Nash & Hudson Metropolitan

Nash Metropolitan Indonesia

Ketika membayangkan mobil Amerika era 50an, yang terpikirkan adalah mobil-mobil berukuran raksasa dengan desain spaceship yang berlebihan dan glamor. Namun kalau ditelisik lebih lanjut, masyarakat Amerika sebenarnya sudah mulai minat dengan mobil-mobil kecil yang lebih murah dan sederhana dibandingkan dengan mobil berukuran besar. Berhubung the big 3 atau Ford, GM dan Chrysler Corporation tidak membuat mobil kecil, jadilah pabrikan yang lebih kecil seperti Nash-Kelvinator memulai terlebih dahulu dalam membuat mobil kecil buatan Amerika dengan Nash Metropolitan yang disebut-sebut sebagai mobil sub kompak pertama Amerika.

Metropolitan sendiri adalah mobil rancangan Amerika dan dijual di Amerika. Meski begitu, Metropolitan tidak diproduksi di Amerika karena produksinya dilakukan di Inggris. Bodi dan sasis Metropolitan yang sangat maju dimasanya karena menggunakan konstruksi unibodi monokok dibuat oleh Fisher and Ludlow di England serta mesin dan kaki yang disuplai oleh Austin yang juga melakukan final assembling mobil ini.

Desain Nash Metropolitan mengikuti gaya desain mobil Amerika era 50an yang terinspirasi dengan desain roket dan luar angkasa. Desain Metropolitan sendiri dirancang oleh William J. Flajole yang merupakan desainer independen asal Detroit. Tidak seperti mobil Amerika lainnya, Nash Metropolitan dirancang sebagai mobil kedua yang muat 2 orang saja. Pilihan bodinya sendiri hanya ada hardtop 2 pintu serta convertible. Ukurannya sangat kecil bahkan jarak sumbu rodanya lebih pendek dibandingkan dengan VW Kodok yang sudah dianggap kecil oleh orang Amerika saat itu.

Tidak berselang lama setelah Nash-Kelvinator Corporation memperkenalkan Nash Metropolitan, Nash-Kelvinator digabung dengan Hudson Motor Car Company yang menghasilkan AMC atau American Motor Corporation. Merger ini terjadi pada 1954 ketika mobil-mobil Nash Metropolitan yang dibuat di Inggris belum sampai ketangan konsumen. Alhasil Metropolitan juga dijual di dealer-delaer Hudson sebagai Hudson Metropolitan lengkap dengan logo dan penamaan dari Hudson.

Emblem badge Nash Hudson Metropolitan

Fitur yang ditawarkan oleh Metropolitan sangat lengkap dimasanya antara lain tuas versneling yang berada di kolom setir, jok model bench seat, wiper elektrik, pemanas, pemantik, lampu baca, dan ban serep yang diletakkan dibelakang lengkap dengan cover ala Lincoln Continental. Pada facelift pertama yang terjadi tahun 1956, fiturnya masih mirip hanya saja diberi beberapa aksesori untuk menyegarkan tampilannya seperti kap mesin model baru, grill depan baru, lis chrome sepanjang bodi, serta dashboard yang menjadi warna hitam setelah sebelumnya sewarna bodi. Pada tahun ini juga muncul model setir kanan. Pada tahun 1958 kembali terjadi facelift dengan tambahan fitur ban tubeless, tutup glovebox, pengatur ketinggian jok, jendela ventilasi yang bisa dibuka pada kaca samping, sampai kap bagasi belakang.

Mesin yang digunakan Metropolitan pada awalnya adalah mesin BMC B series yang juga digunakan mobil-mobil British Motor Corporation lainnya. Mesin ini memiliki konfigurasi 4 silinder OHV 8 valve berkapasitas 1200cc. Untuk menggerakkan roda belakangnya digunakan transmisi manual 3 percepatan. Bersamaan dengan facelift tahun 1956 mesin yang digunakan Metropolitan naik menjadi 1500cc. Masih dengan rancang bangun mesin yang sana dengan BMC B series, mesin ini memiliki konfigurasi 4 silinder OHV 8 valve namun berkapasitas 1500cc. Untuk menggerakkan roda belakang, masih tetap digunakan transmisi manual 3 percepatan.

Metropolitan dijual sampai sekitar 1962 dengan sekitar 92 ribu unit yang terjual diseluruh Amerika. Penampilannya yang menarik dan unik untuk mobil Amerika seangkatannya membuatnya mendapatkan status kultus tertentu. Sebagai mobil yang unik, ada beberapa pemilik dari Nash Metropolitan maupun Hudson Metropolitan yang merupakan orang terkenal. Sebut saja diantaranya Putri Margaret dari Inggris yang merupakan saudari dari Ratu Elizabeth II, penyanyi Phil Collins dan Elvis Presley, presenter TV Amerika Jay Leno dan aktor Paul Newman.



Comments