Mercedes-Benz W120 & W121 Mercy Kentang (Ponton)

Mercedes-Benz W120 180 Ponton Mercy Kentang

Setelah pabrik Mercedes-Benz hancur karena bom pada perang dunia kedua 1942 sampai 1945 di Jerman, Daimler-Benz yang menjadi induk perusahaan Mercedes-Benz hanya bisa menjual mobil-mobil yang dirancang sebelum perang karena produksi mobil Jerman saat itu harus ijin terlebih dulu ke negara-negara sekutu. Sampai tahun 1953 karena kebutuhan akan mobil dengan aksebilitas yang mudah dan harga yang murah untuk dijadikan taksi di Jerman, Mercedes-Benz akhirnya membuat W120 menggantikan W136 yang sudah ada sejak 1936. Di Indonesia, mobil ini lebih dikenal dengan nama Mercy Kentang karena bentuknya yang bulat-bulat mirip kentang sementara diluar negeri mobil ini lebih dikenal dengan nama Ponton Mercedes.


Desain mobil ini serba membulat ala desain era 40 dan 50an yang terkenal dengan nama pontoon. Desain mobil yang pertama muncul pada tahun 1953 pada Mercedes-Benz 180 W120 ini juga dipakai di S-Class W180 alias Mercedes-Benz 220 yang muncul setahun setelahnya dan juga memiliki panggilan yang sama. Perbedaan antara desain mobil yang dibuat oleh Fritz Nallinger ini hanya ada pada ukuran dimana S-class lebih lebar kaca belakangnya serta lebih panjang dibanding 180. Selain itu, beberapa pernik kecil seperti kisi angin didepan hanya terdapat pada 180 dan 190 sementara S-class tidak.


Mobil ini terbagi menjadi 2 varian yaitu W120 untuk yang bermesin 1800cc dengan nama 180 serta W121 untuk yang bermesin 1900cc dengan nama 190. Tipenya sendiri untuk Mercedes-Benz 180 ada 180, 180a, 180b, 180c, 180D, 180Db dan 180Dc dimana 180 menunjukkan variannya, huruf a, b dan c kecil menunjukkan varian fecelift keberapa serta D menunjukkan kalau mobil ini bermesin diesel. Untuk W121 sendiri hanya ada 190, 190b, 190D, 190Db dimana format penamannya juga sama dengan W120. Di Indonesia sendiri konon paling banyak beredar adalah W120 180Db yang sempat digunakan pada Asian Games 1962 di Jakarta, Indonesia.

Seperti paragraf diatas, mesin mobil ini terbagi menjadi 2 yaitu 1800cc dan 1900cc. Mercedes 180 memakai mesin bensin 4 silinder 1800cc dengan kode M136. Untuk 180a, 180b dan 180c memakai mesin bensin 4 silinder 1900cc dengan kode M121 yang sama dengan yang dipakai Mercedes 190 dan 190b. Untuk mesin dieselnya, Mercedes 180D dan 180Db memakai mesin diesel 4 silinder OM636 berkapasitas 1800cc. Untuk 180Dc dan 190D, Mercedes-Benz membekali kedua mobil ini dengan mesin diesel 4 silinder OM621 berkapasitas 1900cc. Untuk menggerakkan roda belakangnya, digunakan transmisi manual 4 percepatan yang umum dipakai mobil djamannya.

Selama masa edarnya antara tahun 1953 sampai 1962, Mercedes-Benz berhasil menjual sebanyak 442.963 unit W120 dan W121. Penjualan terbanyak ada pada W120 180D bermesin diesel dimana mobil yang dipakai sebagai taksi di Jerman barat ini terjual sbanyak 116.485 unit. Di Indonesia sendiri sepertinya mobil ini sudah banyak yang dimuseumkan dan kadang hanya terlihat diacara pameran mobil antik.

Spesifikasi Mercedes-Benz W120 & W121 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Mercedes-Benz W120 & W121
Jenis Sedan
Tipe W120 (1800cc)
W121 (1900cc)
Mesin Mercedes-Benz M136 1767cc
Mercedes-Benz M121 1897cc
Mercedes-Benz OM636 1800cc
Mercedes-Benz OM621 1900cc
Bore X Stroke 75.0 X 100.0 mm (M136)
85.0 X 83.6 mm (M121)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.690 mm
Panjang N/A
Lebar N/A
Tinggi N/A

0 Response to "Mercedes-Benz W120 & W121 Mercy Kentang (Ponton)"

Post a Comment