AMC Jeep CJ-7

AMC Jeep CJ-7

Setelah sukses dengan Jeep Mambo atau yang dikenal juga dengan nama CJ-5, Jeep yang saat itu dimiliki oleh AMC (American Motor Corporation) mengeluarkan penerus dari seri Civilian Jeep dengan Jeep CJ-7 pada tahun 1976. Tampilan CJ-7 berubah drastis jika dibandingkan CJ-5 karena ukurannya yang membesar. Walau didaulat sebagai pengganti CJ-5, namun CJ-7 ini dijual bersamaan dengan CJ-5 karena permintaan akan CJ-5 yang masih bagus sampai 1983 dimana AMC kemudian memaksa penghentian produksi CJ-5 agar CJ-7 naik penjualannya.


Masih mencirikan sebuah Jeep dengan grill vertikal 7 lubang yang dipakai sejak jaman perang dunia kedua, CJ-7 ini terkesan macho dan garang. Mobil ini terbagi menjadi 2 varian yaitu CJ-7 untuk yang memakai sasis pendek dengan 3 pintu dan sasis panjang yang diberi nama CJ-8. Di Amerika sana, mobil ini ditawarkan dalam berbagai trim level seperti Renegade, Golden Eagle, Golden Hawk, dan Laredo sampai versi edisi terbatas seperti Limited dan Jamboree Commemorative Edition. Perbedaan antar trim levelnya ada pada tahun produksi, mesin sampai pilihan aksesorisnya. Di Indonesia sepertinya hanya tersedia varian dasar.


Mobil ini pertama kali muncul dengan pilihan mesin AMC seri 6 silinder segaris berkapasitas 4200cc dengan karburator. Mesin OHV 258cu ini terkenal reliable, cukup murah dan torsinya nendang untuk ukuran mobil Amerika jaman itu. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 98Hp dan torsi 261Nm. Pada tahun 1981, Jeep juga mengeluarkan varian diesel dari CJ-7 dengan mesin Isuzu C240 dengan konigurasi OHV 8 valve 4 silinder 2400cc. Mesin diesel ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 68Hp dan torsi 145Nm. Berbeda dengan mesin bensin yang boros, mesin diesel ini jauh lebih irit bahan bakar walau populasinya cukup jarang karena jaman dulu orang kurang suka dengan mesin diesel kecuali untuk bus dan truk. Untuk transmisinya, digunakan transmisi manual 4 percepatan.

Pesaing CJ-7 adalah Toyota Land cruiser alias Hardtop FJ40 dan BJ40. Kedua jip ini dijamannya bersaing ketat karena Land Cruiser banyak dipakai institusi negara dan perkebunan sementara CJ-7 populer dikalangan sipil karena bentuknya yang macho dan harganya yang lebih murah. Pada tahun 1982, FJ40 bensin dihargai 8 juta sementara BJ40 12 juta dengan kelebihan transmisi 4 percepatan. CJ-7 sendiri saat itu dijual sekitar 7 juta untuk versi bensin dengan kelebihan transmisi yang sudah 4 speed sementara CJ-7 diesel hanya 8 juta rupiah saja. Kepopuleran CJ-7 ini bertahan kira-kira sampai 1984 dimana pada saat itu pemerintah orde baru menaikkan pajak kendaraan 4WD karena dianggap barang mewah berhubung penggunaannya lebih banyak kalangan pribadi.

Terlahir sebagai mobil 2 alam yang pertama muncul pada dasawarsa 70an membuat jangan berharap akan fitur-fitur fancy yang tersedia pada mobil ini. Untuk keselamatan, sudah disediakan collapsed steering column yang membuat kolom setir jatuh sendiri agar tidak mencederai penumpang saat terjadi tabrakan. Selain itu, rem depan mobil ini sudah memakai rem cakram yang jarang dipakai di mobil jip jaman itu sementara belakangnya masih teromol. Untuk menambah handling, AMC membekali mobil ini dengan stabilizer dibagian depan.

Kelebihan Jeep CJ-7 ini adalah kenyamannya yang jauh diatas jip sekelas dijamannya walau masih memakai per daun depan belakang dan sasis ladder frame yang cukup lentur untuk ukuran mobil yang sering diajak kerja keras. Setirnya yang walau besar dan terlihat berat, namun radius putar mobil ini cukup kecil dibanding jip sekelasnya sehingga masih enak dipakai untuk putar balik atau terabas hutan. Konsumsi bahan bakarnya biasa saja untuk versi bensin dimana angka 1:3 atau 1:4 untuk dalam kota yang lancar sudah biasa. Versi dieselnya jauh lebih irit dibanding versi bensinnya walau harus dikompensasi dengan tarikannya ayng terasa kurang.

Kelemahan CJ-7 ada pada kekuatan sasisnya dimana sasis mobil ini lentur karena jumlah cross membernya lebih sedikit dibanding sasis jip sekelas. Sasis lentur ini memang enak karena terasa nyaman dinaiki walau berakibat kurang mantab dipakai offroad berat langsung. Axle belakang mobil ini juga terkenal kurang kuat dimana gigi splinenya mudah patah karena desain two piece yang diusung. Bagi yang terbiasa dengan mobil yang lebih baru dan lebih nyaman dan advance, CJ-7 ini juga terasa kurang nyaman kala mengerem sehingga disarankan untuk jaga jarak dengan mobil didepannya.

Spesifikasi AMC Jeep CJ-7 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi AMC Jeep CJ-7
Jenis Jip
Tipe CJ7
Mesin AMC 252 OHV 4200cc
Isuzu C240 OHV 2400cc
Bore X Stroke 95.0 X 98.9 mm (bensin)
88.0 X 92.0 mm (diesel)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.370 mm
Panjang 3.759 mm
Lebar 1.740 mm
Tinggi 1.720 mm

0 Response to "AMC Jeep CJ-7"

Post a Comment