Suzuki Fronte LC20 SS20

Suzuki Fronte LC20

Di Indonesia, Suzuki pertama kali memulai usahanya pada tahun 1970 dengan menjual sepeda motor Suzuki A100 dan FR70 yang bermesin 2 tak. Sekitar 1975 Suzuki Indonesia Manufacturing memulai membuat komponen kendaraan di pabriknya yang berada di Cakung. Pada tahun 1976, mereka mulai melakukan ekspansi bisnis otomotifnya dengan mulai menjual mobil yang masuk secara CKD dari Jepang dan dirakit di pabriknya di Cakung. Ada 2 mobil yang dijual saat itu, Carry ST10 untuk mobil barang dan Suzuki Fronte LC20 untuk mobil penumpang.


Suzuki Fronte dengan kode sasis LC20 ini sebetulnya merupakan generasi keempat dari lineup Suzuki Fronte yang hadir sampai tahun 1988 sebelum digantikan oleh Suzuki Alto. Di Jepang sendiri, Suzuki Fronte sudah ada sejak 1962 dengan nama Suzulight Fronte TLA. Sekitar 1967 baru muncul generasi kedua dengan nama Suzuki Fronte LC10 dan tahun 1970 muncul generasi ketiga dengan nama Fronte LC10 Type II. Digenerasi ketiga ini muncul Suzuki Fronte Sting Ray yang stylish. Nama StingRay ini mungkin yang menjadi inspirasi dari mobil LCGC Wagon R Sting Ray yang muncul 2014 kemarin. Untuk Fronte LC20, di Jepang sudah ada sejak 1973 dan mengalami beberapa facelift tiap tahunnya. Tahun 1975 karena regulasi kei car berubah, Suzuki akhirnya mengeluarkan Fronte SS20 dengan mesin 550cc dari Daihatsu. Karena pada waktu itu Suzuki Fronte baru masuk ke Indonesia, ijin CKD tetap pakai LC20 agar pajaknya tetap rendah karena dianggap CKD dari model yang sudah discontinued. Mesin yang dipakai tetap dari LC20 sehingga versi Indonesia adalah satu-satunya SS20 dengan mesin LC20. Selain alasan pajak, di Indonesia saat itu belum ada aturan batas emisi gas buang seperti di Jepang. Karena itu sah-sah saja bagi Suzuki untuk memasangkan mesin kecilnya ke bodi Suzuki Fronte.


Mesin yang dipakai adalah 2 tak 3 silinder dengan pendingin cairan. Ini sudah lebih canggih dibanding kompetitor yang masih memakai pendingin udara di mesinnya. Karena Suzuki Fronte LC20 di Jepang masuk dalam skema kei car pra 1975, kapasitas mesinnya hanya 360cc. Yang unik, mobil ini penggerak roda belakang dengan peletakan mesinnya yang berada di belakang. Mesin 2 tak ini mengandalkan karburator yang diletakkan secara horizontal untuk mengatur suplai bahan ke dalam mesin. Tenaga maksimum yang bisa diraih adalah 33,5Hp pada 6000Rpm dan Torsi 41Nm pada 4500Rpm. Transmisi yang digunakan adalah manual 4 percepatan seperti umumnya mobil yang lebih besar jaman 70an.

Di Indonesia, hanya varian 4 pintu yang hadir disini. Di luar sana, Suzuki Fronte juga dijual dalam bentuk coupe 2 pintu. Pilihan warna aslinya ada biru muda dan hijau gelap. Ciri khas dari mobil ini adalah adanya lubang hawa di bagian belakangnya. Untuk bagian depannya memakai spion tanduk model corong berwarna hitam. Kaki-kakinya menggunakan coil spring di bagian depan dan semi-trailing arm ditambah coil spring dibagian belakang. Ukuran velg yang digunakan adalah 10 inch. Total keseluruhan berat kosong mobil yang dirancang untuk muat 4 penumpang ini adalah 545Kg.

Sayangnya karena Suzuki Fronte ini hanya hadir setahun sebelum akhirnya produksinya dihentikan di Indonesia. Dalam masa edarnya yang singkat, tidak banyak Suzuki Fronte yang muncul di jalanan. Saat ini mobil ini sudah tergolong sangat langka dan menjadi incaran kolektor kei car di Indonesia. Harganya sendiri sudah sangat gelap kerena kelangkaanya tadi. Sama seperti unitnya, sparepartnya juga boleh dibilang langka. Kadang untuk part mesin ada yang sama dengan part motor 2 tak walaupun masih harus dimodifikasi karena tidak selalu pas.

Spesifikasi Suzuki Fronte LC20 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Suzuki Fronte LC20
Jenis Sedan
Tipe LC20 SS20
Mesin LC10W 3 silinder 2 tak 360cc
Bore X Stroke 52.0 X 56.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.030 mm
Panjang 2.995 mm
Lebar 1.295 mm
Tinggi 1.300 mm

0 Response to "Suzuki Fronte LC20 SS20"

Post a Comment