Kia Carnival & Sedona KV-II

Kia Carnival KV-II

Memasuki awal 2000 ketika Kia sudah tidak lagi terikat dengan Timor, Kia mulai melakukan ekspansi untuk menjual mobil-mobil buatan mereka kepasar otomotif Indonesia. Salah satu produk unggulan yang ditawarkan Kia pada saat itu adalah Kia Carnival yang merupakan MPV mewah dengan kapasitas 7 atau 8 penumpang. Di Indonesia, pada awalnya mobil ini dijual dengan nama Kia Carnival namun kemudian namanya diganti menjadi Kia Sedona.


Secara bentuk, sepintas mobil ini terlihat mirip dengan MPV Kia lainnya seperti Kia Carens sampai akhirnya terlihat perbedaan pada bagian kaca belakang serta ukurannya yang lebih besar. Bentuk dasarnya tidak seperti MPV lain kebanyakan yang beredar di Indonesia saat itu yang kalau tidak berbentuk "roti tawar" atau kekijang-kijangan yang lebih mirip jip. Carens memiliki bentuk lebih kearah sedan station wagon dengan atap yang lebih tinggi dengan lekukan bodi membulat yang modern dijaman itu.


Saat pertama kalinya diperkenalkan, Kia membekali mobil ini dengan 2 pilihan mesin. Yang pertama adalah Carnival bensin dengan mesin bensin KV6 dengan konfigurasi V6 DOHC 24 valve berkapasitas 2500cc yang menghasilkan tenaga sebesar 187Hp yang disalurkan keroda depan. Mesin ini sendiri pada awalnya adalah mesin dari Rover, Inggris yang kemudian dilisensikan kepada Kia pada pertengahan 90an. Untuk menyalurkan tenaganya, digunakan transmisi manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan.

Pilihan mesin kedua dari Carnival ini adalah Carnival diesel. sesuai dengan namanya, mobil ini menggunakan mesin 4 silinder diesel CRDi dengan turbo dan intercooler. Mesin diesel common rail ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 144Hp yang juga lolos standar emisi Euro 2. Untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda depan, digunakan transmisi manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan. Ciri fisik yang membedakan antara Carnival bensin dengan Carnival diesel adalah adanya air scoop besar ditengah-tengah kap mesin. Air scoop ini menangkap aliran udara untuk diarahkan ke intercooler Carnival yang peletakannya ada diatas kap mesin macam Toyota Starlet turbo.

Untuk trim level yang tersedia sendiri ada 2 yaitu LS serta GS. Pada tipe GS, mobil ini sudah dilengkapi dengan  sunroof, setir dengan tombol audio, wood panel, kursi elektrik berlapis kulit, spion elektrik, kursi baris kedua dapat diputar 180 derajat, AC untuk semua baris termasuk baris ketiga, heater di bawah jok, head unit 2 din, sampai fitur keselamatan berupa dual SRS airbag dan ABS. Tipe LS sendiri fiturnya sama dengan GS hanya saja tanpa jok kulit serta velg dengan dop. Khusus untuk keluaran awal (2000), Carnival tidak disediakan sunroof serta masih memakai velg kaleng dengan dop.

Memasuki 2002, Kia melakukan pembaruan pada Carnival yang kelak populer disebut Carnival Sedona. Bagian paling terlihat perbedaanya ada pada fascia depan dimana lampu depannya berubah menjadi lebih besar, grill depan, bumper model baru baik depan dan belakang serta air scoop untuk versi turbo bentuknya bukan menonjol keatas tapi rata kap mesin sehingga tidak terlihat seperti komponen tambahan. Dibagian belakangnya, model pintu dan lampunya dibuat sedikit lebih mengotak dibandingkan model pre faceliftnya.

Kia Sedona KV-II

Pada pertengahan 2005, Kia Mobil Indonesia melakukan facelift kepada Carnival dimana pada facelift ini nama Carnival dibuang dan diganti menjadi Kia Sedona. Mesin yang ditawarkan hanyalah bensin 2500cc V6 saja karena varian diesel sudah tidak lagi ditawarkan. Beberapa fiturnya hilang seperti misalnya sunroof mungkin untuk memangkas harga jualnya karena konon Carnival dibuat dengan spesifikasi Eropa sementara Sedona sudah dibuat dengan spesifikasi Indonesia. Produksi Sedona ini kemudian berakhir pada 2008 dan kemudian baru lanjut menjadi Kia Grand Sedona pada 2016.

Kepolisian Indonesia sempat juga memakai mobil ini sebagai mobil dinasnya. Kebanyakan adalah varian bensin pre facelift. Sayangnya karena reliabilitas yang kurang baik digabungkan dengan perawatan mobil dinas dan aset negara yang berantakan pada jaman itu membuat ada banyak Carnival yang teronggok dilapangan menjadi bangkai. Entah sekarang sudah pada dilelang atau belum tapi yang pasti onderdil Carnival bekas polisi ini sudah pada hilang entah kemana.

Kelebihan Carnival maupun Sedona adalah kenyaman penumpang yang lebih baik apalagi ketika menyadari harga bekas mobil ini kini sudah sangat murah antara 50 sampai 70 jutaan tergantung kondisi. Kabinnya termasuk sangat lega dengan pengaturan kursi belakang yang menyenangkan dimana model captain seat bisa diputar maupun dilipat sesuka hati. Fitur keselamatannya juga berlimpah tidak hanya airbag dan ABS saja namun fitur keselamatan untuk anak kecil juga diperhatikan dimana terdapat child lock dan ISOFIX.

Kelemahannya, ada pada reliabilitas mobil ini. Sebenarnya mobil ini relatif baik reliabilitasnya namun sayang hanya untuk varian diesel dan transmisi otomatis Carnival awal yang masih buatan Aisin. Saking parahnya, Carnival bensin dengan mesin Rover yang terkenal boros bensin ini sempat dilakukan recall sebagai bentuk tanggung jawab Kia. Pastikan untuk mendapat unit yang melakukan recall dulu. Karena merupakan CBU spek Eropa, tidak jarang interior mobil ini sudah mulai rusak termakan usia dan kerasnya iklim tropis Indonesia begitu juga dengan sensor-sensor dan perkabelannya. Selain itu, dengan ukuran besar namun memiliki radius putar yang besar dengan poros putar setir yang pendek membuat mobil ini terasa kurang enak disupiri dalam kota yang ramai dan macet meski terkompensasi sangat enak untuk jalanan luar kota.

Spesifikasi Kia Carnival & Sedona KV-II3 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Kia Carnival & Sedona KV-II
Jenis Minibus
Tipe KV-II
Mesin Rover KV6 V6 DOHC 2500cc
Hyundai J3 CRDi DOHC 2900cc diesel
Bore X Stroke N/A
Sistem Bahan Bakar Injeksi
Common Rail diesel
Transmisi Manual 5 Speed
Otomatis 4 Speed
Wheelbase 2.910 mm
Panjang 4.890 mm (Carnival)
4.930 mm (Sedona)
Lebar 1.895 mm
Tinggi 1.730 mm (Carnival)
1.790 mm (Sedona)

2 Responses to "Kia Carnival & Sedona KV-II"

  1. Jadi inget nih .. sempet miara carnival bensin metik .. asli kalo boros relatif lah terbayarkan dengan kenyamanannya .. namun mobil ini menyerah di tangan karna mesinnya melengkung akibat overheat yang gak sempat ditangani dan harus rela dilepas 18jt aja waktu itu .. mobil korea rasa eropa

    ReplyDelete