederhana dengan nama BTV (Basic Transportation Vehicle) atau BUV (Basic Utility Vehicle). General Motor (GM) misalnya, kemudian membuat BUV yang sesampainya di Indonesia diberi nama MORINA yang merupakan singkatan dari Mobil Rakyat Indonesia.


Sejarah awal Morina ini bermula ketika pemerintah saat itu mengeluarkan kebijakan KBNS atau Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana yang dikeluarkan oleh pemerintah guna meningkatkan investasi dibidang industri otomotif Indonesia. PT Garmak Motor yang memegang merk dan sub merk GM di Indonesia kemudian membuat BTV ini setelah sebelumnya sudah ada Kijang yang dibuat oleh Astra sejak 1975. Sama seperti "mobil nasional" lainnya jaman itu, sebanyak 40% komponen mobil ini seperti sasis, body, ban dan aki dibuat didalam negeri. 60% sisanya seperti mesin, gardan, transmisi, shock absorber, dan instrumen-instrumen merupakan barang impor buatan Vauxhall asal Inggris. Oleh Garmak Motor, PT Garuda Diesel ditunjuk menjadi distributor mobil ini. Pada tanggal 11 Juni 1976 mobil ini diluncurkan dengan harga hanya 1.250.000 Rupiah atau selisih 250.000 Rupiah dengan Kijang yang sama-sama berbentuk pickup di acara Pekan Raya Jakarta.

Secara umum, Morina merupakan Bedford HA alias Vauxhall Viva pickup yang memakai sasis serta bodi yang lebih sederhana. Mesin yang dipakai juga masih sama dengan mesin bensin OHV 4 silinder berkapasitas 1256cc. Tenaga yang dihasilkan hanya mencapai 58,5Hp saja namun sudah cukup untuk mengangkut kendaraan seberat 1320Kg dengan muatan maksimal 655Kg ini. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 4 percepatan synchromesh.

mobnas Morina interior belakang

Kendaraan sederhana dari GM ini pada awalnya dirancang oleh Opel A.G yang merupakan bagian dari GM di Jerman. Ketika sasis dan mesinnya sudah jadi, mobil ini kemudian di jual ke negara-negara di Asia, Amerika Latin sampai Afrika. Untuk bodi, kaca dan yang berhubungan diserahkan kepada pabrikan lokal yang menjual mobil ini. Desain bodinya sebenarnya bisa didesain sendiri namun sepertinya hampir semua pabrikan lokal mengambil desain rancangan GM sendiri untuk mobil ini di tiap wilayahnya. Morina memakai bentuk yang lebih modern yang mirip dengan Chato di Guatemala, Cherito di El Salvador, sampai Compadre di Honduras. Desain yang lebih sederhana lagi seperti tanpa pintu juga ada dan salah satu negara yang memakai desain super sederhana ini adalah Malaysia dengan mobil Harimau.

Dengan desain yang sama-sama sederhana seperti kawan-kawannya (Kijang, Sena dan Mitra), Morina ini mungkin yang paling sedikit penjualannya. Diperkirakan kurang dari 1000 unit Morina yang terjual di Indonesia. Mobil yang awalnya didesain untuk kalangan kurang mampu agar mampu berusaha dan memajukan industri kecil yang butuh transportasi ini produksinya dihentikan pada tahun 1980 di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri entah sampai kapan namun sepertinya sebelum 1979 produksi Morina sudah dihentikan terlebih dahulu.

Spesifikasi Morina ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Morina
Jenis Pickup
Tipe GM BTV
Mesin HA OHV 1300cc
Bore X Stroke N/A
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.320 mm
Panjang 3.500 mm
Lebar N/A
Tinggi N/A

0 Response to "Morina (Mobil Rakyat Indonesia)"

Post a Comment