Minicar (Honda Benly S110 Roda 3)

Minicar roda 3 Honda Benly

Angkutan umum roda 3 di Jakarta pada dasawarsa 70an macamnya ada banyak. Yang populer seperti Bajaj orange beberapa masih bisa dilihat sisa-sisanya di pinggiran Jakarta. Helicak walau unitnya bisa dibilang sudah punah namun catatan mengenai kendaraan ini ada banyak jumlahnya. Bemo (Daihatsu Midget) masih bisa dilihat di sekitaran Bendungan Hilir atau di Cafe-cafe sebagai dekorasi. Selain 3 kendaraan tadi, masih ada lagi angkutan umum roda 3 yang sayangnya tidak populer. Nama kendaraan ini adalah Minicar.


Sejarah Opel di Indonesia

Sejarah Opel di Indonesia

Di Indonesia, Opel sudah mulai beroperasi sejak Indonesia belum merdeka dan masih dikenal dengan nama Hindia Belanda (Dutch East Indies). Menurut buku General Motors in the Twentieth Century karya Alan K. Binder dan Deebe Ferris, pada tahun 1938 Opel sudah memproduksi Opel Olympia generasi pertama yang sebenarnya sudah dihentikan produksinya pada tahun 1937 di Jerman. Opel Olympia ini kemudian dijual dengan nama Opel 1.3 mungkin karena mesinnya yang 1300cc. Mobil ini dibuat dalam 2 varian yaitu 2 pintu soft top dengan trim CL dan 2 pintu hard top dengan trim LZ. Versi soft topnya dibuat di wilayah yang sekarang dikenal dengan nama Tanjung Priok sementara versi hard topnya dibuat di pabrik General Motor pertama di Asia yang berada di wilayah yang sekarang dikenal dengan nama Ancol. Versi CL soft top dengan sasis yang dipanjangkan ini kemudian diberikan body kayu dengan pintu belakang model single swing door (mirip pintu mobil ambulan hanya saja jumlahnya satu) dan jok belakang hadap-hadapan dan menjadi Oplet. Selain mobil penumpang Olympia, pabrik ini juga membuat truk yang bernama Opel Blitz.


Opel Kapitän P2 (1959-1963)

Opel Kapitan P2

Pada awal dekade 1960an, ekonomi Indonesia ambruk setelah nasionalisasi asset Belanda dan pembubaran beberapa kerajaan di Riau dan Kalimantan pada 1957 sampai konfrontasi Indonesia Malaysia hingga negara-negara Afrika macam Nigeria, Chad dan Kenya bisa jauh lebih kaya dibanding Indonesia. Walau rakyatnya kebanyakan melarat, namun pilihan mobil mewah bukan berarti hilang begitu saja. Jaman 60an dulu, salah satu pilihan mobil mewah untuk orang kaya adalah Opel Kapitan P2 yang muncul antara 1959 sampai 1963.


Mercedes-Benz MB100D W661 (SSangYong Istana)

Mercedes-Benz MB100D SSangyong Istana Indonesia

Mercedes-Benz MB100 merupakan minibus besar buatan pabrik Mercedes di Vitoria-Gasteiz Spanyol utara. Pada tahun 1996, Mercedes-Benz mengganti mobil ini dengan Mercedes-Benz Vito. Karena alat produksi MB100 ini sudah tidak terpakai, SSangYong kemudian membelinya untuk membuat MB100 versi mereka yang kemudian diberi nama SSangYong Istana dimana nama istana diambil dari bahasa Melayu dan Indonesia. Bisa dibilang, W661 ini merupakan Mercy MB100 versi Asia Pasifik dengan desain ala Korea Selatan.


Volvo 300 series (340 DL dan GL)

Volvo 340 GL Indonesia

Pada tahun 1975, Volvo mengakuisisi divisi pembuatan mobil DAF asal Belanda dan Volvo kemudian mengambil alih projek P900 dari DAF untuk mengembangkan mobil baru Volvo untuk mengisi pasar mobil kecil. Pada tahun 1976, proyek DAF ini kemudian selesai dan dijual dengan nama Volvo 343 dan 345 dan menjadi Volvo terkecil menggantikan Volvo Amazon.

Srikandi 200, Mobil 3 Roda Buatan Indonesia

Srikandi 200 3 roda Indonesia

Kalau sering menonton serial Mr. Bean dulu, pasti kenal dengan mobil 3 roda berwarna biru bernama Reliant Robin yang selalu kena bully sampai terbalik oleh Mini Cooper yang dikendarai tokoh yang diperankan oleh Rowan Atkinson ini. Di Medio 70an dulu, Indonesia sudah bisa membuat mobil sejenis Reliant Robin (3 roda dengan setir kemudi mirip mobil) walau ukurannya lebih mirip Bajaj. Nama kendaraan 3 roda ini adalah Srikandi 200.

Mobil-Mobil Eks KTT Non Blok 1992

Mobil KTT non Blok 1992 Jakarta Indonesia

Setelah Uni Soviet bubar pada awal 1990an, otomatis bisa dibilang perang dingin dimenangkan oleh blok barat "yang dipimpin" Amerika Serikat. Negara-negara komunis akhirnya juga ikutan bubar hingga akhirnya sekarang tinggal 5 negara saja yang masih menganut sistem komunis. Negara-negara yang tidak tergabung dalam blok barat maupun blok timur kemudian berkumpul dan mendiskusikan masalah ini di Jakarta pada 1 sampai 6 September 1992. Indonesia sebagai tuan rumah kemudian mengadakan sejumlah mobil khusus yang nantinya akan dipakai tamu negara dalam KTT non blok ke 10 ini.


SMI Expressa, Calon Motor Nasional Dengan Bantuan Honda

presiden Soeharto naik Sepeda Motor Indonesia SMI Expressa Ekspresa

Sebelum adanya Timori (Timor sepeda motor), Indonesia sudah terlebih dulu punya konsep membuat sepeda motor buatan lokal dengan merk sendiri yang kelak akan disebut sebagai SMI yang merupakan singkatan dari Sepeda Motor Indonesia. Proyek SMI diawali dengan pembuatan sebuah prototipe sepeda motor sekitar tahun 1995 dan 1996. Prototype motor ini mengambil mesin 1 silinder 4 tak dari motor Honda.


Toyota Ist XP60

Toyota ist XP60

Setelah era Toyota Starlet berakhir, Toyota Astra motor tidak lagi menjual mobil hatchback di Indonesia sampai sekitar 2006. Untungnya karena mobil CBU sudah boleh kembali dijual di Indonesia setelah larangan importasi kendaraan tahun 1973 dicabut, importir umum kemudian menjual hatchback Toyota yang bernama Toyota ist. Toyota ist dijual pertama kali di Indonesia pada tahun 2003 melalui importir umum sampai sekitar 2006 atau 2007. Desain mobil ini dirancang oleh desainer Toyota yang bernama Masanari Sakae pada tahun 2000.


Mebea Bingo roda 3 (Zundapp)

Mebea Bingo Indonesia brosur 70an

Kendaraan bermotor roda 3 di Indonesia selalu digadang-gadang sebagai pengganti becak tradisional yang masih dikayuh secara manual seperti Bajaj, Bemo alias Daihatsu Midget, Helicak dan Super Helicak serta Mini Car yang berbasis Honda Benly. Selain itu, persaingan kendaraan roda 3 di Indonesia semakin ketat pada dasawarsa 1970an dengan munculnya merk Mebea Bingo. Mebea Bingo ini pertama kali muncul pada tahun 1974 dan rencananya pada 16 Agustus ditahun yang sama akan dipakai sebagai angkutan umum jenis IV di Jakarta.