Sejarah Mobil Dinas Menteri Indonesia

Sejarah Mobil Mentri Republik Indonesia

Melanjutkan dari artikel tentang mobil presiden jaman orba dulu, kali ini kita akan membahas mengenai mobil yang dipakai para pembantu presiden (menteri). Menjadi menteri di negara seluas Indonesia memang tidak mudah. Oleh karena itu negara menyediakan fasilitas berupa kendaraan untuk kegiatan dinas para menteri ini agar pekerjaanya lebih mudah dan cepat. Sudah lebih dari 70 tahun Indonesia berdiri, tentuya sudah ada banyak kendaraan yang digunakan untuk keperluan dinas aparatur negara. Kali ini Mobilmotorlama akan membahas beberapa mobil yang pernah digunakan sebagai kendaraan dinas menteri Indonesia sejak jaman presiden Soekarno sampai Joko Widodo sekarang.


Tidak diketahui apakah pada zaman revolusi, republik Indonesia serikat, sampai masa demokrasi terpimpin dulu para menteri diberi mobil dinas atau tidak karena saya sendiri tidak menemukan refrensinya. Baru sekitar tahun 1964 pada masa kabinet Dwikora 1 dan 2, pembantu presiden Soekarno ini diberi mobil dinas berupa Chevrolet Impala sedan keluaran 1962. Impala ini berwarna biru sebanyak sekitar 100 unit selain dipakai para menteri juga dipakai oleh beberapa pejabat tinggi. Salah satu Impala yang tersisa ini sekarang berada di museum Sasmitaloka di Jakarta dimana Impala ini pernah dipakai oleh Jendral Ahmad Yani sebelum terjadinya peristiwa 30 September 1965.


Setelah presiden Soeharto mulai menjabat pada tahun 1966, Impala bekas kabinet Dwikora digantikan tugasnya oleh Dodge Dart 440 berwarna putih gading. Dodge Dart ini tetap terus dipakai sampai pada tahun 1971 kementrian RI mulai beralih ke Chrysler Valiant Regal VH. Valiant VH Regal ini dipakai untuk mobilitas mentri kabinet pembangunan 1 sampai sekitar 1977 sebelum akhirnya digantikan oleh Chrysler Valiant Ranger VJ. Selain Valiant yang diimpor dari Australia, sekertariat negara pada tahun 1978 juga mendatangkan beberapa Volvo 264 GL sebagai mobil cadangan.

Di akhir 1970an, pemerintah era orde mulai berubah selera otomotifnya dari yang sebelumnya memakai mobil merk Amerika Serikat menjadi mobil merk Eropa. Saat presiden setia dengan Mercedes-Benz, para menteri kabinet Pembangunan diberi mobil dinas berupa Volvo. Pada tahun 1978 anggota kabinet Pembangunan diberi sebuah Volvo 264 GL berwarna hitam. Mungkin puas akan kinerja Volvo, pada tahun 1982 kementerian  Indonesia kemudian mengganti Volvo 264 GL dengan Volvo 264 GLE yang memiliki spesifikasi lebih baik dibanding Volvo sebelumnya walau secara umum masih sama untuk kendaraan dinas menteri kabinet pembangunan.


Bersamaan karena Volvo 200 series digantikan oleh Volvo 700 series, pemerintah orde baru kemudian menggantikan Volvo 264 GLE dengan Volvo 740 GL manual untuk kendaraan menteri pada tahun 1987. Pada tahun 1992 penyelenggaraan KTT (Konfrensi Tingkat Tinggi) APEC dilakukan di Indonesia. Presiden Soeharto kemudian memborong mobil yang disediakan bagi para pemimpin sejumlah negara. Setelah KTT selesai, para menteri kabinet Pembangunan saat itu diberi sebuah Volvo 960 eks KTT untuk digunakan sebagai kendaraan dinasnya. Diakhir masa orde baru, para menteri kabinet pembangunan 6 dan terakhir memakai Volvo S90 untuk dinas.

Pada awal masa reformasi saat presiden B.J. Habibie, Abdurahman Wahid (Gus Dur) sampai Megawati Soekarnoputri menjabat, Kementerian Indonesia masih tetap betah memakai Volvo S90 Exclusive bekas jaman orba yang dibeli pada tahun 1997. Oleh karena itu, boleh dibilang Volvo S90 ini menjadi mobil dinas mentri paling awet karena dipakai 4 atau 5 kabinet yang berbeda. Pada saat presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat, pada tahun 2005 mobil dinas para mentri kabinet Indonesia Bersatu pertama diganti menjadi sebuah Toyota Camry XV30 berwarna hitam. Entah mengapa tiba-tiba Volvo yang terkenal sebagai mobil paling aman dan nyaman digantikan oleh sebuah Toyota yang setingkat diatas Corolla. Karena hal ini, ada yang bilang mungkin setelah bangkit dari krisis moneter 1998 keuangan negara masih belum bagus sampai tidak sanggup membeli executive sedan untuk para menteri negara atau memang ada kongsi dengan Toyota. Tapi sepertinya, pemerintah saat itu mempertimbangkan reliabiliti sebuah mobil untuk dinas. Camry generasi XV30 ini bertugas sampai sekitar 2009 saat kebinet Indonesia bersatu jilid 2 terbentuk.


Setelah terpilih kembali, presiden SBY kemudian mengganti Camry yang dipakai menteri kabinet sebelumnya dengan Toyota Crown Royal Saloon generasi S200. Toyota Crown Royal Saloon dengan spesifikasi JDM ini dibeli dengan harga kurang lebih 500 juta rupiah perunitnya belum termasuk pajak dan biaya kirim dari Jepang. Di Indonesia sendiri untuk mendapatkan mobil yang sama dan bisa road legal paling tidak membutuhkan biaya sebesar 1,3 miliar rupiah saat itu. Mungkin karena cukup mahal, Toyota Crown ini masih dipakai oleh menteri-menteri kabinet Kerja presiden Joko Widodo.

2 Responses to "Sejarah Mobil Dinas Menteri Indonesia"

  1. sekarang, ngincer dodge/chrysler ex menteri di 70an, harganya udah ratusan juta..

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal tahun 90an dulu laku 4 juta sudah syukuran karna akhirnya laku juga setelah berbulan-bulan diiklanin di koran...

      Delete