Daihatsu Hijet Zebra S88 & Zebra 1.3 S89

Daihatsu Zebra merupakan pengembangan dari Daihatsu Hijet yang sudah malang melintang di jalanan Indonesia sejak awal 1970an. Sejak dulu, nama Daihatsu Hijet dan Zebra dikenal sebagai transportasi rakyat yang murah meriah. Awalnya mobil ini diperkenalkan dengan nama Hijet Zebra bermesin 1000cc dengan kode S88 namun pada tahun 1990, dikenalkan versi 1300cc dengan kode S89.

Daihatsu Zebra bodytech


Mesin yang digunakan pada Daihatsu Hijet Zebra S88 adalah Daihatsu CB23 SOHC 3 silinder berkapasitas 1000cc yang sama dengan Daihatsu Hijet 1000. Mesin yang juga dipakai Mitsubishi Jetstar ini terkenal handal di tanjakan. Untuk Daihatsu Zebra 1.3 S89 sudah menggunakan mesin Daihatsu HC-C 4 silinder SOHC berkapasitas 1300cc dengan tenaga maksimum 74Hp. Mesin ini sudah menggunakan teknologi SOHC 16valve atau 4 valve persilindernya yang menjadikannya yang pertama dikelas minibus dan pickup. Kedua mesin ini masih mengandalkan platina untuk pegapiannya dan karburator untuk pasokan bahan bakarnya.

Nama Daihatsu Zebra pertama kali muncul pada tahun 1987 dengan nama Daihatsu Hijet Zebra dengan kode S88 dengan tampilan yang jauh lebih modern dibandingkan Hijet 1000. Awalnya bagian depannya hanya berupa sepasang lampu kotak tanpa hiasan grill. Pada sekitar tahun 1988 keluar model facelift dengan lampu yang masih kotak dengan tambahan cover yang membentuk seperti grill memanjang penuh dari ujung lampu kiri ke lampu kanan. Bentuk belakangnya untuk versi pickup sama persis dengan lampu sein dan stoplamp kotak dan lampu mundur yang hanya ada 1 disisi kanan. Daihatsu Hijet Zebra ini keluar sampai tahun 1989 sebelum digantikan oleh Daihatsu Zebra 1.3.

Akhir tahun 1989, dengan body yang bentuknya tetap sama keluar varian baru dengan mesin SOHC 16valve 1300cc dengan membuang nama Hijet. Daihatsu Zebra baru ini diberi nama oleh Daihatsu dengan nama Daihatsu Zebra 1.3 atau D130. Bentuk keseluruhan masih sama persis dengan Hijet Zebra namun terdapat perbedaan di bagian lampu depan dengan tambahan berupa aksesori disekitar lampu utama. Sekitar tahun 1993 muncul Daihatsu Zebra dengan lampu depan kotak kecil 4 buah dengan dashboard baru yang bentuknya mirip dengan dashboard sedan. Pada tahun 1994 keluar facelift terakhir dengan lampu memanjang dan grill yang juga memanjang penuh. Untuk versi pickupnya diberi nama Daihatsu Zebra D130 dengan bagian belakang masih sama dengan pendahulunya.

Versi minibus untuk Daihatsu Zebra ada versi karoseri lokal dan karoseri pabrikan. Untuk karoseri lokal ada banyak jenis dan pembuatnya mulai dari karosei Tugas kita sampai karoseri New Armada. Masing masing karoseri memiliki ciri khas masing masing untuk bagian belakangnya. Rata rata pintu belakang dibuka kesamping dengan ukuran penuh atau hanya 3/4 seperti Kijang super atau ada yang hanya berupa pintu bagasi tanpa adanya pintu penumpang belakang. Untuk pintu tengah kebanyakan hanya ada 1 disisi kiri karena rata rata kursi penumpang belakang berhadap hadapan. Versi karoseri pabrikan bernama Zebra Astrea Bodytech yang bagian belakangnya mirip dengan Daihatsu Hijet Minivan atau Hijet Atrai diluar negeri dengan row ke 3 yang lebih panjang. Jok belakang sudah menghadap ke depan semua dan untuk tipe terakhir sepertinya sudah dilengkapi dengan AC double blower. Yang spesial, pada awalnya pintu tengahnya belum dilengkapi dengan sliding door, namun pada akhirnya Zebra Bodytech ini sudah dilengkapi dengan sliding door manual yang menjadikannya praktis untuk keluar masuk. Pintu belakang karoseri pabrikan ini sudah menganut model terbuka keatas.

Kelebihan Daihatsu Zebra adalah harganya yang murah meriah untuk transportasi rakyat atau untuk usaha. Mesinnya masih lumayan bertenaga dan lumayan jago ditanjakan untuk yang 1000cc. Luas kabin dan bak belakangnya rasanya yang terbesar dikelasnya dan duduk dibelakang versi minibusnya terasa sangat lega. Bensin lumayan irit bisa sekitar 1:13 untuk rute kombinasi. Untuk minibus karoseri pabrikan (Astrea Bodytech) sudah dilengkapi dengan pintu geser yang memudahkan akses keluar masuk penumpang belakang. Sebagai mobil angkot dan mobil barang, tentunya perawatan mesin yang tergolong bandel ini murah dan sparepartnya masih banyak tersebar.

Kelemahannya Hijet Zebra bermesin 3 silinder adalah getarannya lumayan terasa sehingga sering membuat part part lainnya serasa copot dan terdengar bunyi bunyian yang menggangu. Letak distributor yang terlalu rendah membuat mesinnya gampang mbrebet bahkan mati ketika melewati genangan atau banjir. Hal ini bisa diatasi dengan menutup tempat distributor dengan penutup khusus atau pakai kantong kresek seperti yang dilakukan para sopir angkot. Karena mesinnya berada dibawah kabin, kadang panas mesin terasa sampai kedalam kabin. Sebagai transportasi murah jangan berharap lebih ke fitur fiturnya seperti power steering dan perangkat elektronik lainnya. Selain itu karena dari dulu sering dijadikan workhorse, sangat jarang menemukan unit yang masih mulus dijalan.

Spesifikasi Daihatsu Hijet Zebra S88 & Zebra 1.3 S89 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Daihatsu Hijet Zebra S88 & Zebra 1.3 S89
Jenis Pickup
Minibus
Tipe S88 (1000cc)
S89 (1300cc)
Mesin CB23 SOHC 996cc 3 silinder
HC-C SOHC 1300cc 4 silinder
Bore X Stroke 76.0 X 73.0 mm (CB23)
76.0 X 71.4 mm (HC-C)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 5 Speed
Wheelbase 2.080 mm
Panjang 3.835 mm
Lebar 1.560 mm
Tinggi 1.860 mm

0 Response to "Daihatsu Hijet Zebra S88 & Zebra 1.3 S89"

Post a Comment