100 Tahun Mazda

100 tahun Mazda

Pada tanggal 30 Januari 100 tahun yang lalu berdiri perusahaan pembuat sumbat dan gabus Toyo Cork Kogyo. Co. Ltd. di Hiroshima, Jepang. Perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi  Toyo Kogya. Co. Ltd pada tahun 1927 dan sempat diambang kebangkrutan. Apa hubungannya perusahaan gabus dengan otomotif yang kami bahas? karena inilah cikal bakal Mazda, salah satu pembuat mobil keren dari Jepang.


Mobil pertama Mazda muncul pertama kali pada tahun 1931 dengan nama Mazda-go. Mobil yang lebih pantas disebut sepeda motor roda 3 dengan bak ini adalah pertama kalinya nama Mazda digunakan. Nama Mazda sendiri berasal dari nama tuhan agama Zoroaster, Ahura Mazda yang berarti tuhan yang bijaksana. Dipilih nama ini dibandingkan Sumera-go (tuhan) atau Tenshi-go (malaikat) yang maknanya mirip-mirip karena ketertarikan Jujiro Matsuda akan kepercayaan selain juga nama Mazda (dibaca Matsuda dengan pelafalan Jepang) yang mirip dengan nama pendiri Mazda.

Di Indonesia Mazda pertama kali masuk melalui NV Kantjilmas Autohandel pada tahun 1958. Saat itu produk Mazda yang dijual antara lain Mazda B600 yang mendapat julukan Mazda kotak sabun sampai pickup beroda 3 seperti bemo bernama Mazda T2000. Selain itu ada juga model-model lain yang dijual melalui importir umum karena pada jaman itu, belum ada istilah ATPM dan penjualan mobil bisa dilakukan oleh importir mandiri.

Pada tahun 1960an, Mazda terispirasi akan NSU 800 serta mesin wankel Rotary yang merupakan mesin jenis baru yang ditemukan pada abad 20. Dimasa inilah Mazda kemudian mulai bereksperimen dengan mesin-mesin Wankel rotary untuk membedakannya dengan pabrikan Jepang lainnya. Mobil sedan bermesin rotary? ada Mazda R100, mobil sport grand tourer bermesin rotary? ada Mazda Cosmo, mobil sedan sedang bermesin rotary? ada Mazda RX-2, mobil sedan sport kompak bermesin rotary? ada Mazda RX-3 Savanna, mobil pickup bermesin rotary? ada Mazda REPU, mobil mewah bermesin rotary? ada Mazda RX-4 dan mobil super mewah bermesin rotary? ada Mazda Roadpacer. Namun sayang, karena keterbatasan dan kelemahan mesin rotary membuat tinggal Mazda Luce (929), Mazda Cosmo dan RX-7/RX-8 saja yang akhirnya tetap memakai mesin rotary sebagai ciri khas dan cerminan teknologi terdepan Mazda.

Pada tahun 1971, ATPM Mazda di Indonesia berganti menjadi National Motor. Produk-produk Mazda semakin halus, maju dan berkualitas. Beberapa tipe mobil Mazda yang dihadirkan antara lain 808 sedan 4 pintu kecil, 616 sedan 4 pintu ukuran menengah, 929 sedan 4 pintu berukuran besar dan Bongo minibus. Pilihan model Mazda yang tersedia semakin sedikit karena pada tahun 1973 pemerintah Indonesia melarang mobil impor sehingga setiap merk yang ingin menjual produknya di Indonesia harus merakit mobilnya di Indonesia yang otomatis membuka pabrik di Indonesia. Selain itu, ada juga Mazda 323 hatchback yang kelak menjadi cikal bakal Mazda MR pada tahun 1990.

Pada tahun 1974, Ford memiliki sekitar 7% saham Mazda yang kemudian pada 1979 naik menjadi 24,5% setelah beberapa kesulitan finansial yang melanda Mazda. Karena Ford kemudian menjadi pemegang saham utama Mazda, ada pengaruh besar Ford akan Mazda salah satunya membuat Mazda 323 dan 626 memiliki kembaran dengan merk Ford dengan nama Ford Laser dan Ford Telstar. Di Indonesia Laser menggantikan Ford Cortina sementara Ford Telstar menggantikan Ford Falcon.

National Motor kemudian masuk kedalam grup Indomobil pada tahun 1986. Dengan fasilitas Indomobil membuat mobil-mobil Mazda semakin canggih dan maju. Beberapa fitur canggih yang disematkan pada mobil-mobil Mazda dijaman ini antara lain speedometer digital pada Mazda 626 dan 323 sampai suspensi elektronik yang bisa diatur mode kekerasannya pada 626 dan MX-6. Mobil-mobil Mazda yang hadir diera bersama Indomobil ini antara lain Mazda 323, 626, MX-6, E2000, MR90, Vantrend dan beberapa varian lokal kayra karoseri seperti Mazda 626 limusin dan bermuka Mazda Cosmo sampai Porsche 911 replika berbasis Mazda MR90 yang membuat Porsche dan Mazda geram.

Tahun 90an, demam mobil nasional merambah tanah air. Tidak ketinggalan ATPM Mazda di Indonesia juga membuat mobil nasionalnya sendiri. Sebagai merk dibawah Indomobil membuat mobil yang diproduksi di Indonesia yangmana kelak akan dibangun ulang di Indonesia. Sebagai permulaan, diambil alat-alat produksi dari Mazda 323 Familia GLC untuk dibawa ke Indonesia dan jadilah Mazda MR90. Nama MR90 sendiri maknanya adalah Mobil Rakyat 90an dimana harapannya mobil ini akan menjadi populer dan menjadi mobil umum rakyat Indonesia tahun 90an. Sayangnya karena harganya yang lebih mahal dibandingkan dengan Kijang yang saat itu dijual mulai dari 18 juta membuat MR90 ini akhirnya menjadi kurang sukses. Nama MR90 juga akhirnya dibuang diganti dengan Mazda Baby Boomer. Tidak menyerah, MR90 ini kemudian berubah menjadi station wagon dengan nama Vantrend yang juga tersedia varian pickup, van sampai atap tingginya agar mendapat keringanan pajak berhubung sudah tidak berbentuk sedan lagi. Sayang Vantrend harus berhadapan dengan mobil Timor yang akhirnya menggagalkan proyek mobil nasional berbasis Mazda di Indonesia.

Sementara itu di Jepang, Mazda mengikuti jejak pabrikan lain dengan membentuk marquee baru semacam Toyota mewah dijual dengan merk Lexus. Saat itu Mazda mendirikan Autozam, Amati, Eunos dan Efini (Ɛ̃fini). Autozam dipersiapkan untuk menjual mobil kecil dan kei car di Jepang selain juga mobil Lancia untuk beberapa saat, Amati sebagai divisi mobil mewah Mazda di Amerika, Eunos sebagai mobil kelas menengah dan fun to drive selain juga Citroen, serta Efini yang menjual mobil besar Mazda yang dipermewah di Jepang. Namun karena resesi yang melanda Jepang pada tahun 90an membuat merk-merk ini hanya berumur pendek. Amati berdiri pada 1989 dan berakhir pada 1992, Autozam berdiri 1989 dan berakhir 1998, Eunos berdiri 1989 dan berakhir 1996 serta Efini yang berdiri 1991 dan berakhir 1997.

Pasca krisis moneter tahun 1998, penjualan Mazda di Indonesia mulai tidak seramai sebelumnya. Setelah dibukanya impor kendaraan bermotor CBU pada 1999, mulai muncul mobil-mobil Mazda yang belum pernah dilihat sebelumnya seperti Mazda Premacy yang merupakan MPV kompak, mobil sport Mazda Roadster atau MX-5 Miata serta mobil sport bermesin rotary RX-7 Spirit R serta RX-8. Pada era ini mobil-mobil Mazda yang tersedia antara lain Mazda 323 Protege, Mazda Tribute yang merupakan varian badge engineering dari Ford Escape serta Mazda BT-50 yang juga dijual sebagai Ford Ranger.

Tahun 2005, ATPM Mazda di Indonesia sudah tidak lagi dipegang oleh Indomobil melainkan Mazda Motor Indonesia (MMI). MMI menjual beberapa varian Mazda antara lain hatchback Mazda Demio atau Mazda 2, sedan Mazda 3, sedan Mazda 6 , MPV Mazda Biante atau Mazda 8, pickup Mazda BT-50, crossover seperti Mazda CX-3, CX-5 dan CX-7 serta MPV Mazda VX-1 yang merupakan badge engineering dari Suzuki Ertiga. Keagenan Mazda ini kemudian diganti oleh Eurokars sejak 2016.

0 Response to "100 Tahun Mazda"

Post a Comment