Jejak Holden di Indonesia

Jejak Holden di Indonesia

General Motor Holden adalah perusahaan pembuat mobil paling tua di Australia. Holden pertama kali didirikan pada tahun 1856 dengan nama J.A. Holden Co. dan jenis usaha pertamanya adalah pabrik pembuat palana kuda di Adelaide Australia. Holden kemudian mulai membuat bisnis perbaikan mobil pada tahun 1908 dan mulai membuat sidecar pada 1913. Setelah perang dunia 1, Holden kemudian membuat bodi mobil dan pada tahun 1931, Holden dibeli oleh General Motor Amerika dan jadilah Holden pembuat mobil yang kita kenal sekarang dan beberapa tahun setelahnya, Holdem (Chevrolet) mulai diekspor ke mancanegara seperti Indonesia.


Dikabarkan, mobil Holden yang walaupun masih berlogo Chevrolet pertama kali diekspor ke Indonesia pada tahun 1938 dengan model Chevrolet Tourer sebanyak 24 unit ke Batavia (sekarang Jakarta). 24 unit mobil tadi kemudian dirakit di pabrik General Motor yang sudah berdiri sejak 1927 diwilayah Ancol. Setelah perang dunia kedua, pemerintah Australia kemudian memberlakukan bea tari masuk untuk mendukung industri Australia. General Motor kemudian membuat semua mobilnya untuk pasar Australia dibuat oleh GM Holden pada tahun 1948 dan langsung sukses menguasai pasar mobil Australia. Holden kemudian melakukan ekspansi bisnisnya dengan mengekspor mobil Holden ke 17 negara termasuk Indonesia pada tahun 1959. Mobil Holden ini diekspor dalam bentuk CKD dan kemudian dirakit oleh Gaja Motor (Gaya Motor) yang saat itu dimiliki negara dan dibiayai oleh Bank Industri Negara yang membeli semua aset GM di Indonesia pada tahun 1956. Holden pertama yang dijual di Indonesia adalah Holden FC.

Pada tahun 1960an, mobil Holden di Indonesia menjadi salah satu mobil prestis dikalangan menengah keatas di Indonesia bersaing dengan merk Inggris dan Jerman. Untuk memenuhi permintaan, dibawah ATPM Holden, PT. Udatin (Usaha Dagang Teknik Indonesia) yang didirikan oleh Fritz Eman kemudian membangun pabrik perakitan mobil di Surabaya untuk merakit mobil-mobil Holden pada tahun 1970. Tak hanya untuk konsumen pribadi, Holden juga melayani pembelian untuk fleet seperti PT. Bluebird yang memakai Holden Kingswood untuk taksi.

Holden di Indonesia terus berinnovasi sampai sekitar pertengahan dasawarsa 1980an dimana Holden Indonesia membuat "mobil nasional" dengan bentuk jip bernama Holden Raider atau Holden Lincah serta sedan bernama Holden Aska dengan mesin 2000cc. Nasib Holden di Indonesia harus berakhir sekitar akhir 1980an sampai sekitar awal 1990 dimana walaupun masih cukup sukses berjualan Holden Gemini diesel sebagai fleet taksi, namun penjualan mobil penumpangnya semakin surut. PT. Udatin akhirnya tutup dan asetnya dijual. Ditengah penjualan mobil di Indonesia yang meroket pada pertengahan 90an, Holden tak pernah muncul kembali ke Indonesia. Ini dikarenakan policy GM Holden di Australia yang dikemukakan oleh Bob Branson sebagai eksport manager Holden untuk menutup ekspor ke negara yang kurang menjual 500 unit mobil dalam setahun seperti Thailand dan Indonesia.

Jenis Holden yang Dijual di Indonesia


Ada beberapa tipe Holden yang sempat dijual di Indonesia. Mobil Holden pertama yang dijual di Indonesia adalah Holden FC dengan rupa sedan 4 pintu dan kemudian dilanjutkan dengan seri FB dan EK atau yang lebih dikenal oleh orang Indonesia sebagai Holden Selendang.

Holden FB sedan
Holden FB selendang

Sekitar tahun 1962 muncul Holden EJ dan EH dengan trim Standard, Special dan Premier. Mobil ini muncul dengan 2 pilihan body yaitu sedan 4 pintu dan station wagon. Mesin yang dipakai kebanyakan menggunakan mesin Holden Grey Engine 2300cc yang masih sama dengan pendahulunya.

Holden EH wagon
Holden EH wagon

Sekitar 1970, muncul varian baru dari sedan Holden dengan seri HQ, HJ dan seterusnya sampai HZ. Trim level yang tersedia antara lain Kingswood dan Statesmen yang memiliki sedikit perbedaan karena Statesmen ditujukan untuk kelas diatasnya Kingswood. Selain sdan, ada juga station wagon 5 pintu serta ute yang dijelaskan dibawah. Mungkin inilah varian Holden paling populer sekaligus yang paling dicari di Indonesia terutama untuk seri HQ. Di Indonesia, kebanyakan memakai mesin inline 6 silinder dengan pilihan kapasitas 2850cc atau 3300cc yang keduanya sama-sama memakai mesin Holden red engine.

Holden HQ Kingswood sedan
Holden HQ Kingswood

Selain Kingswood dan Statesmen, pada generasi HQ sampai HZ sebenarnya ada juga trim Belmont yang sebenarnya merupakan trim paling bawah dibawah Kingswood. Di Indonesia, nama Belmont dipakai untuk mendeskripsikan Holden Ute. Semacam sedan dengan bagian pickup namun baknya menyatu dengan body.

Holden Ute
Holden Ute (Statesmen fascia)

Selain sedan mewah, wagon dan ute, generasi HQ (juga EJ sebenarnya) memiliki varian sport yang bernama Holden Monaro. Berbeda dengan Holden lainnya di Indonesia yang memakai mesin inline 6 buatan Holden, Monaro memakai mesin Cherolet Small Block V8 berkapasitas 350cu in atau sekitar 5700cc.

Holden HQ Monaro V8
Holden HQ Monaro

Mungkin untuk menyesuaikan jalanan Indonesia yang cenderung sempit bahkan berkelok naik turun yang membuat mobil besar terasa kurang cocok, Holden kemudian menjual sedan kecilnya yang diberi nama Torana. Torana pertama kali masuk ke Indonesia dengan generasi LJ. Diposisikan sebagai sedan yang lebih kecil dibanding Kingswood, Torana juga memiliki mesin yang lebih kecil dengan Holden red engine berkapasitas 2850cc inline 6. Yang menarik walau terlihat tidak seperti mobil irit, namun Torana ini pernah dijadikan taksi di Jakarta.

Holden LJ Torana
Holden LJ Torana

Sekitar tahun 1974, Torana naik kelas walau tetap setingkat dibawah Kingswood. Generasi baru dari Torana yang naik kelas ini adalah LH dan LX. Walau naik kelas, namun mesin yang digunakan Torana baru ini masih sama dengan versi lamanya.

Holden LH Torana
Holden LH Torana

Untuk mengisi kekosongan kelas yang ditinggalkan oleh Torana, Holden kemudian memperkenalkan Holden Gemini mulai dari generasi JX, TC, TD, TE, TF, dan TG dengan kode bodi PF50. Berbeda dengan Holden seri sebelumnya yang kalau tidak kembar dengan Chevrolet Amerika atau desain asli Holden, Holden Gemini ini kembar identik dengan Isuzu. Karena aslinya mobil ini merupakan mobil Isuzu, mesin yang digunakan juga mesin Isuzu dengan kapasitas 1600cc dan 1800cc 4 silinder.

Holden TF Gemini
Holden TF Gemini

Memasuki era 80an, Kingswood sudah dirasa tua dan akhirnya Holden mengeluarkan penggantinya yang diberi nama Holden Commodore dengan generasi VB, VC, VH dan VK. Mobil ini kembar identik dengan Opel Rekord yang di Indonesia dijual dalam bentuk wagon 3 pintu. Bisa dibilang, bagi pembeli mobil di Indonesia saat itu yang menginginkan Rekord sedan bisa berpaling ke Holden Commodore karena pada dasarnya kedua mobil ini sama. Perbedaan terbesar ada pada mesinnya dimana Commodore tidak terdapat varian diesel dan hanya ditawarkan dalam pilihan mesin 4 silinder 1900cc atau 6 silinder 2850cc.

Holden VC Commodore
Holden VC Commodore

Setelah Torana dihentikan produksinya, 2 tahun berselang Holden Indonesia kemudian menghadirkan penggantinya yang bernama Holden Camira dengan generasi JB. Mobil ini memakai mesin Opel 1600cc 4 silinder karena memang sebenarnya Camira merupakan desain Opel. Berbeda dengan Torana yang cukup diminati, Camira JB ini kurang diminati sehingga unitnya terbatas.

Holden JB Camira
Holden JB Camira

Pertengahan 80an, Holden juga ikut meramaikan perkembangan mobil nasional dengan membuat Holden Lincah atau yang di Jawa Timur dikenal juga dengan nama Holden Raider. Bisa dibilang, Holden Lincah merupakan Trooper yang dilokalisasi dengan tooling dan komponen dalam negeri. Untuk membedakan dengan Chevrolet Trooper, body Holden Lincah mengambil desain dari Holden Jackaroo di Selandia Baru dan sedikit dimodifikasi. Selain Lincah, ada juga Holden Aska yang berbentuk sedan namun masih berupa prototype dan sepertinya tidak diluncurkan sampai Holden di Indonesia tutup.

Holden Lincah
Holden Lincah

Gemini yang cukup populer sebagai taksi kemudian diperbarui dengan munculnya Gemini RB. Yang unik dari Gemini ini adalah, mobil ini memakai mesin diesel 4 silinder berkapasitas 1500cc yang sangat irit. Mobil ini memegang rekor sebagai mobil CKD Indonesia dengan mesin terkecil sampai dikalahkan oleh Chevrolet Spin dan Suzuki Ertiga diesel. Dengan mesin yang sangat irit dan minyak Solar yang selalu lebih murah dibanding bensin membuat mobil ini populer digunakan sebagai taksi diberbagai kota di tanah air.

Holden Gemini RB diesel
Holden RB Gemini

Mobil terakhir yang dijual Holden Indonesia mungkin adalah Holden VL Calais. Holden Calais sendiri sebenarnya merupakan versi termewah dari Commodore mirip seperti Kingswood dengan Statesmen. Berbeda dengan mobil Holden lainnya yang kalau tidak bermesin Holden atau mesin mobil General Motor, Holden VL Calais ini memakai mesin Nissan RB20E yang sama seperti Nissan Cefiro. Salah satu keunikan sedan yang harga barunya mencapai 64 juta rupiah ini adalah lampu depannya yang menganut model semi pop up.

Holden VL Calais
Holden VL Calais

2 Responses to "Jejak Holden di Indonesia"

  1. Saya pernah coba calais matic.. Waktu di jalan toll, saya ajak mobilnya full throttle pas waktu gigi 3 rpm udh agak tinggi, saya nanya ke teman kok giginya gak naik naik rusak ya gearboxnya, terus teman saya jawab lah kan giginya cuma tiga, disitulah saya ngerasa mobil ini kurang sangar Karena cuma 3-speed hehehe soalnya cari yang manual susah katanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. gearbox maticnya keyaknya memang nggak didesain buat ngebut. tapi anehnya, muscle car di amrik sana pakai gearbox matic 3 speed bisa wheelie di dragstrip...

      Delete