Ford Galaxie (1965 - 1968)

Ford Galaxie Hamengku Buwono IX

Dasawarsa 60an, ekonomi Indonesia hancur total dan hampir semua rakyat jelata di Indonesia saat itu jatuh miskin. Meski begitu, pilihan mobil mewah asal Amerika Serikat saat itu sepertinya tidak ikut berkurang. Selain Chevrolet Impala, Ford Galaxie yang diproduksi antara tahun 1965 sampai 1968 di Amerika sana juga cukup populer dipakai kalangan kaya saat itu. Pada tahun 1995, nama Galaxie dibangkitkan lagi oleh Ford di Eropa untuk nama sebuah MPV. Untuk membedakan antara Galaxie sedan mewah dengan MPV, nama MPV Ford Eropa ini menjadi Ford Galaxy.


Isuzu Panther Kotak TBR52

Isuzu Panther TBR52 original

Sekarang tahun 1991 dan Anda cuma punya 44 ribu rupiah saat itu untuk berangkat ke Bali dari Jakarta. Kalau menurut Isuzu, kendaraan yang pas untuk dipakai untuk tugas ini adalah sebuah Isuzu Panther generasi pertama dengan kode bodi TBR52 seperti iklannya yang marak diawal kemunculannya selain iklan televisi dengan suara macan mengaum saat mobil ini lewat dan didalamnya terdapat anak kecil yang tidur pulas karena kenyamanannya.


Chevrolet Bel Air (1955 - 1957)


Dasawarsa 50an boleh dibilang era kejayaan mobil Amerika. Setiap 2 atau 3 tahun sekali muncul model baru yang menyesuaikan keinginan sekaligus makin memanjakan konsumen mobil di Amerika Serikat sana. Ditengah maraknya jenis-jenis desain mobil-mobil 50an, mungkin hanya sebuah Chevrolet Bel Air generasi kedua yang dibuat antara 1955 sampai 1957 lah yang patut menjadi ikon mobil Amerika era 1950an.


Dahatsu Fellow L37 & Fellow Max L38

Daihatsu Fellow Max L38F

Daihatsu terutama setelah diambil alih Toyota pada tahun 1967 terkenal sebagai pembuat mobil-mobil kecil dan kompak. Setelah Daihatsu Midget alias bemo, Daihatsu Hijet S37 serta S38 dan sedan Compagno masuk ke Indonesia, Daihatsu kemudian menjual kei car penumpangnya di Indonesia sekitar tahun 1968 setelah pemerintah Indonesia menghitung pajak mobil dibawah 600cc berdasarkan beratnya yang membuat pajak kei car cukup murah berhubung mobil-mobil kei di Jepang pada waktu itu terbatas 360cc saja.


Chrysler / Hillman / Dodge Avenger

Chrysler Hillman Dodge Avenger 1976

Pada dasawarsa 70an, industri mobil Amerika mulai terlihat suram. Alasannya ada berbagai macam mulai dari pengetatan standar emisi pada awal 1970, krisis minyak 1973 sampai mulai munculnya mobil-mobil Jepang yang lebih irit dan handal dibanding mobil Amerika. Padahal 1 dekade sebelumnya, pabrikan Amerika seperti Chrysler seolah bisa terus berekspansi tanpa ada yang bisa mengganggu seperti membeli 30% Rooters Group, pabrikan asal Inggris yang membawahi Hillman, Humber, Singer, Sunbeam, Commer dan Karrier yang semuanya berasal dari Inggris serta Talbot asal Perancis. Bersama dengan Barrieros (Spanyol), semua perusahaan ini kemudian dilebur menjadi 1 dengan nama Chrysler Europe yang menjadi kepanjangan tangan Chrysler di Eropa. Di pasar mobil penumpang Inggris saat awal berdirinya Chrysler Europe, Hillman Minx (juga berbagai versi badge engineered nya) menjadi salah satu mobil yang cukup populer walau sudah dibuat sejak 1931. Agar dapat bersaing, mobil ini kemudian mendapat pembaruan dengan hadirnya Hillman Avenger atau yang dikenal di Indonesia dengan nama Dodge Avenger.


Modifikasi BMW Tua Lampu Kotak

BMW E30 Taifun Square quad headlights

Kalau disuruh mendeskripsikan mobil era 80an dalam 1 kata, kata yang paling pas adalah kotak. Lihat saja desain mobil-mobil 80an yang semua bagiannya mulai dari spion, dashboard, lampu-lampu sampai desain keseluruhan memiliki unsur bentuk kotak. Walau desain serba kotak sangat populer di zaman itu, namun beberapa pabrikan seperti BMW misalnya tidak peduli dan masih tetap keukeuh tetap mengandalkan desain sendiri dengan ciri khas grill ginjal serta lampu bulat. Entah mabuk minum apa semalam, di Jerman sana beberapa tuner dan pembuat bodykit untuk BMW E21, E30 dan E28 kemudian membuat kit lampu kotak untuk BMW 80an tadi.


Suzuki GT125 & GT185 Twin

Suzuki GT125 twin 2 tak

Di jaman 70an dulu, kalau mau ngebut paling tidak motornya harus bermesin 2 tak dan 2 silinder. Bagi penggemar Suzuki jaman itu, Suzuki Stinger memenuhi kriteria dirasa sudah ketinggalan. Oleh karena itu, Suzuki kemudian mengeluarkan motor Suzuki seri GT dengan mesin twin cylinder di Indonesia dengan Suzuki GT125 dan GT185.