Mercedes-Benz G-Class W460 & W461 Geländewagen

Mercedes-Benz 300GE

Mercedes-Benz Geländewagen atau G-Class alias jip mercy merupakan jip yang aslinya berasal dari kerjasama antara Mercedes-Benz dengan Puch, pabrikan otomotif asal Austria. Mobil ini punya nama asli Geländewagen yang punya arti sebagai mobil lintas alam. Mungkin karena cukup sulit melafalkan Geländewagen, jadilah mobil ini juga disebut dengan julukan G-Wagen. Jip Mercy ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1979 dan masih terus dijual sampai saat ini dan menjadi mobil Mercedes-Benz yang memiliki masa produksi terlama setelah Unimog.

Sejarahnya, suatu hari ditahun 1972 seorang Shah dari Iran yang saat itu menjadi pemengang saham terbesar Mercedes-Benz mengusulkan agar Mercedes-Benz membuat sebuah kendaraan yang bisa digunakan sebagai kendaraan tempur. Setelah itu, Daimler-Benz dan Steyr-Daimler-Puch di Graz, Austria mulai mengembangkan mobil ini pada tahun 1972. Prototype mobil ini kemudian jadi pada 1974 dan langsung dites di tengah gurun Sahara dan lingkar kutub utara. Pada 1975 dimulai konstruksi pabrik baru di Graz, Austria untuk membuat G-wagen secara hampir hand built dan pada akhirnya G-wagen mulai produksinya pada 1979.

Desain mobil ini begitu sederhana namun terlihat gagah dengan bentuk serba kotak. Kaca-kacanya datar tidak menggembung seperti mobil sedan. Karena ide awalnya sebagai mobil yang bisa dipakai bertempur, penggerak  roda alias 4WD sudah tentun menjadi barang wajib mobil ini. Kode designasi Mercedes-Benz untuk G-wagen ini adalah W460 yang diproduksi antara 1979 sampai 1990. Setelah 1990, muncul W461 yang sebetulnya sama dengan G-wagen klasik hanya saja diubah sedikit karena penggunaanya sebagai mobil militer dan kebutuhan khusus yang diproduksi sampai 2001. Penerus W460 adalah W463 yang memiliki bentuk mirip dan masih dijual sampai sekarang.

Di Indonesia, dulu mobil ini sebenarnya tidak masuk secara resmi dan dijual keumum lewat ATPMnya. Walau begitu, sepertinya negara di jaman pemerintahan orde baru sangat suka akan mobil ini. Oleh karena itu ada cukup banyak G-wagen yang masuk ke Indonesia dimana kebanyakan digunakan sebagai mobil Presiden selain sedan dan limosin Mercedes-Benz lainnya, Paspampres sampai menjadi mobil operasional RRI. G-wagen yang masuk pun juga terbatas karena hanya ada 280GE 1984 sampai 1991, 300GE 1993 sampai 1994, dan G300 yang ketiganya bersasis panjang. Pada tahun 1985 muncul 280GE short wheel base (sasis pendek) yang sangat jarang di Indonesia karena hanya masuk pada tahun 1985 saja. Selain itu mungkin saja ada G-wagen lain yang terdampar di Indonesia, tapi tetap saja jumlahnya tetap jauh lebih sedikit dibanding G-wagen lainnya.

Mercedes G Wagen extra long RRI jakarta

Mobile Broadcasting Van RRI dan TVRI

Jaman dulu, RRI dan TVRI menggunakan sebuah Peugeot J7 sebagai mobile broadcast van. Sayangnya mobil ini sangat sering mogok sehingga membuat menteri penerangan saat itu, alm letjend Ali Moertopo kesal juga bentuknya yang berupa van yang cukup besar namun penggerak roda depan dirasa tidak terlalu cocok untuk operasional wilayah yang kurang baik jalanannya.Oleh karena itu, dipilihlah sebuah G-wagen untuk memenuhi kebutuhan akan mobile broadcasting van RRI. Supaya mampu mengangkut semua peralatan, jadilah dipesan G-wagen custom dengan sasis extra long dari karoseri Binz, Jerman.

Sasis extra long ini sebenarnya merupakan mobil ambulans yang sayangnya tidak terlalu populer karena atapnya yang tidak terlalu tinggi sehingga menyulitkan dokter untuk merawat pasien didalam ambulans. Ambulans ini kemudian dimodifikasi lengkap dengan semua peralatan penyiaran mulai dari mixer bahkan sampai antenna pemancar portable yang diletakkan dibelakang mobil. Mobil siaran RRI dengan ciri khas berwarna putih ini jumlahnya termasuk sedikit karena harganya yang mahal. Oleh karena itu, pihak RRI kemudian memesan versi lain dari G-wagen untuk mobile broadcasting dimana kemudian bentuknya hanya berupa G-wagen long standar dengan warna khas biru.

Karena ruang kabin yang lebih sempit, jadilah beberapa peralatan broadcasting harus ikut diperkecil atau dilipat seperti misalnya mixer audio. Penyiar radio RRI yang berada dilapangan bisa langsung siaran dari bangku penumpang depan tanpa harus pindah kebangku baris kedua terlebih dahulu berhubung ruang yang tersedia sempit sehingga cukup praktis. Selain itu, Binz juga mengubah bentuk pintu belakang kedua mobil ini supaya lebih mudah untuk keluar masuk bawa mikrofon.

Tidak mau kalah, TVRI juga ikutan membuat sebuah G-wagen menjadi mobile broadcasting van versi mereka sendiri. Berbeda dengan RRI yang memakai versi 5 pintu, TVRI memakai versi 3 pintu panel van / blind van yang sama-sama berwarna biru. Berhubung peralatan broadcast televisi menghasilkan panas berlebih yang tidak bisa didinginkan hanya dengan mengandalkan AC mobil, jadilah AC rumahan digunakan untuk mendinginkan peralatan siaran TVRI. Selain G-wagen, TVRI juga diberikan sebuah Mercedes-Benz L508 untuk tiap provinsi berhubung peralatan siaran televisi lebih banyak dan besar dibandingkan peralatan siaran radio.


Mesin yang digunakan G-wagen ini ada beragam. 280GE memakai mesin Mercedes-Benz M110E 2800cc yang bertenaga 156Hp dan torsi 226Nm pada 4250Rpm. Untuk 300GE memakai mesin Mercedes-Benz M103 3000cc yang sama dengan Mercedes-Benz W124 atau Mercy Boxer. Selain versi bensin, ada juga versi diesel yang sepertinya kebanyakan bermesin Mercedes-Benz OM602D29 diesel 2900cc. Untuk transmisinya, 280GE 1984 sampai 1988 memakai transmisi manual 4 percepatan sementara 1988 sampai 1991 sudah manual 5 speed begitu juga dengan 300GE. Versi transmisi otomatis juga ada dan kebanyakan terpasang di Mercedes-Benz G300.

Menyandang merk Mercedes-Benz membuat fitur dan kenyamanan pada mobil ini tidak hanya ala kadarnya seperti jip pada umumnya. Pada 300GE, interior yang terdapat dimobil ini jauh lebih mewah dengan wood panel dan lainnya dibanding dengan 280GE yang lebih sederhana. Velg standar yang dipakai juga lebih besar dimana 300GE sudah 16 inch. Pada G300 yang muncul setelah penggantian sistem penamaan Mercedes-Benz, interiornya berubah dengan wood panel yang lebih gelap dan penggunaan velg yang kembali menjadi 15 inch.

Meski bertampang jadul, namun jangan kira mobil ini bakal murah seperti Benz sedan pasaran macam E-class. Harga bekas G-wagen keluaran 1980an saja harganya masih banyak yang mencapai 200 jutaan. Terkadang untuk G-wagen yang lebih baru harganya bisa mencapai 400 juta dalam kondisi mint tanpa ada cacat. Di Indonesia hampir semua yang memiliki G-wagen ini adalah orang yang sudah cinta dan mengerti akan Mercedes-Benz. Hanya sedikit sekali orang yang tidak tahu menau tentang Mercedes-Benz yang memiliki mobil ini sehingga unit yang penyakitan dan tidak terawat akan sangat jarang. Untuk versi SWB, karena mobil ini langka harga jualnya juga jauh lebih gelap alias lebih mahal dibanding versi LWB.

Spesifikasi Mercedes-Benz G-Class W460 & W461 Geländewagen ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Mercedes-Benz G-Class W460 & W461 Geländewagen
Jenis Jip
Tipe W460 & W461
Mesin M110.994 DOHC 2800cc
M103.980 SOHC 3000cc
Bore X Stroke 86.0 X 78.8 mm
88.5 X 80.2 mm
Sistem Bahan Bakar K jetronic
Transmisi Manual 4 Speed
Manual 5 Speed
Otomatis 4 Speed
Wheelbase 2.400 mm (SWB)
2.850 mm (LWB)
Panjang 4.661 mm (LWB)
Lebar 1.760 mm (LWB)
Tinggi 1.836 mm (LWB)

3 Responses to "Mercedes-Benz G-Class W460 & W461 Geländewagen"

  1. betul yg punya kebanyakan hobiis, tapi itu pun bbrp mesinnya udah ganti toyota diesel

    ReplyDelete
    Replies
    1. g wagen mesin toyota? kok jadi ingat kijang doyok karoseri yg betuknya mirip gwagen ya...

      Delete
    2. banyak yang diganti, kalo gak pake diesel toyota, diganti pake mesin mercy boxer biar masih berasa mercy. mungkin karena onderdil G class original agak susah ya

      Delete