Mitsubishi Pajero V6 V20

Mitsubishi Pajero V6 wagon V20 Indonesia

Mitsubishi Motors memperkenalkan Mitsubishi Pajero generasi kedua pada tahun 1991 setelah cukup sukses dengan Mitsubishi Pajero generasi sebelumnya. Tidak seperti pendahulunya, Mitsubishi Pajero generasi kedua ini menjadi Pajero pertama yang masuk resmi APM setelah deregulasi peraturan impor tahun 1993 yang memungkinkan ATPM Mitsubishi saat itu melakukan CBU terbatas dengan konsekuensi pajak 200%. Asal nama Pajero sendiri berasa dari kucing liar di Argentina selatan, lucunya di kawasan Amerika Latin seperti Argentina nama mobil ini berubah menjadi Montero karena dalam bahasa Spanyol yang digunakan mayoritas negara dikawasan Amerika Latin karena nama Pajero terdengar seperti ejekan.

Bentuk dari Mitsubishi Pajero ini sebenarnya cukup beragam mulai dari LWB 5 pintu sampai SWB 3 pintu. Namun di Indonesia, hanya varian LWB 5 pintu dengan atap rata saja yang dihadirkan. Bagian yang paling ikonik dari Mitsubishi Pajero ini mungkin adalah lampu depan dimana bentuk bulat didalam frame kotak yang kemudian bertahan dan digunakan pada mobil Mitsubishi lainnya seperti Pajero Io, Kuda sampai Strada L200. Mungkin karena desainnya yang cukup gagah, beberapa karoseri kemudian membuat misalnya Isuzu Panther dengan model Pajero.

Urusan mesin, di Indonesia hanya tersedia 1 varian saja yaitu mesin Mitsubishi 6G72 dengan konfigurasi V6 SOHC 12 valve 2972cc dengan pemasok bahan bakar multi port fuel injection yang oleh Mitsubishi diberi nama ECI-Multi. Karena hanya tersedia varian bermesin V6 inilah kemudian Mitsubishi Pajero generasi kedua sering juga disebut dengan nama Pajero V6. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 152Hp pada 5000Rpm dan torsi 235Nm pada 4000Rpm. Untuk menggerakkan keempat roda digunakan transmisi manual 5 percepatan dengan transfercase yang mendukung teknologi 4WD terbaru Mitsubishi saat itu, Super Select.

Bagian paling spesial dari Pajero generasi kedua ini adalah teknologi Super Select atau SS4 yang merupakan sistem 4WD dimana terdapat beberapa mode. Mode ini diantaranya adalah 2H (high-range rear-wheel drive), 4H (high-range full-time four-wheel drive), 4HLc (high-range four-wheel drive dengan center differential terkunci) and 4LLc (low-range four-wheel drive dengan center differential terkunci). Tidak heran kalau kemudian memindahkan dari mode 2WD menjadi 4WD bisa dilakukan sembari berjalan sampai kecepatan maksimal 80Km/jam dimana hal ini sudah sangat canggih dimasanya. Dibantu dengan LSD model Viscous Coupling, tenaga mesin dapat disalurkan merata 50:50 keroda depan dan roda belakang.

Fitur-fiturnya tidak kalah canggih. Mitsubishi Pajero ini sudah memakai ABS dan menjadi yang pertama untuk kelas SUV Jepang dimana ABS yang digunakan memiliki beberapa mode untuk menyesuaikan permukaan jalan. Suspensi yang digunakan sudah double wishbone independen meskipun memakai rigid axle. Walau begitu, suspensinya bisa diatur tingkat keras lembutnya melalui 3 mode yang tombolnya terletak dikonsol tengah dengan indikator didalam kluster takometer. Sisanya seperti AC, power window, electric mirror dan sebagainya sudah tersedia dari pabriknya.

Varian 3 pintunya kemudian dijadikan fondasi untuk Pajero Evolution yang merupakan varian spesial homologasi yang dibuat sebanyak 2500 unit untuk mengikuti kejuaraan reli Dakar kelas T2. Pajero Evolution ini dihadirkan antara tahun 1997 sampai 1999 saja. Berbeda dengan Pajero SWB standar, Pajero Evolution ini menggunakan sistem suspensi independen multi link yang kelak akan menjadi piranti standar pada Mitsubishi Pajero generasi ketiga yang hadir pada 1999.

Sebagai SUV mewah yang cukup mahal dijamannya, Mitsubishi Pajero tetap bisa diajak mengeksplorasi lahan yang tidak mampu dilewati mobil lain sebagai kelebihannya. Bahkan petinggi KTB saat itu memprotes "mengapa pembeli Pajero hanya mengelus-elus mobilnya digarasi saja, padahal mobil ini sangat layak digunakan untuk bermain lumpur". Dengan sistem 4WD canggih dan mesin yang cukup bertenaga meskipun sebenarnya kurang karena bobot mobil ini bisa mencapai 2 ton, mobil ini cukup nyaman untuk dipakai berpergian jarak jauh. Kelemahannya, memang meskipun versi ATPM setidaknya lebih mudah dicari onderdilnya, namun bagi sebagian orang tetap sparepart mobil ini cukup mahal dan sulit dicari. Terlebih lagi HLA (hydraulic lash adjuster) dimana salah oli saja sudah bermasalah dan cukup mahal penggantiannya.

Spesifikasi Mitsubishi Pajero V6 V20 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Mitsubishi Pajero V6 V20
Jenis Jip
Tipe V20
Mesin 4G72 V6 SOHC 3000cc
Bore X Stroke 91.1 X 76.0 mm
Sistem Bahan Bakar Injeksi
Transmisi Manual 5 Speed
Wheelbase 2.725 mm
Panjang 4.725 mm
Lebar 1.785 mm
Tinggi 1.865 mm


Comments