Yamaha V series Autolube V50, V75, V80

Yamaha V75


Yamaha pernah mengeluarkan motor bebek bermesin kecil seperti Honda c series. Motor bebek yang dimaksud adalah Yamaha V series dimana yang masuk ke Indonesia antara lain Yamaha V50, V70 dan V80. Di beberapa daerah, motor ini dijuluki Yamaha meri atau Yamaha minthi (Jawa:bebek kecil). Untuk diluar negeri sana, motor underbone ini juga sering dijuluki sebagai Yamaha Step-through.


Meniru kesuksesan Honda Super Cub yang kelak akan menjadi kendaraan bermotor paling banyak terjual diseluruh dunia, desain Yamaha V series ini juga hampir mirip dengan Honda Super Cub yang memiliki konsep mudah dikendarai dan mudah perawatannya. Untuk Yamaha V50 generasi pertama bentuknya hampir mirip Honda Super Cub terutama bentuk lampu depannya yang posisinya sama-sama dibawah stang. Motor ini pertama kali masuk ke Indonesia secara CBU dari Jepang pada tahun 1973. Tak lama berselang, muncul Yamaha V50M yang merupakan facelift dari Yamaha V50 dan Yamaha V75 yang memiliki kapasitas mesin lebih besar. Pada tahun 1978, Yamaha menghentikan produksi Yamaha V50M dan V75 di Indonesia dan menggantikannya dengan Yamaha V80 yang memiliki kapasitas mesin 80cc.

Mesin Yamaha V series pada dasarnya sama. Semuanya menggunakan mesin 1 silinder 2 tak dengan pengapian platina yang kelak digantikan dengan CDI dan pengabut bahan bakar karburator. Yang membedakan antara Yamaha V series adalah kapasitas mesinnya. Yamaha V50 seperti namanya, memakai mesin 1 silinder 2 tak berkapasitas 49cc. Mesin ini hanya sanggup menghasilkan tenaga sebesar 4Hp pada 6000Rpm. Untuk Yamaha V75 masih sama-sama memakai mesin 1 silinder 2 tak namun dengan kapasitas mesin 73cc yang menghasilkan tenaga sekitar 6Hp pada 6500Rpm. Terakhir, Yamaha V80 memiliki kapasitas mesin terbesar dengan ukuran 79cc yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 6,7Hp pada 7000Rpm. Semua mesin ini dipadukan dengan transmisi semi otomatis 3 percepatan.

Fitur motor ini pada umumnya sama dengan kompetitornya pada masanya. Motor ini menggunakan sistem pelumasan Autolube dimana intinya oli samping dipompa otomatis kedalam mesin sehingga tidak diperlukan mencampur oli kedalam tangki bensin yang berkapasitas 5,3 liter. Untuk pendinginan mesin masih mengandalkan pendinginan udara. Pengapiannya untuk yamaha V50 dan V75 masih menggunakan platina sementara Yamaha V80 sudah CDI. Khusus untuk varian Deluxe seperti misalnya pada yamaha V75 Deluxe sudah menggunakan starter elektrik. Untuk pengereman kedua rodanya diandalkan rem teromol di depan dan belakangnya.

Selama ini, mungkin kita mengenal semua motor dengan mesin 2 tak adalah tipe pelari cepat dengan tenaga yang besar dan tentunya sangat haus bahan bakar. Itu tidak salah dan memang seperti itu karakteristik mesin 2 tak. Uniknya, pada Yamaha V series karakteristik mesin 2 tak seperti itu seperti tidak ada karena desain utamanya yang hanya mengejar kemudahan berkendara dan perawatannya yang murah. Top speed motor ini hanya sekitar 60Km/jam saja pada gigi 3. Bahkan saya sendiri pernah mengalami harus turun dan mendorong sebuah Yamaha V75 bersama penumpang dibelakang untuk melewati tanjakan yang sebenarnya tidak terlalu curam. Untungnya kelebihan motor ini adalah pemakaian bahan bakar dan oli sampingnya yang irit. Di brosur iklannya sendiri motor ini mampu menempuh 72Km/liter bensin dan 1200Km/liter oli samping dengan kecepatan konstan 30-40Km/jam di jalanan datar.

Spesifikasi Yamaha V Series ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Yamaha V Series
Jenis Cub
Tipe V50
V50M
V75
V80
Mesin Single Cyl 2 tak 50cc
Single Cyl 2 tak 75cc
Single Cyl 2 tak 80cc
Bore X Stroke 40.0 X 39.7 mm (V50)
47.0 X 42.0 mm (V75)
47.0 X 56.5 mm (V80)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual automatic clutch 3 Speed
Wheelbase 1.170 mm (V50, V75)
1.840 mm (V80)
Panjang 1.840 mm (V50, V75)
1.885 mm (V80)
Lebar 645 mm (V50, V75)
650 mm (V80)
Tinggi 1.006 mm (V50, V75)
1.025 mm (V80)

0 Response to "Yamaha V series Autolube V50, V75, V80"

Post a Comment