Toyota Kijang Super KF40/KF50

Kijang Pick Up Harian

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1986 dan dimaksudkan untuk menggantikan Kijang Doyok. Pada tipe ini konsep Kijang sebagai kendaraan pengangkut barang digantikan menjadi kendaraan penumpang walaupun jenis pick up masih ada. Kijang ini terbagi menjadi 2 versi sasis yaitu sasis pendek KF40 dan sasis panjang KF50. Selain terbagi berdasarkan panjang sasis, pada model awal (1986-1992) mobil ini sering disebut sebagai Kijang kotak atau Kijang Super sedangkan model facelift (1992-1996) disebut dengan Kijang Grand.


Kijang seri ini disebut sebut berbagi platform dengan mobil van barang Toyota Deliboy KXC10V yang diedarkan di Jepang. Secara bentuk body memang berbeda namun bentuk sasisnya konon sama persis baik secara bentuk dan juga strukturnya. Selain itu Toyota Deliboy juga sama sama menggunakan mesin 5K yang digunakan Kijang sejak 1983. Di negara asalnya, Toyota Deliboy sering dipakai sebagai mobil barang sama seperti konsep dasar Toyota Kijang.

Desain mobil ini meskipun sama sama berbentuk kotak dengan kijang sebelumnya, namun mobil ini memiliki beberapa sudut yang sedikit membulat sehingga desainnya lebih manis dibandingkan kijang sebelumnya. Karena konsep mobil barang diganti menjadi mobi penumpang pada mobil ini, maka pada model ini diperkenalkan teknologi full pressed body pada tahun 1992. Teknologi full pressed body sendiri berarti proses pembuatan bodi mobil dengan mesin press dan menggunakan metode las titik sehingga minim dempul. Jika sebelumnya versi minibus untuk Kijang dibuat oleh perusahaan karoseri lokal, maka pada model ini body minibus dibuat oleh ATPM Toyota Astra Motor sendiri. Walaupun begitu masih banyak perusahaan karoseri lokal yang juga membuat body minibus pada model ini dan memberi nama sendiri seperti misalnya Toyota Kijang Rover.

Pada tahun 1992 diluncurkan versi facelift dan dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai Kijang Grand (KF42 dan KF52). Perbedaan dengan Kijang Super yang paling menonjol adalah headlamp, bentuk gril dengan emblem Toyota, dan dashboard sedan. Bagian mesinnya juga terdapat penyesuaian baru untuk karburatornya sehingga tenaganya naik sedikit dibanding Kijang sebelumnya. Selain itu dikenalkan juga versi 1800cc yang menggunakan mesin 7K dengan nama Kijang Grand Extra. Perbedaan eksterior dari Kijang 1500cc adalah bentuk grill yang berbentuk vertikal mirip dengan mobil jip. Selain terlihat beda di bagian yang nampak, pada bagian bodinya kini sudah tidak memakai dempul lagi dengan adanya mesin press berkekuatan 1500ton yang mengakibatkan dempul untuk menghaluskan bagian sudutnya sudah tidak diperlukan lagi. Bodi dengan tanpa dempul ini dijual oleh Astra Toyota sebagai Toyota Original Body.

Untuk tipe pabrikan yang memakai Toyota Original Body memiliki beberapa pilihan trim atau tipe. Tipe yang tersedia pada mobil ini antara lain SX, SSX dan SGX untuk sasis pendek. Untuk yang bersasis panjang pilihannya ada LX, LSX, LGX. Untuk varian pick up tersedia dalam pilihan sasis panjang dan pendek sekaligus. Beda tipe SX dengan LX misalnya hanya ada pada panjang sasisnya. Untuk tingkatannya, semua fiturnya sama persis.

Varian paling murah adalah tipe SX, LX, dan pickup. Kepanjangan SX dan LX adalah Short Extra dan Long Extra. Fitur mobil ini adalah masih menggunakan transmisi 4 percepatan, dashboard lama (mirip kijang super era 80an) yang hanya saja warnanya berubah menjadi abu-abu, dan rem depan dan belakang yang masih mengandalkan rem teromol atau drum brake. Dimasanya tipe ini banyak dipakai untuk mobil niaga karena fiturnya yang terlalu minim untuk dipakai sebagai angkutan keluarga. Tipe SSX dan LSX yang merupakan singkatan Short/Long Super Extra merupakan tipe menengah yang juga biasa dikenal dengan sebutan Super G atau Deluxe. Versi Super G ini terdapat perubahan pada exteriornya seperti lampu depan dan grill sementara bagian interiornya sudah memakai dashboard sedan dan ditambahkan power steering. Versi SGX dan LGX atau Short/Long Grand Extra sudah memiliki tachometer, over fender, power window, alloy wheel dari Enkei, dan AC double blower. Untuk versi karoseri lainnya yang jumlahnya tidak kalah banyaknya dan kadang malah fiturnya jauh lebih lengkap dibanding versi pabrikan bisa dilihat di macam-macam karoseri Kijang Super.

Macam-Macam Karoseri Toyota Kijang Super

Kelemahan mobil ini adalah konsumsi BBM yang terkenal boros. 1 liter bensin untuk menempuh jarak 8 kilometer pun bisa dibilang sangat irit untuk mobil ini. Walau begitu mobil ini harganya masih tinggi dan cenderung stabil. Kelebihan mobil ini adalah daya tahan mesinnya yang terkenal bandel sehingga dapat menutupi konsumsi BBMnya yang boros. Harganya bervariasi mulai dari 35jutaan untuk Kijang super hingga 60jutaan untuk Grand Extra tergantung kondisi. Versi minibus buatan karoseri terutama karoseri yang tidak ternalu favorit harganya juga lebih murah dibandingkan versi karoseri pabrikan atau karoseri favorit seperti Nusa, Nasmoco atau Superior. Mobil ini sangat cocok dipakai untuk angkutan keluarga dengan biaya yang tidak terlalu banyak dan untuk orang yang sedang belajar memelihara mobil tua karena kemudahan dan murahnya biaya dalam perawatannya.

Spesifikasi Toyota Kijang Super ini adalah sebagai berikut:

Toyota Kijang Super / Grand Extra
Jenis Minibus / Pickup
Tipe KF40 / KF50
Mesin 5K OHV 1500cc
7K OHV 1800cc
Bore X Stroke 80.5 X 73.0 mm (5K)
80.5 X 87.5 mm (7K)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Manual 5 Speed
Wheelbase 2.500 mm
Panjang 4.360 mm
Lebar 1.695 mm
Tinggi 1.390 mm

5 Responses to "Toyota Kijang Super KF40/KF50"

  1. Jadi inget naik kijang super bisa ber13 atau 15..mungkin yang long chassis ya

    ReplyDelete
  2. Mohon pencerahan karbu 7k dan 5k perbedaan yh di apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. detilnya kurang paham, tapi ukuran diameter skep dan spuyer beda menyesuaikan mesin

      Delete
  3. Kijang memang salah satu mobil yang paling melegenda ya

    ReplyDelete