Fiat 500 / Cinquecento

Fiat 500 D Cinquecento

Mobil Eropa era 50an sampai awal 70an punya ciri khas berupa ukurannya yang kecil. Wajar saja karena setelah perang dunia kedua, negara-negara di Eropa hancur dan butuh banyak material untuk kembali membangun seperti besi yang saat itu langka dan mahal. Tidak heran kalau akhirnya banyak bermunculan mobil-mobil "kutu" asal Eropa yang ternyata juga sesuai dengan kondisi jalanan di Eropa yang kecil karena dibangun jauh sebelum mobil ditemukan. Salah satu mobil kutu yang masuk dan populer di Indonesia adalah Fiat 500 atau dalam bahasa Italianya adalah Cinquecento.


Mobil ini adalah penerus dari Fiat 500 yang memiliki julukan Topolino atau yang berarti tikus kecil. Cinquecento mash mempertahankan ciri khas dari Topolino dengan body membulat dan ukuran yang sangat kecil serta mesin kurang dari 600cc. Fiat 500 Cinquecento selain mempertahankan gelar mobil terkecil yang dipegang oleh Topolino juga didesain sebagai mobil ekonomi yang sangat dbutuhkan orang Eropa setelah Itali kalah perang setelah bersekutu dengan Jerman untuk kembali membangun ekonominya. Desain Cinquecento dibuat oleh Dante Giacosa yang merupakan kepala insinyur Fiat jaman itu.

Bersaing dengan VW Beetle alias VW Kodok yang sama-sama dibuat sebagai mobil rakyat membuat Fiat 500 ini memiliki konfigurasi mesin yang mirip. Pada awal kemunculannya, Fiat membekali mobil ini dengan mesin 4 tak 2 silinder segaris berpendingin udara yang diletakkan di belakang untuk menggerakkan roda belakang mobil ini dengan kapasitas silinder mencapai 479cc. Karena banyaknya permintaan, Fiat akhirnya meningkatkan kapasitas mesinnya menjadi 499cc pada tahun 1960 mulai seri 500 D. Pada tahun 1972 muncul edisi terakhir dengan nama Fiat 500 Rinnovata yang memakai mesin 594cc yang sama dengan Fiat 126. Semua mesin 2 silinder ini digabungkan dengan transmisi manual 4 percepatan.

Sejak pertama kalinya diperkenalkan pada tahun 1957, mobil ini sudah terjual lebih dari 3,8 juta unit. Ada beberapa varian yang dibuat. Varian pertama dari Fiat 500 adalah Nuova 500 yang muncul dari 1957 sampai 1960 dengan ciri khas penggunaan pintu suicide door dan atap yang bagian tengahnya ditutupi terpal mulai dari bagian depan sampai belakang. Varian spesial dari Nuova adalah Nuova 500 Sport yang dibuat antara 1958 sampai 1960 dengan ciri yang sama dengan Nuova biasa hanya saja atapnya terbuat dari besi dan memiliki warna two tone serta mesin yang di bore up menjadi 499,5cc dan mnghasilkan tenaga 21Hp yang lebih besar daripada versi standarnya yang hanya 16Hp.

Pada tahun 1960 sampai 1965 muncul Fiat 500 D dengan ciri mesin 499cc yang menghasilkan 17Hp, pintu suicide door, dan atap terpal yang hanya setengah. Pada 1965 muncul Fiat 500 F atau Berlina dengan 2 tipe dimana tipe D bisa dikenali dari pintu suicide sementara tipe L memakai pintu normal. Fiat 500 Berlina ini muncul sampai 1973. Antara 1968 sampai 1972 muncul Fiat 500 Lusso yang merupakan varian mewah dengan ciri paling terlihat ada pada hiasan bumper. Varian penutup dari Fiat 500 adalah 500 Rinnovata dengan ciri khas mesin 594cc yang muncul antara 1972 sampai 1975.

Di Italia, saat ini sedang populer restorasi dan modifikasi Fiat 500 Cinquecento yang akhirnya membuat populasinya semakin langka karena banyak dicari. Tak jarang orang Itali kemudian mengimpor sasis Fiat 500 ini dari manca negara. Di Indonesia populasinya cukup jarang sehingga cukup sulit menemukan populasi mobil ini. Mungkin karena kepopulerannya, Fiat pernah melahirkan kembali Fiat 500 pada tahun 2007 dengan model yang lebih modern dan saat ini Fiat 500 modern bekas masih dijual dengan harga 200 sampai 300 juta.

Spesifikasi Fiat 500 / Cinquecento ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Fiat 500 / Cinquecento
Jenis Hatchback
Tipe Tipo 110
Mesin I2 air cooled
Bore X Stroke 66.0 X 70.0 mm (479cc)
67.4 X 70.0 mm (499cc)
73.5 X 70.0 mm (594cc)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 1.840 mm
Panjang 2.970 mm
Lebar 1.320 mm
Tinggi 1.320 mm

2 Responses to "Fiat 500 / Cinquecento"