Dodge Pickup dan Truk D series 1965 - 1971

Dodge D100 pickup truck 1965

Tidak seperti Chevrolet atau Ford yang rajin untuk mengganti mobil pickupnya setiap beberapa tahun sekali bahkan membuat platform baru, Dodge memilih untuk menerapkan prinsip "kalau tidak ada yang rusak, kenapa juga harus diperbaiki". Sejak tahun 1960 ketika Dodge Kambing diganti dengan Dodge D series, pickup Dodge ini masih terus diproduksi hingga 1993 dalam 3 generasi yang secara garis besar tidak ada perbedaan mendasar antar generasinya. Seperti misalnya pada generasi kedua yang hadir antara tahun 1965 sampai 1971 ini.

Masih mengusung desain yang sama seperti generasi sebelumnya, Dodge D series generasi kedua bisa dibekadan dengan penggunaan lampu depan model bulat 2 buah tidak lagi 4 buah. Lampu belakangnya sekarang memakai model vertikal tidak lagi bulat. Model awal dari Dodge Pickup generasi kedua ini bisa dikenali dari bentuk grill depannya dimana palang vertikalnya hanya ada 1 dibagian tengah. Model ini hadir antara tahun 1965 sampai 1967. Pada tahun 1968, muncul facelift dimana perbedaan utama ada pada grill depan yang kini palang vertikalnya ada 3 buah. 

Mesin yang digunakan Dodge D series di Indonesia kebanyakan adalah mesin Chrysler Slant 6 yang dinamakan Slant karena dieltakkan secara miring. Mesin bensin dengan konfigurasi 6 silinder segaris OHV berkapasitas 225 cubic inch atau sekitar 3700cc yang menghasilkan tenaga sekitar 145Hp pada 4000Rpm dan torsi 292Nm pada 2800Rpm. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 4 percepatan.

D series 2WD dan W series 4WD

Melanjutkan sistem nomenklatur penamaan mobil pikap Dodge yang mirip-mirip seperti nomenklatur penamaan pikap Ford dan Chevrolet yang sudah dilakukan sejak 1957, Dodge D series ini memakai sistem yang sama dengan model akhir dari Dodge Forward Looking Truck. Untuk pikap 2WD, namanya diawali dengan huruf D sementara untuk pikap dengan sistem gerak 4WD digunakan nama dengan awalan huruf W. 

Dodge D100 pickup sweptline

Model paling kecil adalah Dodge D100 untuk 2WD atau W100 untuk 4WD. Kapasitas muat dari mobil ini adalah 1500 pound atau setengah ton sehingga disebut juga sebagai half ton pickup. Dodge D100 ini diperuntukkan untuk mobil pikap pribadi sehingga populer di Amerika sementara di Indonesia, hanya D100 ini yang dijual resmi dan dirakit PT Djakarta Motor untuk kelas kecil. Untuk baknya sendiri terdapat bak rata yang diberi nama Sweptline dan bak kuping yang diberi nama Utiline dengan panjang bak pendek 6,5 kaki dan bak panjang dengan 8 kaki. Ciri lainnya adalah penggunaan baut roda 5.

Setelah itu untuk kelas mobil pikap ada Dodge D200 dan W200 serta Dodge D300 dan W300 yang masing-masing memiliki kapasitas muat 3/4 ton atau 3000 pound dan 1 ton atau 4000 pound lebih. Ciri khasnya adalah rodanya memakai baut 8 buah. Untuk Dodge D300 dan W300, suspensinya memakai per daun depan belakang dan tersedia pilihan gardan belakang ganda dengan istilah dualies. Untuk W300, dibeberapa negara dikenal juga sebagai Dodge Power Wagon bahkan juga dipakai sebagai kendaraan militer.

Bus dan Truk Dodge 

Untuk kelas medium duty, Dodge menawarkan D400, D500 dan D600 dimana model ini ukurannya jadi jauh lebih besar dan di Indonesia populer digunakan sebagai mobil bus. Salah satunya adalah Dodge D500 yang merupakan varian short wheel base dan Dodge D600 yang merupakan varian long wheelbase. Truk Dodge ini kemudian dipakai sebagai bus dengan karoseri Superior Coach ala bus sekolah di Amerika namun di Indonesia khususnya Jakarta dioperasikan sebagai bus perkotaan untuk menggantikan unit bekas Asian Games 1962 yang tidak sedikit merupakan bus negara-negara komunis seperti Robur yang kecil dan sulit untuk mendapatkan sparepartnya.

Bus Dodge ini merupakan bantuan kredit murah dari pemerintah Amerika melalui USAID dengan program bernama MSA (Mutual Security Act) yang menggantikan program jaman Belanda bernama BVM (Bataviasche Verkest Maatschappij). Selain Dodge, ada juga bus GMC, Fargo, Chevrolet bahkan International Harvester. Bus merk Dodge dan Fargo ini lebih populer untuk bus kota sementara GMC dan Chevrolet lebih populer untuk bus AKAP.

Dengan ukuran yang lebih besar, Dodge D500 dan Dodge D600 ini juga dibekali mesin yang lebih besar selain juga tersedia dengan mesin Slant 6 seperti Dodge D100. Mesin tersebut adalah Chrysler LA dengan konfigurasi V8 OHV berkapasitas 318 cubic inch atau sekitar 5200cc. Tenaga yang dihasilkan mencapai 177Hp. Untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, digunakan transmisi manual 4 percepatan.

Beberapa perusahaan operator bus yang mendapat kredit bus Dodge ini antara lain Gamadi, Pelita, Merentama, Saudaranta dan Mayasari Bakti. Sayangnya sekitar 1982, perusahaan otobus swasta yang memakai bus Dodge dan Fargo tersebut bangkrut kecuali Mayasari Bakti dan akhirnya diambil alih oleh PPD (Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta). Memasuki era 80an, bus dengan mesin bensin tersebut dianggap tidak efisien selain juga sudah mulai tua dan butuh peremajaan sementara penggunaannya serampangan karena sopir diharuskan kejar setoran. Oleh karena itu perlahan sampai era 90an unitnya diganti menjadi Mercedes-Benz buatan PT German Motor Manufacturing sampai bus tingkat Volvo dan Leyland dengan mesin diesel yang lebih efisien. Bekas bus Dodge PPD ini kemudian dibuang ke teluk Jakarta untuk dijadikan rumpon laut.

Spesifikasi Dodge D series ini adalah sebagai berikut: 

Spesifikasi Dodge D series
Jenis Pickup
Truk
Tipe D100 (pickup)
D500 (truk SWB)
D600 (truk LWB)
Mesin Chrysler Slant 6 OHV 3700cc
Chrysler LA V8 OHV 5200cc
Bore X Stroke 86.4 X 104.8 mm (slant 6 225)
99.2 X 84.1 mm (LA v8 318)
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.896 mm (D100 bak 6.5 foot)
Panjang N/A
Lebar N/A
Tinggi N/A


Comments