Peugeot 505 GR & GTi

Peugeot 505 GTi depan

Pada era 70 dan 80an, mobil-mobil Eropa seperti Mercedes-Benz W123 atau Volvo seri 200 terkenal sebagai mobil yang sangat badak. Tidak ketinggalan, mobil Perancis yang diwakili oleh Peugeot 504 juga memiliki reputasi yang sangat bagus bahkan dijalanan Afrika yang jauh lebih berantakan daripada Eropa yang serba mulus. Memasuki dasawarsa 80an, Peugeot mulai memperbarui 504 dengan model baru yang dikenal sebagai 505.

Sebagai penerus 504, Peugeot masih mempertahankan sedikit banyak elemen yang membuat Peugeot 504 melegenda. Modelnya masih tetap didesain oleh rumah desain Pininfarina dengan kolaborasi dari departemen desain internal Peugeot. Sepintas, Peugeot 505 ini mirip dengan Peugeot 504 yang lebih kotak dan desainnya mirip dengan Peugeot 304 yang diperbesar. Untuk interiornya sendiri, Peugeot 505 dirancang oleh Paul Bracq yang kelak bekerja dan menjadi terkenal atas karyanya di Mercedes-Benz dan BMW.

Tidak hanya desain, secara rancang bangun Peugeot 505 juga masih mirip dengan Peugeot 504 dengan berbagai pembaruan. Sasisnya memakai monokok dengan suspensi depan macpherson strut dengan coil spring dan untuk bagian belakang menggunakan semi trailing arm dengan coil spring. Mesinnya diletakkan secara longitudinal karena Peugeot 505 ini menjadi Peugeot terakhir yang memakai sistem gerak roda belakang. Untuk pengereman, digunakan rem cakram didepan dan teromol dibelakang.

Peugeot 505 GR dan 505 GR Paus

Di Indonesia, Peugeot 505 pertama kali hadir pada tahun 1981 setelah sebelumnya sudah diperkenalkan terlebih dahulu di Perancis sejak 1979. Tipe yang tersedia saat itu hanyalah tipe GR saja sehingga mobil ini dikenal juga sebagai Peugeot 505 GR. Dari luar, ciri khas dari Peugeot 505 GR bisa dikenali dari bumper yang tipis terbuat dari plastik polyurethane berwarna hitam dengan lis chrome. Sementara dibagian belakangnya, bisa dikenali dari lampu belakang dengan cluster lampu belakang bertumpuk dengan lampu mundur dan lampu sein berada dipinggir pada sisi luar.

Saat itu Peugeot 505 GR diperkenalkan dengan berbagai fitur yang cukup canggih dimasanya. Konsol meternya terbagi menjadi speedometer, tachometer, odometer, berbagai indikator lampu, bahkan sudah ada trip meter untuk menghitung jarak tempuh. Selain itu juga tersedia indikator tekanan oli, voltmeter untuk memonitor aki, indikator bensin sampai indikator keausan rem depan. Lainnya ada interior berwarna coklat, jok bahan fabrik dengan anyaman seperti karung beras yang bisa reclining namun belum bisa diatur ketinggiannya, dashboard berukuran kecil, antena berada di luar sebelah samping. Peugeot 505 juga menjadi mobil sedan pertama di Indonesia yang memakai power steering dan sudah central lock.

Mesin yang dipasangkan pada Peugeot 505 GR ini adalah Peugeot XN1A yang juga digunakan pada mobil-mobil grup PSA seperti Peugeot dan Citroen. Mesin ini memiliki konfigurasi 4 silinder segaris OHV berkapasitas 2000cc. Untuk sistem suplai bahan bakarnya masih digunakan karburator. Tenaga yang bisa dihasilkan sendiri mencapai 95Hp dan torsi puncak 161Nm. Tenaga mesin ini disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual 4 percepatan. Pada tahun 1985, Peugeot memperbarui transmisinya dengan transmisi manual 5 percepatan. Transmisi otomatik 3 percepatan juga tersedia sebagai opsional bagi pembeli Peugeot 505 baru.

Pada tahun 1986, Peugeot memperbarui Peugeot 505 dimana Peugeot 505 facelift atau series 2 untuk membedakan model sebelumnya yang dikenal sebagai series 1 disebut dengan julukan 505 Paus. Namun karena tipe yang tersedia saat itu masih hanya GR, akhirnya 505 GR ini juga dikenal dengan sebutan Peugeot 505 GR Paus.

Dari bagian eksteriornya, Peugeot 505 Paus bisa dikenali dari bumpernya yang besar ala American style. Selain itu dibagian depan mendapat tambahan berupa side lamp didekat bumper pada sisi luar lampu depan. Lampu belakangnya masih memakai konfigurasi kluster yang sama dengan Phase 1 hanya saja lampu mundurnya lebih tipis serta rumah plat nomornya memiliki semacam garnish sendiri tidak hanya polosan seperti sebelumnya.

Dibagian interiornya, bentuk dashboardnya berubah menjadi lebih besar dan modelnya menyatu antara konsol meter dengan konsol tengahnya. Warna interiornya juga masih mirip dengan warna cokelat tua dan material motif interiornya lebih halus tidak seperti sebelumnya yang kotak-kotak besar seperti motif karung. Setirnya berubah menjadi palang 4 meninggalkan desain palang 2 sebelumnya dengan warna biru keabuan.

Fiturnya sendiri bertambah dengan adanya electric mirror dan audio berupa radio/tape dari Clarion. Selain itu Peugeot 505 GR sudah menyediakan AC sebagai perlengkapan standar yang saat itu masih cukup jarang mobil dengan AC standar. Untuk membantu pengoperasioan berbagai perlengkapan, tombol-tombol pada konsol dashboard sudah diberi lapisan fluorescent yang menyala dalam gelap. 

Peugeot 505 GTi

Pada tahun 1987, Peugeot akhirnya menambah varian baru untuk Peugeot 505 yang dihadirkan di Indonesia. Varian tersebut adalah Peugeot 505 GTi. Dari luar, Peugeot 505 GTi memakai bumper yang lebih tipis tidak seperti 505 Paus dan tidak memiliki side lamp meski varian GTi ini mendapat rear fog lamp dan adanya front spoiler. Dibagian belakang, lampu belakangnya memakai kluster berbeda dimana dari atas kebawah ada lampu sein, lampu mundur lalu lampu belakang dimana lampu mundur tidak penuh sampai ujung. Selain itu dari belakang juga terlihat Peugeot 505 GTi ini memiliki ducktail spoiler. 

Peugeot 505 GTi belakang

Di bagian interiornya, dari bentuknya Peugeot 505 GTi ini memakai model yang sama dengan Peugeot 505 GR. Hanya saja kini warna interiornya didominasi warna abu-abu gelap dipadukan dengan abu-abu cerah. Fitur-fiturnya masih sama seperti Peugeot 505 GR Paus hanya saja terdapat beberapa perintilan tambahan seperti headrest adjustable.

Bagian mesin pada Peugeot 505 GTi ini berubah total dengan mesin baru. Mesin bertajuk Douvrin ZDJL dengan konfigurasi 4 silinder segaris OHC 8 valve berkapasitas 2200cc. Mesin ini merupakan hasil rancangan kerja sama antara Peugeot dengan Renault yang merupakan rival bebuyutan di Perancis sana. Tenaga maksimumnya mencapai 128Hp pada 5750Rpm dan torsi 188Nm pada 4250Rpm. Tidak seperti Peugeot 505 GR, mesin Douvrin ini sudah memakai sistem bahan bakar injeksi multi point dengan management Bosch K-Jetronic. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 5 percepatan dan terdapat pilihan transmisi otomatik 4 percepatan dari ZF 4HP22. Limited slip differential atau LSD juga tersedia sebagai opsional bagi pembeli Peugeot 505 GTi baru saat itu.

Di Indonesia sendiri meski hanya varian sedan 4 pintu saja yang diproduksi lokal oleh PT Gaya Motor dan dipasarkan oleh PT Multi France, namun ada beberapa Peugeot 505 dalam bentuk station wagon atau yang dikenal juga sebagai Peugeot 505 Break yang hadir melalui beberapa jalur lain seperti impor kedutaan asing. Jumlahnya sangat sedikit karena memang tidak pernah dipasarkans secara resmi. Produksi Peugeot 505 di Indonesia sendiri dihentikan pada tahun 1988 dan digantikan oleh Peugeot 405.

Kini Peugeot 505 meski masih memiliki penggemar fanatiknya namun pamornya masih belum sekuat mobil Eropa sekelasnya pada zamannya seperti Mercedes-Benz W124 atau BMW E34. Tidak heran kalau kemudian banyak Peugeot 505 yang dijual murah dan akhirnya menjadi mobil coba-coba untuk orang yang uangnya sedikit yang tentu merawatnya tidak terlalu bagus sehingga banyak Peugeot 505 yang berakhir di kampakan.

Kelebihan Peugeot 505 ini adalah kenyamanannya yang sama sekali tidak berarti meninggalkan handling yang bagus. Mungkin hal ini sudah menjadi ciri khas dari mobil Perancis yang mana mobil Jerman saja rasanya hanya bisa memilih antara nyaman atau handling sporty. Peugeot 505 terutama untuk tipe GR yang masih memakai karburator sebenarnya cukup handal karenanya di Afrika sana yang kondisinya lebih parah daripada Indonesia masih banyak yang mengandalkannya untuk kebutuhan harian meski kondisinya ekstrim seperti overload sampai perawatan seadanya kalau tidak mau dibilang tidak ada. 

Berbeda dengan Peugeot 505 GTi yang memakai sistem injeksi mekanis dipadukan dengan sistem elektronik era 80an yang membuatnya rentan rewel bila tidak ditangani dengan baik. Sisanya, kelemahan mobil era 80an yang mana proses anti karat yang tidak sebagus sekarang membuat banyak mobil termasuk Peugeot 505 yang berkarat dan keropos.

Spesifikasi Peugeot 505 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Peugeot 505
Jenis Sedan
Tipe 505
Mesin XN1A 2000cc (GR)
Douvrin ZDJL 2200cc (GTi)
Bore X Stroke 88.0 X 81.0 mm
88.0 X 89.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator (GR)
Injeksi L Jetronic (GTi)
Transmisi Manual 4 Speed (GR lama)
Manual 5 Speed
Otomatis 3 Speed (GR Paus)
Otomatis 4 Speed (GTi)
Wheelbase 2.743 mm
Panjang 4.579 mm
Lebar 1.737 mm
Tinggi 1.424 mm


Comments

  1. Pak Suryo posisi di Kota Jogja menjual Peugeout 504 tahun 1980, surat2 lengkap, pajak hidup, kabin plafon kulit merah. kondisi mantap. Harga nego 50jt Yang berminat serius dapat menghubungi WA 087705343051

    ReplyDelete
  2. Mohon maaf ni saya masih awam saya punya 505 manual gan tau tipenya, bingung saya mau ganti oli dr mana ya, masukin olinuy, mohon pencerahannya para senior Peugeot, terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
  3. Saya baru punya 505 gti, bagaimana mengatasi pompa bensin yg sering trouble?terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. aplikasikan mobil sejenis atau pompa injeksi pakai mitsubishi eterna..sedikit perubahan untuk pemasangannya

      Delete
    2. Coba deh isi bensinnya , selalu dari full, lalu 3/4 turun isi lagi sd penuh... begitu seterusnya.. In Syaa Allah awet Mbak Leny fuelpumpnya.. juga, sering2 dibawa jalan atau dihidupkan setiap hari min 5 menit juga membantu...

      Delete

Post a Comment