Tata Xenon HD dan Xenon XT

Tata Xenon XT

Setelah lama vakum di Indonesia sejak tahun 80an ketika menjual bus dan kembali sekitar tahun 2012 dengan memasarkan mobil penumpang, Tata yang merupakan produsen mobil asal India kembali masuk ke Indonesia. Selain menjual mobil penumpang dan truck medium maupun heavy duty, Tata juga memasarkan mobil pickup untuk kebutuhan light duty dengan nama Tata Xenon yang tersedia dalam pilihan single cabin maupun double cabin.

Pada tahun 1988, Tata meluncurkan mobil komersil light duty pertamanya yang dirancang oleh Telco yang merupakan anak usaha Tata dibidang engineering dan lokomotif dengan nama Tatamobile 206. Dari Tatamobile 206 ini kemudian namanya diganti menjadi Tata Telcoline. Pada tahun 2006, generasi kedua dari Telcoline diluncurkan di India dengan nama Tata Xenon yang dikembangkan dalam waktu hanya 18 bulan saja. Bila Tata Telcoline dirancang khusus untuk India, Tata Xenon ini dikembangkan untuk juga bisa diekspor ke negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin. 

Tata Xenon hadir dalam 2 mobil yang berbeda total di Indonesia. Model pertama adalah Tata Xenon RX Pickup atau yang kemudian menjadi Tata Xenon HD dan juga Tata Xenon XT yang berupa pickup double cabin. Secara garis besar, desain moncong depannya sama sekali tidak ada perbedaan mungkin kecuali dibagian aksesoris. Bagian baknya berbeda dimana Tata Xenon HD memakai bak flat deck dengan kabin single cabin sementara pada Tata Xenon XT baknya lebih rapi mengikuti body meski lantainya tidak rata dengan tonjolan untuk rumah ban.

Secara rancangan, keduanya berbeda jauh seakan-akan merupakan mobil yang berbeda. Tata Xenon HD menggunakan suspensi depan dan belakang model per daun yang membuatnya terasa lebih keras dan kurang nyaman dikendarai. Tidak heran mengingat Tata Xenon RX HD dirancang sebagai mobil angkut barang. Sasisnya pun sedikit lebih panjang untuk mengakomodir panjang bak yang mencapai 2640mm dan lebar 1830mm dan tinggi 420mm meskipun ukurannya sama dengan Tata Xenon XT. Sistem geraknya sendiri hanya tersedia 2WD penggerak roda belakang.

Mesin yang digunakan Tata Xenon HD adalah mesin diesel Tata Dicor Turbodiesel dengan konfigurasi 4 silinder OHV berkapasitas 3000cc dan sudah dilengkapi dengan turbo dengan sistem pemasok bahan bakar direct injection. Mesin ini sendiri secara rancang bangun mirip dengan mesin Isuzu 4JH1-T sehingga konon sparepart ayng digunakan bisa saling tukar. Tenaga yang dihasilkan mesin ini mencapai 73Hp pada 3050Rpm dan torsi 275Nm pada 1350 sampai 1600Rpm. Untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang digunakan transmisi manual 5 percepatan.

Untuk Tata Xenon XT meskipun secara garis besar sasisnya sama dengan Tata Xenon HD, namun kaki-kakinya memakai model double wishbone dengan batang torsi didepan dan bukannya per daun sementara bagian belakang masih tetap per daun. Tidak heran kalau kemudian pengendalian dan kenyamanannya jauh lebih baik dibandingkan Tata Xenon HD. Bodinya sedikit lebih pendek pun begitu dengan ukuran baknya mengingat mobil ini adalah sebuah pickup double cabin. Kemudian sistem geraknya juga sudah 4WD dan tidak ada pilihan 2WD.

Tata Xenon XT double cabin pickup

Tidak hanya itu, fitur yang ditawarkan juga jauh berbeda ibarat bumi dan langit. Bila Tata Xenon HD benar-benar kosongan, Tata Xenon XT memiliki segudang fitur yang membuatnya sangat pas untuk mobil penumpang. Sebut saja rem meski sama-sama cakram depan dan teromol belakang tapi sudah ada ABS, ada airbag didepan, terdapat side impact beam, imobilizer, sabuk pengaman belakang, power window, radio/tape, pegangan tangan, sunvisor dengan vanity mirror, foglamp, sampai ban tubeless yang tidak ada pada Tata Xenon HD.

Mesin yang digunakan Tata Xenon XT juga berbeda dengan menggunakan mesin diesel Tata VTT Dicor dengan konfigurasi 4 silinder segaris DOHC 16 valve berkapasitas 2200cc direct injection diesel. Meskipun kapasitasnya lebih kecil, namun tenaga yang dihasilakan jauh lebih besar dengan 145Hp pada 4000Rpm dan torsi 320Nm pada 1700 sampai 2700Rpm. Mesin ini merupakan pengembangan dari mesin Peugeot seri XD yang dilisensikan kepada Tata di India. Untuk menggerakkan keempat rodanya, digunakan transmisi manual 5 percepatan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, keduanya meski sama tapi tidak serupa. Tata Xenon HD meski mesinnya lebih besar namun tenaganya jauh lebih kecil termasuk juga torsinya padahal berat kosong mobil ini sendiri sudah 1980Kg. Namun sama seperti Indonesia, pengusaha India juga terkenal suka mengangkut lebih dari batas maksimal atau ODOL yang menandakan sasisnya cukup kuat. Tidak heran kalau kemudian beberapa pemilik Tata Xenon HD mengeluhkan tenaga mobilnya yang sangat kurang dimana pada RPM rendah tenaganya terasa kosong apalagi kalau diberi muatan.

Untuk Tata Xenon XT sendiri memang tenaganya bagus namun menurut beberapa pemiliknya mesin diesel turunan Peugeot ini cukup sensitif bila diberi minyak diesel jelek seperti Solar dari Pertamina dimana kandungan cetane yang sangat rendah dan sulfur yang sangat tinggi. Kemudian radius putarnya juga lumayan besar seperti halnya mobil 4WD lainnya yang mencapai 13 meter dibandingkan versi 2WD yang hanya 6,5 meter.

Namun begitu, kelebihan Tata Xenon ini adalah harganya yang cukup murah dan kapasitas angkut yang sangat besar di kelasnya. Namun sayangnya mobil yang diimpor secara utuh dari India ini kurang bisa bersaing dengan mobil lain yang membuat penjualannya dihentikan atau hanya melalui pesanan khusus melihat tidak ada lagi mobil ini website Tata Indonesia.

 Spesifikasi Tata Xenon HD dan Xenon XT ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Tata Xenon HD dan Xenon XT
Jenis Pickup
Pickup Double Cabin
Tipe X2
Mesin Tata 497 SPTC E-II OHV 2956cc (Xenon HD)
Tata 2.2L DICOR 2179cc (Xenon XT)
Bore X Stroke 97.0 X 100.0 mm (SPTC E-II)
85.0 X 96.0 mm (Dicor)
Sistem Bahan Bakar Diesel Direct Injection
Transmisi Manual 5 Speed
Wheelbase 3.150 mm
Panjang 5.305 mm (Xenon HD)
5.125 mm (Xenon XT)
Lebar 1.890 mm (Xenon HD)
1.860 mm (Xenon XT)
Tinggi 1.810 mm (Xenon HD)
1.765 mm (Xenon XT)



Comments