Sejarah Karoseri Mobil Indonesia

Mitsubishi Colt T1120ss bus chassis

Karoseri berasal dari bahasa Belanda Carroserie yang berarti rumah-rumah atau bodi kendaraan. Industri karoseri di Indonesia sendiri diperkirakan sudah ada dari jaman Belanda dimana pembuat kereta kuda juga membuat bodi kendaraan. Bahan yang dipakai antara lain kayu maupun plat besi. Oplet misalnya, merupakan sebuah mobil bak terbuka atau malah cabriolet (dimana nama Oplet didapat dari penyederhanaan kata Opel Cabriolet) dengan karoseri yang menutup bak belakangnya untuk digunakan sebagai angkutan umum.


Namun yang tercatata, industri karoseri di Indonesia mulai tumbuh sekitar dasawarsa 60an dan mencapai kejayaanya pada dasawarsa 70an dan 80an. Salah satu karoseri yang hadir pada jaman 60an ini adalah Superior Coach yang berdiri pada tahun 1960. Proyek signifikan pertama dari karoseri ini adalah membuat bodi bus untuk Toyota DA atau truk Toyota Buaya pada tahun 1961. Bus-bus ini dipakai oleh pemerintah dengan biaya dari reparasi perang Jepang untuk transportasi antar jemput pegawai negeri sipil pada jaman itu.

Jaman 80an dulu, kalau mau beli mobil minibus (ambil contoh mau beli sebuah Carry 1000 minibus) setelah bayar kita tidak bisa langsung jalan-jalan naik mobil baru bareng keluarga. Sebelumnya, dealer memberikan beberapa pilihan seperti apa spesifikasi fitur minibus dimana fitur tadi ditambahkan sendiri oleh perusahaan karoseri lokal setempat. Carry minibus tadi baru datang kerumah sekitar 1 bulan lagi tergantung dimana kita ingin bodi minibus Carry baru tadi dibuat.

Mengapa untuk membeli mobil minibus harus menunggu lagi inden bodi minibusnya? kenapa bukan pabrikan saja yang membuat dan menempelkan fitur-fitur pada versi minibus mobil pikap seperti misalnya Suzuki APV dengan Mega Carry jaman sekarang? ternyata hal ini dilakukan karena aturan yang berlaku pada saat itu.

Sekitar antara tahun 1973 sampai dengan 1996, ATPM yang memasarkan kendaraan niaga (pickup) dengan sasis (ladder frame) dilarang membuat bodi minibus oleh dirjen industri dan logam dasar. Ini dilakukan agar membuka peluang usaha bagi industri otomotif lokal yang tentunya belum mampu untuk membuat mobil sendiri. ATPM hanya boleh memasarkan mobil bak terbuka serta pickup tanpa bak dengan dinding dibelakang baris pertama (single cab) berlubang. Selain minibus jadi, double cabin nasibnya juga sama dengan minibus yang tidak diperbolehkan dibuat oleh ATPMnya langsung. Karena inilah tidak ada mobil double cabin seperti Toyota Hilux, Mitsubishi Strada dan sebagainya di Indonesia pada masa itu. Mungkin juga karena alasan inilah Holden yang sebelum tahun 1973 menjual Holden Belmont ute (pickup dengan bak menyatu dengan kabin depan) serta Holden Kingswood station wagon harus menyudahi penjualan kedua tipe tadi dan hanya meninggalkan tipe sedannya. Walau dilarang, tapi ada beberapa ATPM yang mendapat perlakuan khusus seperti misalnya Garuda Mataram yang menjual VW Transporter dan Kombi serta National Motor yang menjual Mazda E2000 dimana 2 mobil tadi dianggap memiliki sasis monokok sehingga ATPM diperbolehkan merakit versi minibusnya tanpa harus dioutsource ke perusahaan karoseri lokal.

Untuk mengakali peraturan ini, beberapa ATPM kemudian bekerja sama dengan perusahaan karoseri lokal seperti Toyota dengan Nasmoco dan Superior Coach, Daihatsu dengan Astrea Bodytech, Suzuki dengan Adiputro dan Alexander serta Mitsubishi dengan New Armada dan Starion. Bagi karoseri kecil yang tidak digandeng oleh ATPM langsung, untuk memikat minat konsumen perusahaan karoseri ini kemudian bermain-main dengan cara menjual gimmick dan fitur selain juga desain. Ini dilakukan karena perusahaan karoseri tidak bisa mengubah konstruksi sasis dan suspensi yang sebetulnya didesain untuk beban berat bukannya untuk kenyamanan penumpang. Karena itu tidak heran kalau ada minibus Carry yang sudah dilengkapi double blower sementara yang lain ada yang memakai sliding door dan lampu belakang copotan sedan.

Bentuk karoserinya juga bermacam-macam. Misalnya ada yang membuat desain mirip dengan versi minibus aslinya dinegara asalnya, ada yang custom bahkan sampai menghilangkan identitas aslinya. Contoh mobil-mobil yang sampai kehilangan identitas karena karoseri ini antara lain Mitsubishi Colt T120ss Lotus yang dibuat monyong dengan ruang depan sebagai bagasi, Isuzu Panther Samurai karoseri Langgeng Putra yang berbentuk mirip Mitsubishi Pajero generasi kedua bahkan yang paling ekstrim ada Shelby Patriot yang merupakan Daihatsu Zebra dengan bentuk jip lengkap dengan moncong yang panjang dan bodi fiberglass serta masih meletakkan mesinnya dibawah jok pengemudi yang kini menjadi ruang kaki pengemudi.

Sayangnya, kualitas bodi dari karoseri-karoseri ini tidak semuanya baik sehingga tidak jarang kalau mobilnya sudah mengalami rattle meski baru saja keluar showroom. Ini dikarenakan penggunaan mesin press yang hanya berkekuatan 1500kg saja yang mana kurang untuk produksi bodi kendaraan dengan layak. Ditambah lagi banyak dari perusahaan karoseri ini yang tidak menggunakan kaca tempered sehingga kaca jendela mobil-mobil karoseriannya melukai penumpangnya. Ditambah lagi terjadi pergeseran minat konsumen dimana yang dulunya hanya mementingkan kapasitas angkut, kini mulai memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, keiritan, handling, fun to drive, transmisi otomatis dan sebagainya yang dulunya hanya ditemukan pada sedan. Inilah juga yang menyebabkan Sedan sekarang sudah jarang. Pada tahun 1996, aturan ini kemudian dicabut selain juga protes dari ATPM karena produk karoseri ini tidak bisa memenuhi standar ekspor kendaraan. Perlahan namun pasti, industri karoseri mobil di Indonesia mulai menurun.

Meski begitu, beberapa perusahaan masih bisa bertahan bahkan melakukan ekspor keluar negeri meski barang produksinya sudah berpindah menjadi produksi bodi bus maupun kendaraan khusus seperti Ambulans, pemadam kebakaran dan kendaraan khusus lainnya. Beberapa karoseri kecil tutup bahkan seperti Superior Coach yang jaya ketika menjadi karoseri "resmi" rekanan Toyota dimasa Kijang Super akhirnya dijual ke grup Mayasari dan menutup bisnisnya di Indonesia dan kembali ke Amerika membuat kendaraan khusus seperti mobil jenasah sampai sekarang.

0 Response to "Sejarah Karoseri Mobil Indonesia"

Post a Comment