Mitsubishi Colt T100

Mitsubishi Colt T100 depan

Istilah naik kol, beli pasir 1 kol atau kol bak berasal dari nama mobil pickup Mitsubishi yang bernama Mitsubishi Colt. Saking melekatnya nama Colt, tidak heran kalau kemudian nama Colt diasosiasikan dengan sebuah mobil pickup bak terbuka. Di Indonesia, sejarah Mitsubishi Colt dimulai sekitar 1968 dengan munculnya Colt T100 yang populer disebut Colt Bagong atau Colt Bueuk.

Mitsubishi sebelumnya sudah memiliki beberapa lineup mobil niaga mulai dari Fuso untuk kelas berat, Canter untuk kelas menengah bahkan Minicab untuk kelas kei. Namun ternyata jarak antara Minicab dengan Canter terlalu jauh sehingga terdapat celah pasar yang bisa dijajaki disana. Oleh karena itu Mitsubishi kemudian membuat Mitsubishi T100 yang duduk diantara Canter yang saat itu memasuki generasi T90 dan Minicab LT30. Nama mobil ini di Jepang adalah Mitsubishi Delica yang merupakan gabungan kata Delivery Car. Namun di pasar ekspor termasuk Indonesia, namanya diganti menjadi Mitsubishi Colt menemani truk Mitsubishi lainnya yang juga dipasarkan dengan nama Colt.

Konstruksinya mirip seperti mobil lain seukuran pada jamannya. Sasis model ladder frame terpisah dari bodi seperti Canter dengan suspensi depan model double wishbone sementara bagian belakang memakai per daun yang jamak ditemukan di mobil-mobil niaga. Remnya masih menggunakan rem teromol dibagian depan dan belakang. 

Pada tahun 1968, ATPM Mitsubishi belum ada jadilah Pertamina yang saat itu baru saja berdiri akibat merger Pertamin dan Permina mengimpor langsung beberapa Mitsubishi Colt generasi pertama dengan kode sasis T100 untuk kebutuhan operasional dari Jepang. Colt T100 ini memakai bodi minibus yang asli dibuat di pabrik Mitsubishi di Nagoya, Jepang tidak seperti Colt minibus yang setelahnya dimana bodinya dibuat oleh perusahaan karoseri lokal di Indonesia. Colt minibus ini disebut dengan nama Mitsubishi Delica dengan ciri khas pintu tengah sliding door.

Mesin yang digunakan pada versi awal memakai mesin Mitsubishi KE44 dengan konfigurasi 4 silinder segaris OHV berkapasitas 1088cc dengan pemasok bahan bakar dari karburator. Mesin ini diklaim sanggup menghasilkan tenaga sebesar 62Hp pada 6000Rpm dan mampu membawa mobil ini mencapai kecepatan 115Km/jam atau kapasitas 600Kg. Versi Colt T120 yang memakai bodi sama memakai mesin Mitsubishi 4G41 dengan konfigurasi 4 silinder segaris OHV berkapasitas 1378cc. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 86Hp pada 6000Rpm dan torsi 115Nm pada 4000Rpm. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 4 percepatan yang tuas persnelingnya berada di kolom setir.

Perbedaan Colt T100 dan Colt T120

Masa edar dari Mitsubishi Colt T100 ini tidak terlalu lama. Sekitar 1971 muncul facelift pada Mitsubishi Colt T100 dengan nama Mitsubishi Colt T120. Ubahannya tidak terlalu banyak karena bisa dikategorikan sebagai minor facelift. Dari luar, ciri khas yang bisa dijadikan penanda antara Mitsubishi Colt T100 dengan Colt T120 ada pada bagian grillnya. Jika pada Colt T100 polos dengan lampu sein menonjol dan dibagian grillnya terdapat pintu lubang hawa, pada Colt T120 ini tertutup dengan panel plastik dan lampu seinnya rata. Selain itu terdapat tambahan badge bertuliskan Neptune 86 di sisi kanan sebelah lampu sein.

Kata Neptune 86 ini menjadi tanda bahwa mesin yang dipakai sudah berbeda karenanya mobil ini menyandang nama yang berbeda. Mesin yang digunakan adalah mesin Mitsubishi Neptune 4G41 dengan konfigurasi 4 silinder segaris OHV berkapasitas 1378cc yang diklaim sanggup menghasilkan tenaga sebesar 86Ps pada 6000Rpm dan torsi 115Nm pada 4000Rpm. Untuk menggerakkan roda belakangnya, digunakan transmisi manual 4 percepatan yang sama.

Dari belakang, hampir tidak ada perbedaan antara Mitsubishi Colt T100 dengan Mitsubishi Colt T120 apalagi untuk varian pickup. Varian van cukup jarang untuk Colt T100 dan Colt T120 yang dibuat oleh Mitsubishi dengan ciri khas berupa sliding door. Namun begitu, ada banyak perusahaan karoseri yang membuat karoseri untuk Mitsubishi Colt T100 maupun Colt T120 dengan berbagai bentuk. 

Mitsubishi Colt T100 pickup belakang

Populasi Colt T100 ini cukup sedikit di Indonesia karena selain hanya dijual sebentar oleh ATPM juga sepertinya hanya Pertamina yang mau mengimpornya. Hal ini membuat Pertamina adalah entitas yang paling banyak memakai Colt T100 di Indonesia. Pada tahun 1970 dibentuk PT. New Marwa yang menjadi ATPM Mitsubishi pertama di Indonesia dan Colt T100 CBU alias Delica yang menjadi jualan terlarisnya saat itu. Sekitar 1971 bersamaan dengan munculnya model facelift dimana perbedaanya terletak pada ornamen grill depan, PT. New Marwa kemudian memproduksi Mitsubishi Colt T100 di Indonesia. Menyesuaikan dengan spesifikasi Indonesia, jadilah mesin asli pada versi JDM diganti dengan mesin yang lebih besar. 

Walau minim fitur, tapi kesederhanaan inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari mobil ini. Karena tidak adanya peralatan yang menyusahkan, tidak heran kalau mobil ini terkenal tangguh luar biasa untuk urusan pengangkutan barang. Karenanya mobil ini masih cukup banyak dijumpai di berbagai pelosok tanah air dan masih dipakai untuk kerja. Konstruksi yang kokoh dan material yang tangguh membuat mobil ini seperti tidak pernah mau pensiun dari pekerjaanya. Mungkin kalau mobil ini terus diproduksi seperti Mitsubishi Colt L300, Mitsubishi bisa bangkrut karena jarang orang mau membeli mobil lagi karena sudah punya model yang sama. 

Namun sekarang Colt T100 menjadi mahal karena sudah beralih fungsi menjadi menjadi mobil hobi. Cukup aneh karena sangat jarang mobil barang bisa menjadi mobil hobi meski kalau dilihat lebih dalam, wajar saja karena produksinya yang sangat sedikit. Jauh lebih sedikit daripada Mitsubishi Colt T120 yang menjadi penerusnya dan populer di Indonesia.

Spesifikasi Mitsubishi Colt T100 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Mitsubishi Colt T100
Jenis Pickup
Minibus
Tipe T100
Mesin KE44 OHV 1200cc
Bore X Stroke 73.0 X 65.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.120 mm
Panjang 3.840 mm
Lebar 1.540 mm
Tinggi 1.640 mm


Comments