Sejarah Mobil Tiongkok di Indonesia

Sejarah Mobil Tiongkok di Indonesia

Republik Rayat Tiongkok (China) seperempat abad yang lalu dikenal sebagai negara miskin melarat seperti umumnya negara komunis setelah Soviet bubar. Namun dengan reformasi ekonomi dan jumlah penduduk yang sangat besar, kini Tiongkok menjelma menjadi salah satu negara industri terpenting di planet ini.  Salah satu barang hasil industri Tiongkok yang sudah banyak berkeliaran seantero dunia adalah mobil yang sudah lama melangang buana di jalanan Indonesia. Berikut ini Mobilmotorlama coba cari tau sejarah mobil-mobil Tiongkok yang pernah beredar di Indonesia.


Di Tiongkok sana, anda bisa membuat mobil sesuka hati lalu dijual dengan merk sendiri walau anda tidak punya kemampuan engineering, pabrik yang mumpuni sampai selera desain kendaraan yang bagus. Selama ada uang, apapun bisa. Datang saja ke semacam sentra otomotif/industri otomotif yang banyak bertebaran di kota-kota besar. Tidak heran kalau akhirnya ada banyak sekali merk-merk mobil yang beredar di Tiongkok sana. Dengan hukum perlindungan hak cipta yang didesain untuk menguntungkan perusahaan lokal, replika bodi mobil tertentu juga mesinnya bisa anda dapatkan dengan mudah. Dengan material atau bahan baku yang mudah dan murah didapatkan, blueprint engineering yang nyaris gratis karena hukum paten disana, sampai buruh pabriknya yang bisa saja merupakan narapidana sehingga rela dibayar sangat murah, tidak heran kalau membuat mobil sangat murah biayanya.

Dengan jumlah penduduk terbesar sedunia, pasar otomotif Tiongkok menjadi magnet bagi setiap pabrikan mobil dunia untuk berinvestasi di Republik Rakyat Tiongkok selain juga untuk mengamankan paten desain mobil mereka yang dijiplak secara illegal. Sebelum mulai menjual produknya, pemerintah disana mewajibkan perusahaan mobil asing tadi untuk menggandeng perusahaan lokal dengan pembagian kepemilikan 50,1:49,9 dalam sebuah perusahaan joint venture. Cara ini kurang lebih sama seperti di Indonesia jaman 70an dulu dimasa awal berdirinya Astra Toyota, Indohero Suzuki atau Indokaya Nissan dimana bedanya skema pembagiannya di Indonesia 49:51. Karena kekuatan penguasaan perusahaanya sebanding, transfer teknologi bisa jauh lebih cepat karena mau tidak mau perusahaan asing tadi bisa menyetor blueprint kendaraan buatannya ke pasar lokal disana.

Dengan pertumbuhan industri yang cepat, mobil-mobil buatan Tiongkok ini tidak hanya dijual di pasar dalam negerinya saja namun juga diekspor keberbagai negara. Salah satu tujuan ekspor yang terlihat menggiurkan dari luar adalah pasar mobil Indonesia dengan potensi pasar yang sangat besar dengan penduduk yang mencapai 250 juta jiwa walau sebenarnya penjualan mobilnya masih kalah jauh dengan Australia yang jumlah penduduknya tidak lebih banyak dari provinsi Jawa Tengah. Berikut ini beberapa merk mobil asal Tiongkok yang sempat masuk dan dijual di Indonesia yang mobilmotorlama rangkum.

Beijing Jeep

Beijing jeep ini sejarah masuknya di Indonesia diawali ketika pemerintah Indonesia kembali membuka hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok pada 1990. Sekitar awal 90an, pemerintah Tiongkok memberi hibah berupa mobil jip militer Beijing Jeep BJ212. Mobil ini sempat dipakai prajurit ABRI (Angkatan Bersenjata RI) sebentar saja. Alasannya, mobil ini sangat buruk kualitasnya sehingga mobil ini kemudian dibiarkan saja terbengkalai karena percuma diperbaiki. Sebagai pengganti jip hibah ini, pemerintah Indonesia kemudian membeli Jeep dan Land Rover.


Beijing Jeep BJ 2020 TNI

Pada tahun 1998, krisis moneter tiba dan menghancurkan pemerintah Orde Baru beserta ekonomi Indonesia. Pada waktu itu, nilai tukar dollar terhadap rupiah naik dari 2500an menjadi 6500an kemudian jadi 17000an dalam beberapa hari saja. Jip militer TNI yang sebelumnya Jeep CJ atau Land Rover Defender mau tak mau harus diganti dengan merk lain yang harganya lebih murah berhubung harga dollar sedang gila saat itu. Pada jaman pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur, pemerintah Indonesia melakukan peremajaan jip militer dengan mengganti CJ series dan Defender dengan Beijing Jeep BJ2020 yang sialnya sama-sama bermasalah seperti pendahulunya mulai dari atap terpalnya yang bocor, mesin susah start dan lain sebagainya.

Changan

Seperti yang dijelaskan diatas, Suzuki kalau mau jualan mobil di mainland Tiongkok harus membentuk joint venture dengan perusahaan lokal disana. Hasil joint venture ini adalah Changan. Selain menggandeng Suzuki, Changan juga menggandeng Ford, Mazda dan PSA Peugeot Citroën. Di Indonesia, PT Global Lestari Motorindo sempat mendatangkan mobil merk Changan yang kurang lebih merupakan hasil rancang bangun Suzuki Carry 1000 untuk pasar domestik Tiongkok ini. Secara bentuk, mobil ini sama seperti Suzuki Carry Extra dengan muka yang lebih modern ala Carry Futura.

Changan pickup carry

Mobil yang sempat dijadikan angkot dibeberapa kota di Indonesia ini jejaknya menghilang sekitar tahun 2005. ATPM mobil ini entah sekarang berada dimana. Kebanyakan mobil Changan yang masih bertahan kebanyakan sudah memakai sparepart Suzuki Carry karena part Changan sendiri sepertinya tidak ada.

ZNA

ZNA merupakan singkatan dari Zhengzhou Nissan Automobile. Pabrikan hasil joint venture antara Dongfeng dengan Nissan ini di Indonesia masuk melalui PT Xarrina Motor Indonesia dengan produk mereka satu-satunya, ZNA Succe atau yang ditanah asalnya dikenal dengan nama Dongfeng Yumsun. ZNA Succe ini kurang lebih merupakan Nissan Serena C24 dengan facelift Chinese Domestic Market serta logo ZNA. Bedanya antara mobil ini dengan Nissan Serena C24 versi Indonesia ada pada mesinnya dimana Nissan Serena memakai mesin 2000cc 4 silinder segaris penggerak depan sementara ZNA Succe memakai mesin 4 silinder segaris 1500cc DOHC bertenaga 112Hp untuk mengangkut mobil seberat 1,5 ton ini.

ZNA mangkrak alam sutera tangerang

Walau modelnya cukup bagus dan harganya bisa murah, namun dengan merk yang asing ditelinga orang Indonesia serta ATPMnya yang terkesan ogah jualan menjadikan merk ini dilupakan begitu saja. Sisa stok unit ZNA Succe yang belum terjual bisa dilihat di parkiran sebuah ruko yang sepertinya bekas dealer ZNA di Alam Sutera dimana kondisinya cukup mengenaskan karena dibiarkan terjemur dan kehujanan setiap hari.

Chery

Sampai diawal kemunculannya (2006), bisa dibilang inilah mobil Tiongkok paling menjanjikan di Indonesia. Bagaimana tidak, ATPM mobil ini berada dibawah naungan Indomobil yang sudah puluhan tahun menjual berbagai merk mobil seperti Suzuki, Audi dan Mazda (sampai akhir 90an) di Indonesia. Part mobil ini dirakit secara CKD dimana kit CKDnya didatangkan dari Tiongkok. Merk ini fokus menjual mobil penumpang dengan 2 produk andalannya yaitu city car bernama Chery QQ serta SUV bermana Chery Tiggo.

Cherry QQ

Chery QQ merupakan city car yang entah mengapa bentuknya sangat mirip dengan Chevrolet Spark dan Daewoo Matiz yang juga hadir di Indonesia beberapa tahun sebelumnya. Karena bentuknya yang mirip ini, General Motor sempat menggugat Chery atas pelanggaran hak cipta di Tiongkok sana namun kalah. Mobil ini dipersenjatai dengan mesin 3 silinder 1100cc dan cukup laris karena ditawarkan dengan harga 50an juta rupiah saja atau seharga Suzuki Karimun kotak bekas saat itu.

Model mewah dari Chery yang hadir di Indonesia adalah Chery Tiggo yang merupakan SUV sekelas Suzuki Grand Vitara dengan 5 pintu dan memiliki ciri khas berupa ban cadangan di pintu dan spion tanduk disebelah kiri yang lagi-lagi mirip Grand Vitara. Masih ingat dengan paragraf pertama artikel ini? model Chery Tiggo ini juga sempat dicap menjadi Esemka Rajawali I dan menjadi prototype mobil Esemka.

Selain 2 mobil beneran, Chery saat itu juga sempat menggembangkan mobil super murah dimana seandainya mobil ini jadi maka harganya hanya dijual sekitar 20 juta rupiah saja. Prototype mobil ini bernama Chery Quart Q11 dengan bentuk hatchback yang seandainya jadi maka akan bersaing dengan mobil super murah asal India, Tata Nano. Mobil ini memakai mesin 550cc 2 silinder bertenaga 30Hp dengan sasis ladder frame yang sepertinya rancangan asalnya diambil dari kei truck sebelum 1989 dan memakai bodi yang terbuat dari plastik. Namun sepertinya konsep ini gagal masuk ke Asia Tenggara yang menjadi target mobil ini karena Chery harus berurusan dengan GM terlebih dahulu.

Di Indonesia, nasib Chery mulai terkatung-katung pada tahun 2009. Pada tahun 2011, Indomobil akhirnya memutus hubungan dengan Chery setelah penjualannya yang tidak sesuai harapan beberapa tahun sebelumnya dengan alasan kualitasnya yang tidak sesuai harapan. Walau sudah "cerai" dengan Indomobil, namun merk Chery masih ada di Indonesia.


Foton

Tidak hanya mobil penumpang dan mobil barang kecil saja yang coba dimasuki mobil-mobil asal Tiongkok ini. Segmen truk Indonesia juga sempat kedatangan Foton yang menjual truk engkel dengan nama Foton View. Mesin yang dipakai truk ini adalah mesin diesel 2800cc dengan tenaga maksimal mencapai 92.5ps/3600rpm dan torsi 20.2kg.m/2300rpm. Lumayan untuk sebuah truk yang saat peluncurannya dijual dengan harga 85 juta rupiah ini. Truk ini pertama kali dihadirkan dalam pameran China Machinery and Electronics Trade Exhibition, 24 - 27 Mei 2007 dalam acara Pekan Raya Jakarta. Truk yang dijual oleh PT Indobuana Autoraya yang juga berada dibawah Indomobil ini nasibnya tidak begitu jelas. Mungkin karena produknya yang kurang disukai para sopir truk karena reliabilitasnya yang kurang dibanding truk kepala kuning, hijau, merah dan putih yang sudah puluhan tahun mengantar logistik di penjuru Indonesia. Indomobil juga sepertinya sudah lama memutus hunbungan dengan merk Foton ini.

truk foton flat bed


Great Wall

Bersamaan dengan Foton, Great Wall muncul untuk membuktikan bahwa mobil asal Tiongkok juga bisa tahan banting seperti mobil Jepang yang sudah terlebih dahulu menguasai pasar mobil Indonesia. Produk Great Wall yang hadir di Indonesia ini adalah Great Wall Wingle yang menjadi mobil pickup terlaris di China sana pada saat itu. Mobil ini diperkenalkan bersamaan dengan truk Foton dalam pameran China Machinery and Electronics Trade Exhibition, 24 - 27 Mei 2007 dalam acara Pekan Raya Jakarta. Wingle ini sepintas dari tengah kebelakang mirip dengan Isuzu D-Max double cabin. Bagian paling berbeda sekaligus aneh ada ada bagian depannya yang membulat mirip citycar. Untuk mesinnya, mobil ini memakai mesin diesel commonrail yang diklaim teknologi Bosch yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 91Hp dan torsi 225Nm. Mobil yang dijual secara fleet untuk tambang ini nasibnya sama seperti truk Foton.


Geely

Geely Mobil Indonesia (GMI) berdiri pada 2010 dengan saham kepemilikan 100 persen oleh Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd. Mobil-mobil Geely yang dijual di Indonesia adalah CKD (completely knock down) yang dirakit di fasilitas Gaya Motor milik Astra. Karena salah manajemen, pada tahun 2013 GMI diakuisisi oleh perusahaan lokal bernama Auto Mandiri Group dengan kepemilikan mencapai 70 persen. Sebagai merk terbesar di China sana, model yang ditawarkan Geely di Indonesia cukup beragam. Sebuah sedan Geely Emgrand EC7, city car Panda, MPV yang juga digunakan sebagai taksi di London dengan nama London TX4, serta crossover LC cross menjadi lineup merk ini.

Geely panda

Wuling

Boleh dibilang, inilah merk mobil Tiongkok paling niat jualan sekaligus yang paling menjanjikan sampai sekarang. Ketika merk lain hanya sebatas jualan mobil yang dirakit secara CKD dengan meminjam plant perakitan pabrikan lain, Wuling berani membuka pabrik sendiri di Indonesia. Modal investasi yang ditanam perusahaan yang menginduk ke General Motor ini mencapai 700 juta dolar AS atau 9,3 triliun rupiah. Untuk layanan purna jual, Wuling bahkan sudah membuat 50 lebih dealer dan bengkel resmi yang tersebar di penjuru tahah air.

Wuling confero s

Produk pertama dari Wuling ini adalah Wuling Confero atau yang ditempat aslinya dikenal dengan nama Wuling Baojun atau di India dikenal dengan nama Chevrolet Enjoy. Dijual dengan harga mulai dari 128 juta rupiah membuat mobil ini cukup heboh di linimasa media sosial. Beberapa saat yang lalu, Wuling kembali memasarkan produknya bernama Wuling Cortez yang dijual mulai dari 180 jutaan.

Di negara asalnya, perusahaan mobil terbesar se Tiongkok ini memiliki komposisi berupa 50,1% SAIC, 44% General Motor dan sisanya Guangxi Automobile Group (Wuling). Mungkin karena itulah teknologi yang diusung kedua mobil Wuling pertama di Indonesia tadi memiliki perbedaan yang cukup jauh. Wuling Confero memakai teknologi GM karena ada campur tangan GM disana sementara Wuling Cortez memakai teknologi SAIC atau Guangxi yang membuat mesin 1800cc mobil ini konon merupakan fotokopi dari mesin 2ZZ-FE milik Toyota.

DFSK

Nama Dongfeng kembali lagi ke pasar mobil nasional dengan membuang ZNA dan mengambil nama DFSK merupakan singkatan dari DongFeng SoKon. Nama Dongfeng sendiri sebenarnya sudah cukup dikenal masyarakat lewat mesin diesel untuk traktor, gilingan padi dan sebagainya. Mobil DFSK pertama di Indonesia adalah DFSK Glory 580 dan pick up yang muncul diacara GIIAS 2017. Untuk komando penjualannya di tanah air, DFSK menggandeng Kaisar Motorindo yang dikenal membuat motor roda 3 dengan merk Kaisar dan Kaisar Ruby 250 yang merupakan motor V twin termurah di tanah air.

pickup DFSK

6 Responses to "Sejarah Mobil Tiongkok di Indonesia"

  1. Replies
    1. daripada teman-teman seasalnya, [hash tag] mending wuling...

      Delete
  2. Artikel yang bagus Min.

    Oh ya sekedar tambahan, saya pernah dengar dari supir truk kalau sempat ada Truk buatan China ditahun 90an awal, lupa namanya. Dan ATPM nya pun tenggelam.

    Untuk Beijing Jeep, perusahaan bernama PT Alam Indomesin Utama sempat merancang ulang Beijing Jeep dengan ganti mesin (saya lupa) dan mengubah bodi depan kendaraan ini. Kalau tidak salah dinamakan Komodo. Kalau di Google harusnya nanti ada.

    Lalu Esemka bisa dimasukan kesitu nggak? Pada dasarnya Esemka kan merakit mobil buatan China, saya lihat konsepnya seperti pabrik mobil dari Ghana. Katanka yang mengaku membuat mobil sendiri padahal hanya merakit mobil China Foday.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip, thanks buat tambahannya. soal truk besar saya nggak tau sama sekali, maksimal cuma truk engkel... buat mobil komodo 4x4 nanti dibikin terpisah saja... kalo buat esemka kesannya malah kayak private import (CBU IU)... cara buat mobilnya kayak di paragraf kedua cuma assembly di sini.

      Delete
    2. Say juga bukan penggemar Truk atau Bus sih. Cuma waktu itu lagi ngobrol dan si bapak ini cerita pernah bawa truk China ini, waktu itu dia bilang merek dan PT yang impor. Tapi udah tutup sejak krismon 98.

      Sipp ditunggu Komodo nya. PT Alam Indomesin Ini uga pernah disain truk untuk kepentingan militer yang mirip dengan Mercedes Benz Actros, malah mesinnya dari M-B setahu saya. Cuma sepertinya belum diadopsi TNI. Karena saya suka yang berbau militer saya tahu yang gini2 min haha. Kalau Land Rover Banteng sudah pernah dibahas ya?

      Iya memang setahu saya cuma assembly. Cuma masalah Esemka itu kalau kita bahas nanti mengundang nyamuk2 yang bawa2 politik... wong kita ngomomgin mobil kok... dan kalau memang sekedar rakitan mobil Tiongkok ya mau bagaimana lagi kan?

      Delete
    3. LR banteng belum ada, nungguin kerjaan beres dulu baru mulai nulis... ditunggu aja.

      yup, daripada bikin ribut...

      Delete