Suzuki RG150 & RGR150

Suzuki RGR150

Suzuki RG150 adalah sebuah motor sport yang diperkenalkan oleh Suzuki Indomobil Sales pada tahun 1989. Sejak pertama kali diperkenalkan, motor ini sudah mendapatkan  tempat dikalangan biker tanah air karena mesinnya yang cukup besar dikelasnya dengan 150cc melebihi kompetitornya yang hanya 135cc. Dikombinasikan dengan bobot yang tidak sampai 100kg membuat sepeda motor ini sering menjuarai event Road Race di tanah air. Selain itu aplikasi monoshock dan half fairing yang membuatnya tampak lebih menyerupai sport bike murni. Bahkan saking terkenalnya, ada selentingan pada saat itu "kalau naik rgr cewek cewek pada nempel".

Dibekali mesin 2 tak 147cc yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 26,5Hp pada 9500Rpm dengan hanya mengandalkan pendinginan udara membuat motor ini mampu mencapai top speed sekitar 170kpj. Untuk suplai pasokan bahan bakar ke ruang bakar digunakan karburator Mikuni VM26SS. Karena kapasitas mesinnya yang besar membuat motor ini langganan juara event Road Race saat itu. Pasaran motor ini semakin ramai setelah Kevin Schwantz menjuarai Moto GP atau yang saat itu masih bernama GP500 tahun 1993 bersama tim Lucky Strike Suzuki menggunakan motor Suzuk RGV500.

Dalam perkembangannya, motor yang dijual hingga 1997 namun sampai 1999 masih menjual unit produksi 1997 ini mengalami perubahan desain bodi (facelift) sebanyak 3 kali. Pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1989, muncul dengan nama Suzuki RG150 Sprinter. Desain bodi masih menggunakan half fairing seperti kompetitor utamanya (Yamaha RXZ). Yang membuatnya spesial dibandingkan kompetitornya adalah penggunaan suspensi belakang tunggal atau yang kini lebih dikenal dengan nama monoshock. Bentuk ekor menyerupai motor bebek ayago Suzuki Sprinter. Masuk pertama kali secara CBU dari Thailand yang sudah memproduksi motor ini setahun sebelumnya. Model ini bertahan sampai dengan tahun 1992.

Tahun 1993 Suzuki melakukan facelift pertama kalinya kepada Suzuki RG150. Pada facelift ini Suzuki telah menggunakan fairing penuh seperti motor sports pada umumnya. Karena penggunaan full fairing ini, nama RG150 diganti menjadi Suzuki RGR150. Secara umum bentuk fairingnya masih sama dengan RG150 namun sudah ditambah bagian bawahnya sehingga terlihat seperti memakai full fairing. Selain itu pada bagian belakang sudah menggunakan lampu yang mirip dengan Suzuki Crystal. Pada masa inilah Suzuki RGR mengalami masa jayanya karena menjadi satu-satunya motor dengan tampilan ala motor yang berlaga di grand prix GP500 yang kini menjadi MotoGP.

Tak lama berselang, pada pertengahan tahun 1995 kembali muncul facelift Suzuki RGR. Mungkin dikarenakan mulai munculnya pesaing dengan teknologi yang jauh lebih canggih seperti Honda NSR, Suzuki akhirnya mengubah kembali bentuk RGR yang serba kotak menjadi lebih membulat khas desain 90an. Pada facelift ini bentuk fairing sedikit berubah dan bagian belakang menjadi mirip dengan Suzuki Tornado / Shogun. Selain perubahan body, pada facelift ini sudah mengalami perbaikan pada sistem pelumasan dan kelistrikan dengan teknologi SSS atau Suzuki Scavenging System dan SIPC atau Suzuki Intake Pulse Control

Kelebihan motor ini tentunya ada pada performanya yang sempat merajai berbagai kejuaraan balap nasional. Tenaga maksimum 26,5Hp pada 9500Rpm dan torsi 20,6Nm pada 8000Rpm tentunya akan memberikan sensasi berkendara yang menenangkan bagi para pecinta kecepatan. Dibandingkan lawannya pada era 90an, Suzuki RGR150 memang terlihat jadul secara teknologi namun karena mesinnya yang sederhana itulam membuat perawatannya bisa jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mesin-mesin yang lebih canggih.

Kelemahan dari Suzuki RGR ini adalah bahan bakarnya yang tergolong sangat boros. 1 liter bensin untuk 25km adalah hal yang wajar untuk motor ini. Hal ini wajar karena untuk menghasilkan tenaga yang besar membutuhkan bahan bakar yang banyak karena teknologi saat itu belum secanggih sekarang. Selain itu langkanya sparepart juga menjadi kelemahan motor ini saat ini. Karena kelangkaan sparepart inilah banyak Suzuki RGR yang dijual murah mulai dari 4 juta rupiah tergantung kondisi. Untungnya masih banyak pengguna RGR yang melakukan riset untuk mencari spare part RGR dari motor lain (subtitusi). Beberapa part subtitusi RGR seperti kampas kopling, velg dan sela shock depan bisa menggunakan milik Thunder 125. Untuk karburator Mikuni VM26SS bisa diganti milik RXZ begitu juga stang jepitnya yang juga bisa memakai variasi untuk RX-King dan RXZ. Untuk shock belakangnya konon bisa diganti punya Yamaha Vixion.

Spesifikasi Suzuki RG150 dan RGR150 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Suzuki RGR150
Jenis Sport bike
Tipe RGR150
Mesin 2 tak 1 silinder 147cc
Bore X Stroke 59.0 X 54.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 6 Speed wet type
Wheelbase 1.310 mm
Panjang 1.970 mm
Lebar 680 mm
Tinggi 780 mm

3 Responses to "Suzuki RG150 & RGR150"

  1. Permisi mau nanya gan, dari dulu sampai sekarang saya masih bingung kenapa RGR Sprinter itu disebut RG saja tanpa R. Padahal jelas-jelas di stikernya terdapat tulisan RGR pada RG Sprinter, tuh lihat fotonya RGR Sprinter.

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba jawab. mungkin dulunya RG Sprinter juga disebut RGR cuma sejak RGR versi full fairing keluar RGR versi half fairing dijuluki RG saja tanpa menyebut huruf R dibelakang sebagai pembeda oleh masyarakat. kasusnya mungkin sama seperti Smash atau shogun lansiran 2000an awal yang aslinya ada embel embel R dibelakangnya tapi jarang disebut huruf R nya. kebalikannya mungkin ada di satria fu dimana tulisannya cuma Satria F tapi orang menambahkan embel embel U dibelakang huruf F jadinya dibaca Satria FU deh

      Delete
  2. Kenapa harus dibedakan? padahal kan sesama RGR? ya orang Indonesia ini memang agak aneh ya...
    Sedangkan untuk Shogun R110 itu sejak jaman Shogun kebo udah pakai tulisan R pada stiker bodynya, R pada shogun adalah pembeda versi cakram dan tromol aja gan. Sama kayak Honda Supra X 100cc dan Supra tanpa X 100cc jaman dulu. Karena saya punya Shogun kebo rem cakram ada tulisan R pada bodynya. Sedangkan untuk satria FU itu merupakan kode mesin yg tertulis di STNK gan, dulu jaman pertama kali keluar satria FU versi CBU Thailand tahun 2004 itu ada tulisan Suzuki FU 150 Thailand pada silincer knalpotnya, tapi mulai 2006 Satria FU didatangkan secara pretelan atau CKD, lalu mulai 2009 murni buatan Indonesia dan gak ada lagi tulisan Suzuki FU 150 Thailand di knalpotnya mulai tahun 2006. Sama aja kayak kenapa Honda Tiger di STNK disebut Honda GL200, dan Thunder 125 di STNK disebut EN125, Shogun 110 di STNK disebut FD110. Nah Satria F150 itu ya di STNK disebut Suzuki FU150.

    ReplyDelete