Mazda E2000 (Bongo SS)

Mazda E2000

Mazda pernah membuat minibus dan menjualnya ke Indonesia pada era 70an dengan nama Bongo. Setelah vakum cukup lama, Mazda kembali menghidupkan Bongo dengan menghadirkan Mazda E2000 ke Indonesia pada tahun 1996. Mazda E2000 ini sebenarnya merupakan Bongo generasi ke3 yang sudah ada di Jepang sejak 1983. Diluar sana, mobil ini dikenal juga dengan nama Mazda Bongo, Eunos Cargo, Ford Econovan, Ford Spectron, Kia Wide Bongo dan Nissan Vanette yang semuanya dibangun dengan platform Ford-Mazda SS.


Mesin yang dipakai Mazda E2000 versi Indonesia hanyalah mesin Mazda FE 2000cc SOHC 8 valve dengan karburator yang sama seperti Mazda Capella. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 86Hp pada 4500Rpm dan torsi 152Nm pada 2500Rpm. Peletakkan mesin ini sendiri berada dikoling tepat dibawah jok depan seperti minibus tanpa bonet pada umumnya. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 5 percepatan.


Mazda E2000 alias Bongo ini sudah ada sejak 1983 di Jepang. ATPM Mazda saat itu, Indomobil Mazda baru memasarkan mobil ini ke Indonesia pada tahun 1996. Saat itu, Mazda E2000 tersedia dalam 2 varian yaitu standard dan limited. Secara fitur, hampir tidak ada perbedaan antara kedua varian tersebut. Yang menjadi perbedaan ada pada tirai jendela atau gorden serta motif pada jok. Sekitar tahun 1999, Mazda E2000 ini sudah tidak dijual di Jepang namun penjualannya masih lanjut di Indonesia. Pada tahun 2001, Mazda E2000 ini mengalami sedikit penyegaran dengan tambahan fitur berupa CD changer .

Di Jepang, Mazda melakukan facelift pada Bongo sekitar tahun 1992 dan hasil faceliftnya ini bisa dilihat di Indonesia karena versi facelift dari Bongo inilah yang masuk ke Indonesia. Bentuk Mazda E2000 ini masih mengotak dengan moncong yang sedikit lebih maju kira-kira seperti Daihatsu Espass. Ciri khas Mazda E2000 selain pada moncongnya, juga ada pada lampu depan yang memanjang dan kaca yang serba lebar. Untuk mempermanis tampilannya, Mazda Indomobil membekali E2000 ini dengan fitur van JDM seperti warna sliding door, two tone, spion kiri lebih maju posisinya, spion parkir dibelakang dan spoiler wing. Bagi sebagian orang, desain E2000 ini terlihat kurang menawan dan mewah, tapi kalau diperhatikan lagi, desain mengotak ini cukup populer di Jepang sana. Ini membuat Mazda E2000 cocok dimodifikasi mengikuti van culture JDM.

Setingkat diatas kelas minibus biasa, Mazda E2000 ini menawarkan berbagai fitur yang tergolong mewah untuk kelas mobil keluarga 8 penumpang. Power window, power steering dan central lock sudah menjadi fitur standar yang ada dimobil ini. Untuk kemudahan akses keluar masuk penumpang, digunakan pintu geser atau sliding door di bagian tengah sisi kiri. Sisi kanannya tidak dilengkapi sliding door karena disana terdapat cool box atau kulkas untuk menyimpan minuman dan membuatnya tetap dingin untuk dinikmati penumpang belakang. AC double blowernya memiliki peletakan yang unik seperti bus kelas eksekutif sehingga penumpang baris ke3 masih merasakan AC. Pengaturan jok belakangnya bisa begitu leluasa karena selain bisa diratakan, juga untuk jok tengah bisa diputar 360 derajat.

Kelebihan Mazda E2000 adalah nyaman untuk penumpang terutama penumpang belakang. Selain karena jok, suspensi mobil ini juga terkenal lembut dan empuk. Fitur-fitur yang disediakan mobil ini termasuk terlalu legkap di kelasnya. Fitur-fitur tadi malah masih belum umum untuk MPV jaman sekarang seperti jok tengah yag diputar, peletakan AC sampai baris ke3, dan cool box. Kabinnya juga terasa sangat luas karena bentuk luarnya yang hanya kotak namun ukuran keseluruhannya tidak terlalu besar karena mesin yang diletakkan di bawah jok depan sehingga tidak memerlukan bonnet. Akses keluar masuk penumpangnya juga sangat mudah dengan adanya pintu geser. Walau kaya fitur dan nyaman, harga mobil ini lumayan anjlok sehingga cukup 30 sampai 50 juta sudah bisa membawa pulang mobil ini tergantung kondisi.

Kelemahan Mazda E2000 ada pada peletakan mesinnya yang dibawah jok pengemudi sehingga panas mesin rawan masuk kedalam kabin apabila peredamnya sudah kurang. Walau didepan sudah dilengkapi power window, namun untuk penumpang belakang masih mengandalkan jendela geser untuk membuka jendela. Mesin 2000cc karburatornya terasa masih kurang bertenaga untuk mengangkut bodi Mazda E2000 yang berat yang pada akhirnya membuat konsumsi bensinnya bisa dibilang boros. Rata-rata untuk pemakaian dalam kota berkisar 1:6 sampai 1:7 tergantung kondisi mesin. Sparepart mobil ini juga agak sulit dipelosok apalagi Mazda E2000 ini keluar dijaman Mazda masih dipegang Indomobil. Karena masih dijaman Indomobil inilah, ATPM Mazda yang sekarang sering kali menolak mobil ini walau merknya Mazda.

Spesifikasi Mazda E2000 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Mazda E2000
Jenis Minibus
Tipe E2000 SS
Mesin FE SOHC 1998cc
Bore X Stroke 86.0 X 86.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 5 Speed
Wheelbase 2.220 mm
Panjang 4.230 mm
Lebar 1.630 mm
Tinggi 1.835 mm

0 Response to "Mazda E2000 (Bongo SS)"

Post a Comment