Innocenti Lambretta 48 / Lambrettino

Moped Innocenti Lambrettino 39cc

Perjalanan dari Bantul menuju ke pusat kota Yogyakarta, sebut saja Malioboro bukanlah perjalanan yang singkat apalagi pada tahun 1970an dimana infrastruktur belum bagus dan transportasi andalan masyarakat Jogja saat itu hanyalah sepeda pancal. Melihat peluang ini, beberapa perusahaan otomotif kemudian berlomba-lomba memasarkan sepeda motor buatan mereka kepada masyarakat Indonesia. Namun karena sepeda motor merupakan barang mewah saat itu, jadilah motor pedal alias moped bisa menjadi alternatif solusi transportasi bagi mereka yang capek mengayuh namun tidak mampu membeli sepeda motor. Salah satu moped yang dijual ini adalah Lambrettino.


Jatayu, Motor Gede Buatan Indonesia

Moge Jatayu Standard II

Indonesia merupakan negara penghasil dan konsumen sepeda motor nomer 3 terbesar di dunia. Namun dari sekitar 7 juta unit pertahun sepeda motor yang diproduksi tadi, hampir seluruhnya merupakan sepeda motor kecil dengan kapasitas mesin paling besar 250cc. Tidak heran kalau pabrikan motor lokal seperti Viar, Happy dan sebagainya di Indonesia lebih sering membuat motor-motor kecil. Meski begitu, jaman 90an dulu sempat ada pabrikan motor lokal Indonesia yang membuat motor besar (moge atau motor gede) dengan nama Jatayu.


Citroën Mehari

Citroën Mehari

Citroën saat itu sama sekali belum pernah membuat kendaraan lintas alam atau jip yang handal melintasi berbagai medan terutama medan Afrika yang menjadi tempat jajahan Perancis sebelum akhirnya merdeka satu persatu. Proyek percobaan Citroën untuk mengatasi masalah ini adalah membuat sebuah Citroën 2CV dengan 2 mesin dan 2 sistem penggerak yang sayangnya terlalu rumit karena kendaraan lintas alam juga perlu sederhana agar bila terjadi kerusakan maka perbaikannya mudah. Setelah beberapa hal, akhirnya Citroën merilis Citroën Mehari yang kurang lebih merupakan versi jip Citroën 2CV. Nama Mehari sendiri berasal dari nama prajurit kolonial Perancis di Algeria yang menunggang unta, méhariste.