Formula Kijang, Balap Mobil Formula 4 Bermesin Kijang

Terakhir diperbarui : 17 Mei 2026

Balap Formula Kijang Ancol

Jika ingin menjadi pembalap F1, paling tidak seorang pembalap harus menjadi juara diajang balap Formula 2 atau Formula 3. Sebelumnya juga seorang pembalap harus bisa menguasai dan menjuarai kejuaraan gokart karena karakter mobil balap open wheeler yang berbeda dengan mobil pada umumnya. Berhubung Formula 3 membutuhkan biaya yang sangat banyak dan terlampau jauh jarak keuangannya dengan gokart, akhirnya lahirnya kelas Formula 4 yang ekonomis. Di Indonesia sendiri, pernah ada semacam Formula 4 bermesin mobil ekonomis juga dengan nama Formula Kijang yang terselenggara di sirkuit Ancol.

Dari Jepang 

Meskipun Formula 4 baru resmi ada pada tahun 2014, namun ide kelas balapan dibawah Formula 3 namun diatas karting sudah jauh dari dulu ada. Dibanyak negara secara unofficial balapan ini disebut juga sebagai Formula 4 seperti di Kanada dengan CASC F4 dengan mobil bermesin 750cc dari sepeda motor atau di Inggris dengan 750 Motor Club yang mengandalkan mesin mobil seperti Hillman Imp 875cc atau Ford Crossflow 1300cc yang dipakai di mobil seperti Ford Anglia, Ford Consul dan Ford Cortina. 

Di Jepang sendiri juga ada balap dengan kelas yang mirip dengan Formula Junior 1600 atau FJ1600. FJ1600 pertama kali digelar pada 1980 oleh JAF (Japan Automobile Federation) dan diposisikan tepat dibawah F3 dan diatas karting tingkat nasional. Ide dari FJ1600 ini mirip dengan Formula Ford Japan yang sebelumnya menjadi ajang enrty-level untuk balap open wheel single seater di Jepang yang menggunakan mesin mobil Ford. Mobil-mobil yang berlaga di ajang FJ1600 ini serba mekanikal seperti gokart tanpa bantuan piranti canggih seperti kontrol traksi, ABS dan semacamnya. 

Dinamakan FJ1600 karena mesin yang dipakai para pembalap FJ1600 ini sama dengan mesin Subaru EA71 yang biasa terpasang pada sebuah Subaru Leone standar tanpa modifikasi. Untuk sasisnya, tim dan pembalap bisa memilih sendiri sasis yang digunakan atau bahkan membuat sendiri. Beberapa konstruktor sasis yang berlaga di ajang FJ1600 ini antara lain Hayashi Racing, Tokyo R&D, Workshop MYST (Jodousha Kobou MYST), LePprix Sport sampai West Racing Cars (West & Co.). Balap FJ1600 ini berhasil melahirkan talenta baru yang dikemudian hari menjadi legenda tersendiri sebagai pembalap Jepang berprestasi. Contohnya ada Katayama Ukyo dan Aguri Suzuki. 

Mobil Formula bermesin Toyota Kijang 

Balapan ini digagas salah satunya adalah direktur Toyota Astra Motor, Soemitro Soerachmad. Mobil ini memiliki spesifikasi mirip Formula 4 dimana komponen-komponen yang digunakan merupakan campuran komponen dalam dan luar negeri. Untuk sasisnya sendiri misalnya diimpor dari Jepang karena menggunakan sasis mobil F4 Jepang yang dibuat oleh West & Co. Bodi mobil ini masih berupa besi stainless steel dan aluminium yang juga diimpor dari Jepang. Untuk komponen mesin dan kaki-kaki seperti shockbreaker misalnya digunakan komponen dalam negeri.

Sesuai dengan namanya, mesin yang digunakan pada ajang ini adalah mesin Toyota Kijang 4K 1300cc OHV dan menggunakan karburator. Sebetulnya, mesin yang dipakai ini adalah mesin Toyota Corolla DX hanya saja karena untuk keperluan pemasaran Toyota Kijang, jadilah diberitakan balap formula ini menggunakna mesin Kijang yang juga kebetulan sama dengan mesin Corolla DX. Selanjutnya karena Kijang mendapat pembaruan berupa mesin 5K 1500cc sementara Corolla berpindah menggunakan mesin Toyota seri A, jadilah Formula Kijang benar-benar menggunakan mesin Kijang (Toyota seri K) yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Meski Kijang terkenal sebagai mobil barang maupun angkutan manusia yang banyak dan tangguh dan bukan sebagai mobil yang kencang, namun dengan kombinasi rangka, suspensi dan tuning mesin yang pas bisa mengghasilkan mobil yang kencang. Tercatat kecepatan maksimum yang bisa diraih mobil balap Formula Kijang ini bisa mencapai 200Km/jam. Wajar saja karena berat mobil ini hanya sekitar 600Kg saja.

Formula Kijang sendiri populer sejak awal diperkenalkan pada tahun 1984 disirkuit internasional kebanggaan rakyat Indonesia satu-satunya saat itu, sirkuit Ancol. Pembalap-pembalap lokal yang ikut serta dan berjaya dikejuaraan ini antara lain Tinton Suprapto, Chandra Alim, Beng Soeswanto, Danang Sugiarto dan Richard Hendarmo. Selain itu ada juga pembalap-pembalap luar negeri yang pada jaman itu sudah biasa melanggang buana disirkuit Ancol ini. Sayang kiprah balap Formula Kijang ini berakhir pada awal 1990 dimana pada masa-masa itu pula sirkuit Ancol mulai ditutup dan digantikan dengan sirkuit Sentul demi ambisi mendatangkan balap F1 di Indonesia yang menjadi yang pertama di Asia Tenggara meski akhirnya batal dan gelar F1 pertama di Asia Tenggara diambil Sepang, Malaysia pada 1999.



Comments