Toyota Corolla GL AE80 & SE Saloon EE80

Toyota Corolla GL

Mobil gerak roda depan menjadi populer pada awal 80an karena murah untuk diproduksi, lebih irit bahan bakar, lebih efisien dalam ruang kabin sampai pengendalian yang lebih mudah. Tidak heran kalau kemudian banyak mobil dengan penggerak roda belakang beralih menjadi penggerak roda depan termasuk Toyota Corolla. Generasi kelima dari Toyota Corolla yang diluncurkan di Indonesia pada 1984 dengan trim level GL menjadi Toyota Corolla pertama dengan gerak roda belakang yang dihadirkan oleh Toyota Astra Motor di Indonesia.

Masih dengan desain serba kotak, tampang Corolla GL lebih sporty dari Corolla DX sebagai pendahulunya dengan kap depan yang lebih rendah daripada kap bagasi. Lampu depannya meski masih kotak, namun desainnya dibuat menyipit menimbulkan kesan sportif. Grillnya sendiri berbentuk garis-garis horisontal sementara lampu sein samping depannya kecil. Dibagian belakang, lampu belakangnya menjadi lebih lebar dan tinggi tidak seperti generasi sebelumnya yang terkesan persegi panjang. Selain itu, tidak ada aksesoris tambahan lainnya pada sekitar rumah lampu belakang. Bentuk velgnya berupa velg kaleng dengan dop bertuliskan TOYOTA yang menutupi bagian tengah permukaan velg mirip seperti velg Toyota Starlet EP70. Di Indonesia, hanya ada varian sedan 4 pintu trim GL dengan kode AE80 yang beredar dan dijual resmi. 

Varian lainnya dari Corolla generasi ini sebenarnya ada sangat banyak. Selain AE80 yang berupa sedan 4 pintu, ada pula AE82 yang merupakan hatchback 3 pintu serta 5 pintu penggerak roda depan dengan trim level paling tinggi adalah Corolla FX-16 1600cc di Amerika Serikat yang merupakan varian paling sportif. Meskipun menjadi penggerak roda depan, namun varian gerak roda belakang juga diperkenalkan dengan adanya Toyota Corolla GT di Eropa, GT-S di Amerika dan Corolla Levin di Jepang dengan kode sasis AE86 untuk varian bermesin 1600cc dan AE85 untuk varian bermesin 1500cc dengan bodi hatchback 3 pintu atau coupe 2 pintu. Sayangnya, pada generasi ini tidak ada varian station wagon yang diproduksi.

Mesin yang diusung Corolla GL di Indonesia adalah mesin Toyota 2A dengan konfigurasi 4 silinder segaris SOHC 8 valve dengan kapasitas 1300cc dan pemasok bahan bakar karburator. Tenaga yang dihasilkan mesin ini mencapai 64Hp pada 5600Rpm dan torsi 98Nm pada 3200Rpm. Menurut brosur iklannya, mesin ini sanggup menghasilkan akselerasi 0 sampai 100km/jam dalam 14,4 detik saja. Untuk menggerakkan roda depannya digunakan transmisi manual 5 percepatan.

Fitur yang tersedia pada Toyota Corolla GL cukup untuk mobil seangkatannya. Bagian interiornya berwarna hitam dengan jok abu-abu dengan material kain. Setirnya sudah bisa diatur secara tilt sementara konsol meternya sudah terdapat takometer. Untuk keselamatan rem depan sudah cakram dan belakang teromol, sabuk pengaman 3 titik didepan serta kolom setir collapsable. Dengan sasis monokok, suspensi depannya memakai model macpherson strut dengan per keong dengan bagian belakang memakai model torsion beam dengan per keong. Selain itu, tersedia juga opsional AC serta radio FM/AM cassete.

Toyota Corolla SE Saloon

Memasuki 1986, Toyota melakukan ubahan dimana Toyota Corolla GL berubah menjadi Toyota Corolla SE Saloon. Terdapat banyak ubahan pada Corolla seperti pada bagian eksterior depan grillnya menjadi kotak-kotak chrome, lampu sein samping yang lebih besar dan lebar, dop velg menjadi penuh menutupi velg dengan model mirip-mirip velg mobil rally serta tambahan aksesoris chrome seperti pada sekeliling jendela. Untuk bagian belakanngya, ubahan paling terlihat ada pada aksen lampu belakang serta lampu plat nomor yang lebih besar dengan tambahan aksesoris yang menutupi jarak antara lampu belakang dengan lampu plat. Untuk interiornya sendiri berubah dari warna hitam menjadi cokelat dengan fitur yang mirip dengan sebelumnya. Emblem dibelakang juga berubah dari GL menjadi SE Saloon. Kode bodinya berubah menjadi EE80 karena perubahan yang paling besar ada pada mesinnya.

Mesin yang digunakan Toyota Corolla SE Saloon adalah mesin Toyota 2E dengan konfigurasi 4 silinder segaris SOHC 12 valve dengan kapasitas 1300cc. Dengan pemasok bahan bakar karburator, mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 72Hp pada 6200Rpm dan torsi 100Nm pada 3200Rpm. Mesin yang sama dengan mesin yang digunakan oleh Toyota Starlet ini menggerakkan roda depan melalui transmisi manual 5 percepatan.

Kelebihan Toyota Corolla GL dan Corolla SE Saloon adalah bensinnya yang irit dengan konsumsi bensin sekitar 1:12 untuk rute kombinasi dengna mesin yang lebih baru saat itu serta berat hanya 840Kg. Sebagai mobil era 80an dengan pillar yang tipis, pandangan keluar pengemudi sangat jelas dan luas. Berhubung Corolla SE Saloon merupakan perbaikan dari GL, tenaganya terasa lebih baik untuk standar mobil 80an. Meskipun belum memiliki power steering, namun dengan berat yang ringan membuat setirnya terasa tidak terlalu berat jika menggunakan velg 13 inch standarnya. Kondisi yang berbeda jauh bila mobil dipasangi velg berukuran besar.

Kelamahan Toyota Corolla GL ada pada mesinnya yang terkenal boros oli. Untuk Corolla SE Saloon dengan mesin interference membuat ketika timing belt putus maka piston bisa menubruk klep sehingga menghancurkan mesin dari dalam. Kaki kaki mobil ini juga dianggap kurang enak serta kurang kuat jika dibandingkan dengan Corolla DX yang masih gerak roda belakang. Karenanya banyak yang bilang Corolla GL dan SE Saloon ini gagal. Selain itu ac mobil ini terasa kurang dingin di siang hari tidak seperti mobil Toyota di Indonesia biasanya.

Spesifikasi Toyota Corolla GL AE80 dan SE Saloon EE80 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Toyota Corolla GL AE80 & SE Saloon EE80
Jenis Sedan
Tipe AE80
EE80
Mesin 2A SOHC 8 valve 1300cc (GL)
2E SOHC 12 valve 1300cc (SE Saloon)
Bore X Stroke 76.0 X 71.4 mm (2A)
73.0 X 77.4 mm (2E)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 5 Speed
Wheelbase 2.430 mm
Panjang 4.135 mm
Lebar 1.635 mm
Tinggi 1.385 mm


Comments

  1. Ada yg mau jual 22 jt th 1983 cat abu2

    ReplyDelete
  2. Saya konsultasi mengenai wiring diagram corolla gl 84, dimana masalah awalnya muncul dari switch lampu sein yg kontak dg head lamp, sehingga saya bongkar secara keselueuhan.
    Namun dalam perjalanan perbaikannnya timbul masalah baru yakni ketika switch head lamp di on kan, arus listrik nya tidak masuk ke lampu, dan sampai sekarang masih blm ketemu, dari mana ambil arus positif untuk head lamp, agar bisa di operasikan melalui tuas lampu. Trims

    ReplyDelete
  3. mobil bapak 2006-2011 sebelum beralih ke Xenia. Dulu rasanya waktu TK seneng banget naik sedan tipe SE Saloon warna biru ini. Kondisi interiornya waktu itu wangi khas 80an, utuh dan rapi sekali. Tape original masih bagus, ke sana kemari masih setel kaset pita (padahal tahun 2000an sudah ramai CD). Sayangnya waktu kelas 5 SD saya yang usil menimpa mobil ini pakai kaca, alhasil sampai penyok dikit di pojokan pilar atas belakang (untung ngga baret), dan merepotkan bapak untuk membawanya ke ketok magic. Sempet ngga rela dan hampir nangis waktu jual si blue (ya maklum bocah 6 SD).

    ReplyDelete

Post a Comment