GAZ / UAZ 69

GAZ 69 jip eks Rusia

Tidak bisa dipungkiri, kendaraan 4WD buatan Amerika Serikat yang bernama Willys Jeep sangat berperan penting dalam kemengangan sekutu di perang dunia kedua. Desain Jeep Willys ini kemudian tersebar dan diadopsi oleh banyak negara salah satunya Uni Soviet yang kemudian membuat GAZ 67 yang juga dipakai untuk bertempur melawan Nazi Jerman. Setelah perang dunia kedua usai, GAZ 67 ini dirasa mulai ketinggalan jaman dan akhirnya pada tahun 1953, GAZ atau ГАЗ yang dibaca Gorkovsky Avtomobilnyi Zavod atau dalam bahasa Indonesianya pabrik mobil Gorky membuat penerusnya yang bernama GAZ 69.


Mobil ini didesain oleh Grigoriy Vasserman dan timnya dengan tujuan utama membuat GAZ 67 yang lebih irit dan tangguh. Walau perang dunia kedua memang sudah usai, namun GAZ masih tetap mendesain mobil jip ini sebagai mobil tempur karena pada saat kemunculannya Uni Soviet sedang bersaing dengan Amerika Serikat dalam perang dingin. Karenanya tak heran kalau ada banyak varian GAZ 69 ini mulai dari mobil pengangkut senjata, anti tank, mobil amfibi dan sebagainya. GAZ 69 ini kemudian dipindah produksinya pada tahun  1954 ke UAZ (pabrik mobil Ulyanovsk). Walau pada saat itu merknya berubah menjadi UAZ 69, namun mobil ini masih saja dikenal dengan nama GAZ 69.

Mesin asli yang dipakai mobil ini adalah mesin GAZ dengan tipe 69. Mesin ini memiliki konfigurasi 4 silinder OHV berkapasitas 2100cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 65Hp. Untuk menggerakkan rodanya, digunakan transmisi manual 3 percepatan dengan transfercase 2 percepatan yang juga dikembangkan sendiri oleh pabrikan asal Soviet ini.

Di Indonesia sekitar tahun 1958, Angkatan Bersenjata RI sedang memilih kendaraan tempur ringan seperti jip untuk menggantikan kendaraan peninggalan jaman agresi militer Belanda dengan syarat selain tangguh juga dapat tampil bersahaja dan dapat membaur dengan masyarakat. Menurut laporan dari Mikhail Tsyganov, seorang wartawan asal Soviet mengatakan bahwa pada saat itu ABRI melakukan serangkaian tes untuk memilih jip mana yang akan dipakai oleh ABRI. Ada 5 jip yang menjadi pesertanya, yaitu GAZ 69, Land Rover Series II, Austin Gipsy, Styr Puch Halflinger dan DKW Munga. Kelima jip ini diharuskan melewati rintangan mengelilingi pulau Jawa sebanyak dua kali dalam perlombaan selama 50 hari dengan jarak 4.000 kilometer. Perlombaan itu disebut sebagai ‘uji coba terbesar dan terberat untuk mobil-mobil Eropa yang pernah ada di Indonesia’ oleh salah satu koran Indonesia. Medan yang dilalui sangatlah sulit. Mobil-mobil itu berkeliling di tengah pasir vulkanik hitam pesisir Jawa, memanjat hutan di sekeliling gunung berapi dan cukup sering tidak diizinkan berhenti selain mengisi bahan bakar, memberi pelumas dan pergantian pengemudi. Selain itu, kondisi pada waktu itu sangat berbahaya karena sepertiga Jawa Barat dikuasai oleh kelompok Darul Islam yang setahun sebelumnya mencoba membunuh Bung Karno, namun gagal.

Dalam tes tersebut, GAZ 69 menjadi pemenangnya dimana mobil ini tidak mendapat masalah berarti. Para pesaingnya seperti Land Rover Series II gagal menyebrangi sungai sampai DKW Munga yang terjugkal sewaktu menanjak melewati bukit. Selain karena harganya yang murah karena hanya bernilai 1800 Dollar Amerika, ternyata GAZ 69 ini cukup tangguh dan terbukti kehandalannya. Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan membeli 4000 unit GAZ 69 dan selanjutnya AURI (Angkatan Udara Indonesia) membeli lagi GAZ 69 ini sebanyak 400 unit.

Sebagai mobil perang, desain yang cantik mutlak harus dibuang jauh-jauh dalam penembangannya karena tidak penting. Walau bentuknya bagi sebagian orang tidak berseni, namun desain ala GAZ 69 ini tergolong mudah diproduksi dan racangannya cukup kuat untuk menelusuri medan berat. Mobil ini terkenal tangguh luar biasa bahkan masih mampu berjalan menggunakan bahan bakar nafta (oktan 76) yang saat itu melimpah di Russia sana sampai minyak tanah dan konon Whiskey. Yang unik pada GAZ 69 versi militer yang kalau di Indonesia bisa dikenali dari posisi setirnya yang berada di kiri adalah tidak adanya kunci kontak. Untuk menghidupkan mesinnya, cukup tekan tombol berwarna silver didekat pedal gas sebelah kanan. Sementara untuk mematikan mesinnya, bisa menggunakan engine cut off yang bentuknya mirip anak kunci namun tidak bisa dilepas di sebelah panel speedometer.

Walau sebenarnya masih banyak GAZ 69 yang berkeliaran di jalanan Indonesia saat ini, namun kebanyakan kondisinya sudah tidak original lagi. Kebanyakan mesinnya sudah diganti dengan mesin 5K atau 7K bekas Toyota Kijang yang juga mengorbankan sistem gerak 4X4nya. Unit GAZ 69 bekas ABRI juga sepertinya semua sudah berpindah tangan ke masyarakat sipil terlebih pada jaman Orde Baru, presiden Soeharto "membuang" alutsista eks Soviet karena pemerintah yang anti komunis dan menggantinya dengan alutsista buatan negara barat.

refrensi : https://indonesia.rbth.com/blogs/2014/03/19/tahun_1958_mobil_uni_soviet_gaz-69_taklukkan_gunung_api_jawa_23423

Spesifikasi GAZ / UAZ 69 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi GAZ / UAZ 69
Jenis Jip
Tipe GAZ / UAZ 69
Mesin GAZ 69 2100cc
Bore X Stroke N/A
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 3 Speed
Wheelbase 2.300 mm
Panjang 3.850 mm
Lebar 1.750 mm
Tinggi 1.930 mm

2 Responses to "GAZ / UAZ 69"

  1. Kalau tdk ada kunci berarti gampang dicuri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mobil perang buat apa pake kunci... nggak lucu dong waktu diberondong peluru musuh dari belakang butuh kendaraan buat lari sebelum ditembakin musuh begitunya dapat jip eh bingung nyari kuncinya...

      Delete