Daihatsu Charade Turbo G11R
Daihatsu terkenal sebagai pembuat mobil-mobil niaga sederhana murah seperti bemo. Ketika Daihatsu kemudian membuat mobil penumpang seperti sedan hatchback di Indonesia, mobil-mobil Daihatsu ini juga masih sama-sama menganut konsep murah dan sederhana yang penting bandel tidak rusak untuk berpindah dari titik A ke titik B. Namun entah apa yang merasuki Daihatsu, pada tahun 1986 hadir varian pedas sedan hatchback Daihatsu dengan Daihatsu Charade Turbo.
Charade Turbo pada dasarnya hadir pada generasi kedua model facelift di Indonesia. Sebenarnya di Jepang yang merupakan tanah kelahirannya sendiri, Charade Turbo sudah ada sejak 1981 sebagai mobil konsep bernama Charade DeTomaso bekerja sama dengan De Tomaso Automobilli dari Italia yang saat itu sedang berencana memperbaru Innocenti Mini yang berbasis Morris Mini menjadi mobil baru dengan teknologi Daihatsu. Charade Turbo baru direaliasasikan pada generasi kedua yang meluncur tahun 1983 di Jepang.
Perbedaan Charade Turbo dan Charade CS Standar
Boleh dibilang, Daihatsu Charade Turbo ini merupakan varian khusus dari Daihatsu Charade CS yang hadir di Indonesia. Kode bodinya sendiri diberi embel-embel R sehingga menjadi G11R untuk membedakannya dengan Charade G11 standar. Tidak hanya itu, yang menarik bila mobil rakitan Indonesia saat itu belum memakai format kode untuk VIN (Vehicle Identification Number) yang berlaku di berbagai negara di dunia sejak 1981, Charade Turbo ini sudah memakai format VIN dengan huruf awalan J yang menunjukkan mobil dari Jepang. Standarisasi kode VIN ini disebutkan dalam ISO 3779 dan ISO 4030. Mobil asal Indonesia sendiri baru memakai format kode VIN dengan huruf MF atau MH sesuai standar internasional sejak 1990an dan sebelumnya langsung menulis kode sasis dengan nomor serial.
Sebagai varian khusus, Daihatsu Charade Turbo ini memiliki perbedaan dengan Daihatsu Charade CS standar. Di bagian eksterior perbedaan utaman selain badge dan stiker ada pada grill dimana Charade Turbo hanya palang tunggal sementara Charade CS palangnya lebih banyak. Dibagian interiornya, jok yang dipakai memakai warna perpaduan merah dan hitam dengan bahan yang masih sama-sama kain. Bentuk joknya berbeda dimana Charade Turbo memakai jok ala semi bucket dengan lumbar support lebih besar. Selain itu, suspensinya sudah dilengkapi dengan stabilizer ganda di depan dan belakang. Kemudian rem depan tetap cakram dengan ukuran yang lebih besar dengan booster sementara bagian belakang masih sama-sama teromol.
Ada 3 tipe yang ditawarkan Astra Daihatsu untuk Daihatsu Charade Turbo di Indonesia. Secara umum, semuanya masih masuk kedalam tipe CS. Perbedaannya hanya ada pada aksesori kecil saja seperti pilihan warna dan semacamnya. Tipe pertama adalah Daihatsu Charade Turbo Standard yang mana persis Charade CS dengan velg kaleng hanya saja terdapat stiker bertuliskan "TURBO" dengan outline merah di pintu belakang dan pintu samping belakang. Selanjutnya ada Daihatsu Charade Turbo Sporty yang mana ciri khasnya adalah warna two tone metalik, spoiler belakang, velg racing berbentuk piring dan ban radial, dan stiker bertuliskan "TURBO" pada bagian bawah cat di pintu. Selanjutnya ada tipe De Luxe yang mana secara tampilan persis Charade Turbo Standard hanya saja sudah memiliki AC, spoiler belakang dan radio/tape dengan cassete player.
Mesin Turbo 3 Silinder
Bagian inti dari Daihatsu Charade Turbo ini adalah mesinnya. Mesin yang dipakai adalah Daihatsu CB60 dengan konfigurasi 3 silinder segaris SOHC 6 valve berkapasitas 993cc. Mesin dengan turbo IHI ini diklaim mampu menghasilkan tenaga sebesar 68Hp pada 5500Rpm dan torsi 106Nm pada 3200Rpm. Secara fisik, ciri khasnya ada pada tutup kotak karburator yang bertuliskan Turbo. Untuk menggerakkan roda depan, tenaga mesin disalurkan melalui transmisi manual 5 percepatan.
Mesin turbo pada Daihatsu Charade ini masih memakai karburator dimana karburator buatan Aisan ini dihubungkan dengan turbo yang sistemnya blow-through. Maksudnya udara dari turbo dihisap dan ditekan melewati karburator. Inilah kenapa karburator Charade Turbo berada didalam kotak atau carburettor hat untuk menjaga agar tekanan udara karburator sama dengan yang dihisap turbo. Tekanan turbo yang dihasilkan mencapai 0,5 sampai 0,7 bar saja. Untuk karburator yang digunakan adalah IHI RBH32 yang merupakan salah satu turbo terkecil yang diproduksi untuk umum dengan housing V-spec VQ4 yang dibuat khusus untuk Daihatsu. Dengan tekanan yang kecil, mesin ini tidak membutuhkan intercooler.
Sayangnya kini banyak unit Daihatsu Charade Turbo yang turbonya dicopot karena rusak. Hal ini terjadi karena pada jaman dulu, banyak orang membiasakan diri untuk ngegas mobilnya sebelum mematikan mesin dengan harapan daya aki terisi sehingga mobil bisa distarter kembali setelahnya. Namun cara ini malah membuat oli yang melumasi baling-baling turbo yang berputar cepat kering mengerak karena panas yang dihasilkan gaya gesek bearing baling-baling namun suplai oli tiba-tiba terhenti padahal baling-baling masih berputar cepat. Alat seperti turbo timer yang sekarang sudah dipasang standar pada mobil dengan mesin turbo bisa mengatasi hal ini namun sayangnya Daihatsu Charade Turbo tidak dilengkapi dengan turbo timer.
Kini Daihatsu Charade Turbo masih bisa didapatkan dengan harga yang murah karena memang nama Charade tidak sementereng Starlet. Secara bentuk juga mirip-mirip dengan Charade CS standar yang membuatnya dipandang sebelah mata. Jika dilihat dari selembar kertas, tenaga yang dihasilkan juga cukup kecil dengan 68Hp, namun mengingat ini tahun 80an dan tenaga Charade NA cuma 55Hp, peningkatan sampai 20% rasanya sudah cukup lumayan dan Charade Turbo punya kelebihan lain seperti bobotnya yang ringan, hanya sekitar 650Kg saja.
Basis Charade Detomaso dan 926R
Charade Turbo kemudian menjadi fondasi untuk dibangunnya Daihatsu Charade DeTomaso. Ada kisah unik mengapa Daihatsu yang membuat mobil murah bisa memakai nama DeTomaso yang membuat supercar. Jadi pada awalnya DeTomaso juga menjual dan memiliki Innocenti yang awalnya merupakan lisensi dari Mini yang dimiliki oleh British Leyland. British Leyland kemudian menarik lisensi Mini yang digunakan Innocenti selain juga karena durasinya yang habis sehingga Innocenti mengembangkan mobil baru dengan desain Bertone. Berhubung, tidak ada mesinnya, Daihatsu kemudian dikontak untuk menyediakan mesin-mesin untuk mobil Innocenti ini. Sebagai balas jasa dan pembayaran mesinnya, Daihatsu diperbolehkan menggunakan nama DeTomaso untuk mobil-mobilnya berhubung pada saat itu Jepang sedang senang dengan merk-merk asing.
Tidak hanya itu, Charade Detomaso juga kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi Daihatsu Charade 926R. Berbeda dengan Charade Turbo yang hanya dibekali mesin 993cc 3 silinder dengan turbo IHI kecil yang diletakkan di depan untuk menggerakkan roda depan. Charader 926R ini memakai mesin yang diletakkan di tengah dengan penggerak roda belakang mirip seperti supercar asli. Karena tujuannya dibuat untuk ikut serta dalam reli grup B, mesin 993cc dikecilkan agar masuk regulasi kelas 1300cc yang mensyaratkan mesin dengan turbocharger kapasitas mesinnya dikali 1,4. Namun sayangnya Charade 926R ini hanya menjadi sebatas mobil konsep saja karena kejuaraan reli grup B yang menjadi tujuan dibuatnya Charade 926R dibubarkan tahun 1986 karena masalah keselamatan.
Spesifikasi Daihatsu Charade Turbo G11R ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi Daihatsu Charade Turbo G11R | |
|---|---|
| Jenis | Hatchback |
| Tipe | G11R |
| Mesin | CB60 SOHC turbo 1000cc |
| Bore X Stroke | 76.0 X 73.0 mm |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator |
| Transmisi | Manual 5 Speed |
| Wheelbase | 2.320 mm |
| Panjang | 3.550 mm |
| Lebar | 1.550 mm |
| Tinggi | 1.390 mm |



Comments
Post a Comment