Hyundai AtoZ FF
Pada awal milenia ketiga, mulai muncul jenis mobil perkotaan atau city car di Indonesia yang menjadi kelas mobil terkecil dan paling terjangkau. Salah satu pionir dikelas ini adalah pabrikan Korea yang menjual mobil-mobil seperti Daewoo Matiz, Kia Visto dan Hyundai AtoZ.
Nama aslinya sendiri adalah Hyundai Atos namun karena dalam bahasa Sunda kata atos artinya sudah sementara bahasa Jawa berarti keras, Hyundai memodifikasi namanya menjadi Hyundai AtoZ di Indonesia dimana maknanya memenuhi segala kebutuhan A sampai Z. Tidak hanya Indonesia yang mengalami ubahan nama, di beberapa negara juga mobil ini mengalami ganti nama menjadi Santro di India dan Pakistan, serta Hyundai Amica di Inggris.
Tidak seperti Daewoo Matiz yang mengambil desain Fiat Lucciola concept yang gagal menjadi Fiat 500 baru, Hyundai merancang desain AtoZ secara mandiri. Namun ternyata desain dari Hyundai AtoZ ini cukup kontroversial dengan moncong yang kecil dan imut namun bagian belakang kotak besar. Oleh karena itu ditambah beberapa masukan seperti selera rakyat India, akhirnya Hyundai mendesai ulang Hyundai AtoZ dengan atap sedikit lebih rendah dan bagian belakang ala hatchback dimana desain ulang ini kemudian menjadi Hyundai Atos Prime. Di Indonesia dan Korea Selatan desain ini dipakai menjadi Kia Visto yang pada dasarnya merupakan kembaran dari Hyundai AtoZ.
Rancang bangun dari Hyundai AtoZ ini sudah dimulai sejak 1995 hingga akhirnya mulai produksi massal pada tahun 1997. Hyundai AtoZ memiliki sasis monokok dengan suspensi depan menganut model macpherson strut dengan coil spring independen sementara bagian belakang menggunakan torsion beam dengan coil spring. Sistem kemudinya sendiri menggunakan rack and pinion dengan power assist sementara rem yang digunakan cakram didepan dan teromol dibelakang. Ukuran bannya mungil dengan 175/60 dan ukuran velg 13 inch.
Di Indonesia, Hyundai Atoz pertama kali dipasarkan pada tahun 2000 dengan ciri khas berupa lampu depan memakai model kaca buram, grill depan palang tunggal, mika lampu sein bening, dan lampu belakang model buram. Velg yang digunakan untuk tipe tertinggi memakai velg alloy dengan model palang 8 tipis.
Untuk mesinnya sendiri, model awal dari Hyundai Atoz ini dibekali dengan mesin Hyundai G4HC dengan konfigurasi 4 silinder segaris SOHC 9 valve berkapasitas 1000cc. Sistem bahan bakarnya sudah memakai EFi atau electronic fuel injection. Dengan rasio kompresi 9,5:1, mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 57Hp pada 5500Rpm dan torsi 82Nm pada 3100Rpm. Untuk menggerakkan roda depan, tenaga mesin disalurkan melalui transmisi manual 5 percepatan dan terdapat pilihan transmisi otomatik 4 percepatan.
Tipe yang tersedia untuk model awal ini ada 3 yaitu GL manual, GLS manual dan GLS otomatik. Tipe GL bisa dikenali dengan penggunaan velg kaleng. Untuk tipe GLS mendapat beberapa tambahan aksesori seperti wiper belakang, laci dibawah jok depan untuk menambah tempat penyimpanan barang dan foglamp berwarna kuning.
Facelift 2003
Pada tahun 2003, Hyundai memberikan facelift minor untuk Hyundai AtoZ. Bagian mekanikal seperti mesin masih tetap sama dengan mesin 1000cc. Perbedaannya sangat sedikit sehingga beberapa orang tidak terlalu ngeh dengan lampu depan kini memakai model kristal dengan lampu sein mika oranye. Lampu kabutnya sekarang berwarna putih dan lampu belakang juga mengikuti dengan mika yang lebih bening cerah. Bentuk grillnya masih mirip hanya saja sekarang memakai model palang horisontal ganda. Untuk velgnya, tipe tertinggi kini memakai model palang 5 besar.
Tipe yang tersedia bertambah menjadi 4 yaitu, G manual, GLX manual dan GLS yang tersedia dalam transmisi manual dan otomatik. Tipe G fiturnya persis seperti tipe GL sebelumnya yang serba kosongan termasuk warna bumper hitam plastik dan velg kaleng. Tipe GLX fiturnya sama seperti tipe G hanya ditambah adanya foglamp, bumper sewarna body, head rest jok belakang, dan velg alloy. Untuk tipe GLS, fiturnya seperti tipe GLX namun terdapat tambahan berupa wiper belakang, laci jok depan, tuas pembuka pintu bagasi, dan jok belakang split 40:60.
Facelift 2005
Pada tahun 2005, Hyundai akhirnya memberikan facelift besar untuk Hyundai AtoZ dengan ciri berupa lampu depan mengotak dan lebih besar dengan reflektor model diamond cut. Bentuk grill depannya jadi lebih besar menyesuaikan dengan palang horisontal 3 palang dan bentuk bumper baru. Untuk velg tipe tertinggi, kini memakai model palang 6 dengan lubang ditengahnya.
Tidak hanya tampilan saja, bagian mesin juga mengalami pembaruan. Kini Hyundai AtoZ dibekali dengan mesin Hyundai keluarga Epsilon dengan kode G4HG. Mesin ini memiliki konfigurasi 4 silinder segaris SOHC 12 valve berkapasitas 1100cc. Dengan sistem bahan bakar injeksi EFi dan distributorless, tenaga yang dihasilkan mencapai 64Hp pada 5500Rpm dan torsi 96Nm pada 2800Rpm. Untuk menggerakkan roda depan, digunakan transmisi manual 5 percepatan dan otomatik 4 percepatan.
Tipe yang tersedia kini menjadi 3 saja dengan tipe G manual, GLS manual dan GLS otomatik. Untuk kelengkapannya, pada dasarnya masih sama seperti model-model sebelumnya dimana tipe G yang menjadi tipe bawah serba kosongan dengan velg kaleng. Namun setidaknya ada beberapa aksesori yang sebelumnya tidak tersedia untuk tipe bawah kini tersedia disini seperti wiper belakang, radio/tape dengan 2 speaker, pembuka tutup tangki bensin melalui remote dan pelipatan jok belakang model bench seat yang berarti hanya bisa dilipat semua. Untuk tipe GLS mendapat tambahan aksesori seperti foglamp, spoiler belakang, high mount stoplamp, power window depan, pelipatan bangku belakang 60:40, sabuk pengaman belakang, dan radio/tape dengan 4 speaker.
Kelebihan Hyundai AtoZ adalah mobil ini memiliki dimensi yang kompak mendekati kei car di Jepang sehingga cukup populer untuk belajar mengemudi. Apalagi visibilitasnya cukup memadai dengan moncong pendek dan pillar A yang tipis. Terlebih, diantara mobil-mobil seukuran dan seangkatan seperti Suzuki Karimun dan Daihatsu Ceria, hanya Hyundai AtoZ dan kembarannya, Kia Visto yang memiliki pilihan transmisi otomatik. Kelegaannya juga cukup baik meski membuat tampilannya agak aneh terutama dibagian belakangnya yang kotak. Untuk mesinnya sendiri, cukup irit bensin dengan sekitar 1:12 rute kombinasi berkat sistem injeksi yang lebih bebas perawatan daripada karburator dan partnya masih banyak bertebaran karena punya banyak kemiripan dengan mesin-mesin Mitsubishi era 90an ataupun Hyundai-Kia dibawah 2010.
Kelemahan Hyundai AtoZ terasa semakin bertambahnya usia. Mesinnya terasa berat ketika menggunakan bahan bakar oktan rendah yang mengakibatkan AtoZ terutama yang menggunakan transmisi otomatik terasa lelet. Mesin Hyundai saat itu masih banyak bergantung dengan Mitsubishi yang mana penyakit khas mesin Mitsubishi jaman itu seperti ISC (idle speed control) dan TPS (throttle position sensor) yang membuat RPM mengayun ketika rusak juga cukup sering ditemukan disini.
Spesifikasi Hyundai AtoZ FF ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi Hyundai AtoZ FF | |
|---|---|
| Jenis | Hatchback |
| Tipe | FF |
| Mesin | G4HC SOHC 999cc G4HG SOHC 1086cc |
| Bore X Stroke | 66.0 X 73.0 mm (G4HC) 67.0 X 77.0 mm (G4HG) |
| Sistem Bahan Bakar | Injeksi |
| Transmisi | Manual 5 Speed Otomatik 4 Speed |
| Wheelbase | 2.380 mm |
| Panjang | 3.495 mm |
| Lebar | 1.495 mm |
| Tinggi | 1.615 mm |



Comments
Post a Comment