Honda Astrea Grand C100

Honda Astrea Grand C100

Ekonomi Indonesia mulai booming pada akhir 80an membuat kebutuhan akan transportasi masyarakat terus meningkat. Meski harga mobil banyak yang tidak terjangkau masyarakat, namun sepeda motor yang lebih murah bisa cukup populer sebagai alternatif. Salah satu sepeda motor favorit masyarakat Indonesia pada dasawarsa 90an adalah Honda Astrea Grand.


Pengganti dari Astrea Prima ini yang memulai debutnya pada tahun 1991. Dengan model seba baru, Astrea Grand ini menjadi motor bebek favorit diera 90an. Dibagian bodi, motor ini menganut tebeng atau sayap yang berwarna putih dengan lampu belakang yang terkenal dengan sebutan bulus. Secara mesin motor ini masih sama saja dengan Astrea Prima dengan mesin C100 berkapasitas 100cc. Bedanya warna blok mesin dan cover mesin Grand berwarna hitam. Konon ini juga untuk membedakan dengan mesin yang sudah produksi lokal.

Motor ini menggunakan mesin C100 yang masih sama dengan Honda Astrea Prima. Mesin ini memakai konfigurasi SOHC 2 valve 1 silinder dengan karburator dan berkapasitas hanya 100cc. Mesin 4 langkah dengan pendingin udara ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 7,2Hp pada 8000Rpm dan torsi sebesar 7,2Nm pada 6000Rpm. Sebagai transportasi jarak dekat ke titik a ke titik b, motor dengan konsumsi bahan bakar mencapai 50km untuk tiap liter bensin ini mampu mencapai kecepatan 100km per jam saja. Transmisi yang digunakan adalah semi otomatis 4 percepatan dengan sistem rotari khas motor bebek.

Secara fitur, motor ini masih sama saja dengan Astrea Prima dengan rem teromol dan double starter. Pada tahun 1994 muncul facelift dimana bagian belakang Astrea Grand diberi semacam lampu tambahan diatas lampu rem menghilangkan kesan kuno model sebelumnya yang populer dengan sebutan Astrea bulus dan warna body single tone. Striping yang sebelumnya berupa garis lurus berubah menjadi garis tribal dinamis yang kebanyakan berwarna hijau. Bila sebelumnya Astrea Grand memiliki sayap depan berwarna putih, untuk versi berwarna hitam tersedia sayap depan sewarna.

Tokoh nasional yang pernah terlihat memakai motor ini adalah alm Munir. Ada cerita alm Munir dengan motor Astrea hitam dengan striping berwarna ungu keluaran 1995 miliknya dengan plat nomor N8007WD ini sayangnya motor ini harus hilang digondol maling pada Oktober 2000 dihalaman parkir kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Setelah kejadian itu, alm Munir kemudian melaporkan kekantor polisi sebagai antisipasi apabila motornya digunakan sebagai alat kejahatan, beliau tidak dituduh. Setelah itu alm Munir mengganti motornya dengan Honda Astrea Supra tahun 1999 yang kemudian hilang lagi diparkiran KONTRAS pada tahun 2002.

Kelebihan Honda Astrea Grand ini ada pada kehandalan mesin yang terkenal terlalu irit bahan bakar. Konsumsi BBM 1:50 sudah termasuk biasa saja untuk motor ini. Kelemahan Astrea Grand ini cukup banyak. Sebagai motor komuter dalam kota jaman dulu, memang tidak banyak tersedia fitur-fitur praktis seperti bagasi ala motor jaman sekarang bahkan rem cakram sehingga bagi yang tidak terbiasa akan merasa aneh. Desain motor ini tidak terlalu sporty dan masih terasa kuno membuat motor ini identik sebagai motor bapak-bapak dan tukang ojek. Meski begitu, motor ini popularitasnya kembali naik beberapa waktu belakangan membuat harga jualnya cukup mahal.

Spesifikasi Honda Astrea Grand C100 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Honda Astrea Grand C100
Jenis Underbone
Tipe C100
Mesin 4 tak SOHC 97,1cc
Bore X Stroke 50.0 X 49.5 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual kopling otomatis 4 Speed
Wheelbase 1.234 mm
Panjang 1.907 mm
Lebar 703 mm
Tinggi 1.069 mm

2 Responses to "Honda Astrea Grand C100"

  1. Jadi inget sama jargon Honda jadul dulu "BAGAIMANAPUN JUGA HONDA LEBIH UNGGUL." Produk Honda, khususnya Astrea Grand memang unggul soal irit BBM sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang dulu kalau balapan lawan yang 2tak jarang bisa unggul...

      Delete