Jatayu, Motor Gede Buatan Indonesia

Moge Jatayu Standard II

Indonesia merupakan negara penghasil dan konsumen sepeda motor nomer 3 terbesar di dunia. Namun dari sekitar 7 juta unit pertahun sepeda motor yang diproduksi tadi, hampir seluruhnya merupakan sepeda motor kecil dengan kapasitas mesin paling besar 250cc. Tidak heran kalau pabrikan motor lokal seperti Viar, Happy dan sebagainya di Indonesia lebih sering membuat motor-motor kecil. Meski begitu, jaman 90an dulu sempat ada pabrikan motor lokal Indonesia yang membuat motor besar (moge atau motor gede) dengan nama Jatayu.


Citroën Mehari

Citroën Mehari

Citroën saat itu sama sekali belum pernah membuat kendaraan lintas alam atau jip yang handal melintasi berbagai medan terutama medan Afrika yang menjadi tempat jajahan Perancis sebelum akhirnya merdeka satu persatu. Proyek percobaan Citroën untuk mengatasi masalah ini adalah membuat sebuah Citroën 2CV dengan 2 mesin dan 2 sistem penggerak yang sayangnya terlalu rumit karena kendaraan lintas alam juga perlu sederhana agar bila terjadi kerusakan maka perbaikannya mudah. Setelah beberapa hal, akhirnya Citroën merilis Citroën Mehari yang kurang lebih merupakan versi jip Citroën 2CV. Nama Mehari sendiri berasal dari nama prajurit kolonial Perancis di Algeria yang menunggang unta, méhariste.


Yamaha Jupiter & Jupiter Z

Yamaha Jupiter 100cc

Memasuki awal milenia baru, Yamaha yang tadinya terkenal sebagai pembuat sepeda motor bermesin 2 tak kemudian banting setir ke mesin 4 tak. Setelah "percobaan" dengan Yamaha Crypton, Yamaha kemudian meluncurkan Yamaha Jupiter pada tahun 2001 bersamaan dengan negara-negara Asia Tenggara dimana motor ini dikenal dengan nama Yamaha Spark Re di Thailand, Vega di Filipina dan Lagenda di Malaysia.


Mazda Bongo F1000

 Mazda Bongo F1000

Setelah cukup sukses dengan Mazda B360 dan B600 yang di Indonesia dikenal sebagai Mazda Kotak sabun, Mazda kemudian membuat mobil minibus yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan kotak sabun. Pada tahun 1966, Mazda akhirnya memproduksi Mazda Bongo F800 atas jawaban akan minibus yang lebih besar. Pada tahun 1968, F800 kemudian diperbesar menjadi F1000 yangmana populasinya cukup banyak di Indonesia. Nama Bongo sendiri diambil dari nama spesies antelop Bongo yang hidup diwilayah Afrika sana.


Proton Saga

Proton Saga Indonesia

Perusahaan Otomobil Nasional atau Proton merupakan perusahaan pembuat mobil yang pertama kali didirikan oleh pemerintah Malaysia pada tahun 1983 setelah idenya sudah dikemukakan oleh Perdana Menteri Malaysia saat itu, Dato Seri Mahatir Mohammad. Sebagai perusahaan baru, mendesain mobil sendiri dari 0 tentunya bukanlah hal yang mudah karena selain teknologi yang belum ada juga dana untuk riset yang diperlukan juga cukup besar. Oleh karena itulah Proton kemudian memakai sebuah Mitsubishi Mirage/Lancer Fiore untuk dijadikan basis mobil produksinya yang bernama Proton Saga.