Mazda 616 Capella

Mazda 616 Capella

Mazda Capella generasi pertama pertama kali diproduksi pada tahun 1970 dan dijual dikelas antara Familia (808) dengan Luce (929) dan memiliki nomenclature angka 616. Mazda Capella ini dibuat berhadapan dengan Honda Accord, Toyota Corona dan Nissan Bluebird. Pada jaman dulu sewaktu awal kemunculan mobil ini, ada jokes kotor yang mengatakan bahwa Mazda Capella merupakan kepanjangan dari MASih muDA buKAn PErawan LAgi. Padahal nama aslinya diambil dari nama bintang yang paling terang di konstelasi Auriga.

Di Indonesia, Mazda Capella dijual hanya dengan pilihan mesin 1600cc saja. Mesin yang dipakai ini adalah mesin Mazda NA yang memiliki konfigurasi  4 silinder SOHC 8 valve. Mesin yan masih 1 keluarga dengan mesin UC pada MR90 dan Vantrend ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 75Hp pada 5000Rpm dan torsi 111Nm pada 3500Rpm. Transmisi yang digunakan adalah transmisi manual 4 percepatan standar jaman itu. Di Amerika, terdapat varian yang memakai mesin 1800cc. Varian 1800cc ini dikenal dengan nama Mazda 618 dan menjadi Mazda dengan nomenclature 618 terakhir.

Selain mesin piston, Mazda juga menjual Mazda Capella dengan varian bermesin rotary yang diberi nama Capella Rotary di Jepang atau untuk versi non JDM bernama Mazda RX-2. Capella bermesin rotary 12a dan 12b ini memakai konfigurasi 2 rotor dengan total kapasitas mesin 1146cc. Walau kapasitas mesinnya kecil, namun versi tanpa turbo ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 130Hp dan torsi 156Nm. Di beberapa negara seperti Australia misalnya, RX-2 ini masih cukup populer digunakan untuk ajang burnout ataupun drag racing. Biasanya, mesin yang aslinya 2 rotor dibuat menjadi 4 bahkan 6 rotor.
Mazda 616 Capella

Mazda 616 ini hanya diperkenalkan dalam pilihan bodi sedan 2 pintu dan 4 pintu. Model pertama kali keluar, mobil ini sudah termasuk modis dengan lampu depan berbentuk kotak. Memasuki tahun 1974, Mazda kemudian melakukan facelift dengan mengganti lampu depan kotaknya dengan 4 buah lampu bulat yang lebih pasaran pada waktu itu. Di Indonesia, Mazda 616 dengan lampu kotak ini tidak ada karena ATPM Mazda waktu itu belum masuk. Mobil ini baru masuk ke Indonesia sekitar 1976 dan dirakit secara CKD bersama dengan Mazda 929 dan Mazda 808. Seperti biasa, karena orang Indonesia jaman dulu lebih suka sedan 4 pintu maka hanya Mazda 616 sedan 4 pintu saja yang dijual di Indonesia.

Populasi Mazda Capella generasi pertama ini cukup langka di Indonesia. Pada saat peluncurannya, harga mobil ini hanya sekitar 4.500.000 rupiah. Pada jaman itu, harga mobil ini lebih mahal dari sebuah Peugeot 504 sedan yang seharga 3.500.000 rupiah saja. Mungkin karena harganya yang cukup mahal dan belum adanya fafsilitas kredit seperti jaman sekarang membuat penjualan mobil ini cukup suram. Padahal sekitar era 70 dan 80an dulu, Mazda 616 ini cukup sering langganan juara slalom di event di Indonesia dengan pembalapnya yang kemudian dikenal sebagai pereli senior bernama Dadang Taruma.

Spesifikasi Mazda 616 Capella ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Mazda 616 Capella
Jenis Sedan
Tipe 616 SNA
Mesin NA SOHC 1586cc
Bore X Stroke 78.0 X 83.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.470 mm
Panjang 4.260 mm
Lebar 1.580 mm
Tinggi 1.375 mm

3 Responses to "Mazda 616 Capella"

  1. Sayang gak ada type wankel Yang masuk indonesia .. Terpaksa kalau mau kenceng harus swap swapan sama mesin ori 12b atau N/A 13b atau yang kenceng kenceng hehehe.. Padahal kalo ada versi wankel lumayan kalo diajak balap ke sentul..

    ReplyDelete
    Replies
    1. biarpun kurang reliable dan minim torsi serta boros bensin, mesin wankel rotary tetep nggak bisa dikalahkan sama mesin piston soal tenaga per cc

      Delete
    2. Iya benar kaya mazda RX7 13B bisa sampai 178.5 hp per liter padahal mesinya 1300CC dan bmw E46 M3 pun kalah padahal mesinya 3200CC 6Cyl 333Hp-+ tapi Hp perlitre nya cuma di kisaran 104-110 Hp Saja... memang benar mesin wankel sangat baik dalam performa namun kalah dalam reliability seperti ya dalam konsumsi BBM gas buang dan sulitnya sparepart..

      Delete