Toyota Corona Twincam T170

Toyota Corona Twincam EX Saloon G pre facelift depan

Generasi Toyota Corona berlanjut pada tahun 1988 dimana PT Toyota Astra Motor akhirnya meluncurkan generasi kedelapan dengan tajuk Toyota Corona Twincam. Nama Twincam sendiri muncul karena ini pertama kalinya Toyota memasangkan mesin DOHC yang disebut Toyota saat itu sebagai Twincam pada sedan menengahnya.

Desain dari Toyota Corona Twincam ini mengikuti gaya desain sedan-sedan Toyota lainnya pada akhir tahun 80an. Bentuknya tidak terlalu mengotak seperti generasi sebelumnya namun belum bayak membulat dengan muka depan pipih dan kap bagasi sedikit naik. Bagian yang unik dari Toyota Corona Twincam ini adalah bumpernya yang tidak memanjang sampai lingkaran rumah roda namun hanya pendek saja seperti tertempel dibagian depan maupun belakangnya.

Untuk desain bodinya sendiri, di Indonesia hanya ada pilihan sedan 4 pintu. Sementara itu diluar negeri Toyota Corona generasi ini juga tersedia sebagai hatchback 5 pintu dan van atau station wagon 5 pintu. Namun begitu, sasisnya juga dipakai untuk mobil-mobil Toyota lainnya seperti misalnya Toyota Celica, Toyota Carina, Toyota Carina ED sampai Toyota Corona EXiV. Di Eropa, Toyota Corona ini digantikan oleh Toyota Carina yang sedikit berbeda dengan Toyota Corona seperti yang banyak dijumpai di Asia. Namun begitu, untuk varian hatchback 5 pintu mobil ini sempat dipasarkan disana sebagai Toyota Carina II.

Toyota Corona Twincam EX Saloon G pre facelift belakang

Rancangannya masih melanjutkan pengembangan sebelumnya dimana Toyota Corona T170 memakai sasis monokok dengan suspensi depan model macpherson strut yang dilengkapi dengan stabilizer. Untuk bagian belakang, digunakan suspensi macpherson strut dual link yang sudah dilengkapi dengan stabilizer juga. Sistem pengeremannya sudah menggunakan cakram di keempat roda dimana cakram depan berventilasi sementara cakram belakang solid. Sistem kemudinya sudah menggunakan rack and pinion yang presisi dan dibantu oleh power steering hidrolis sehingga radius putarnya hanya mencapai 5,1 meter. Tangki bahan bakarnya sendiri berkapasitas 60 liter.

Untuk fiturnya, Toyota tidak pelit untuk kelas sedan besar tanggungnya ini. Secara standar, Toyota Corona EX Saloon sudah dibekali dengan power window di keempat pintu, power steering, central lock, electric mirror, AC dengan pemanas dan terdapat pengaturan auto climate control. Icon pada meternya sudah dilaminasi dengan lampu untuk memudahkan pengoperasian dalam keadaan gelap. Joknya bisa maju dan mundur selain reclining tentunya ditambah sabuk pengaman model emergency lock rectractor yang mengunci ketika ditarik paksa demi keselamatan dikeempat bangkunya. Bahan interiornya dari kain halus dengan paduan warna abu-abu dan hitam yang modern.

Toyota Corona Facelift 1990

Model awal Toyota Corona Twincam ini bisa dikenali dari grill depannya yang memakai model palang horisontal. Bagian bumpernya memakai lampu sein kotak kecil. Dibagian belakangnya, lampu belakang memakai lampu model cluster bertumpuk dimana lampu belakang diatas sementara lampu sein dan lampu mundur dibawah dengan mika lampu sein berwarna oranye dan posisinya berada diluar. Posisi plat nomor belakangnya berada di kap bagasi ditengah-tengah lampu belakang.

Pada tahun 1990, Toyota memberikan facelift untuk Toyota Corona. Secara garis besar, facelift ini hanya mengubah bagian eksteriornya saja dengan beberapa item aksesori maupun fitur untuk diferensiasi. Misalnya pada model 2000cc, pada versi facelift ini akhirnya mendapatkan pilihan transmisi otomatik setelah sebelumnya hanya tersedia dalam pilihan transmisi manual. Selain itu setirnya juga berubah menjadi palang 4 untuk tipe 2000cc. Sisanya, tidak ada perpedaan secara bagian mekanis dan fiturnya.

Toyota Corona Twincam EX Saloon G facelift depan

Dari luar, grill depannya berubah menjadi palang vertikal dan lebih melengkung maju dengan lapisan chrome pada palang-palangnya meninggalkan palang horisontal yang lurus pada model sebelumnya. Dibagian bumper depan, lampu seinnya menjadi lebih lebar tidak sekedar kotak kecil. Bagian belakangnya juga mendapat perubahan dimana kini Toyota Corona memiliki garnish belakang yang menyatukan lampu belakang kanan dan kiri. Kluster lampunya juga berubah meski masih tetap dibawah, namun posisinya tidak langsung memisah bertumpuk seperti sebelumnya melainkan berada didalam. Lampu sein ini juga kini memakai mika putih yang menyatu dengan aksen pada garnisnya. Karena adanya garnish, posisi rumah plat nomor belakang berpindah ke bagian bumper.

Toyota Corona EX Saloon 1.6 AT170

Di Indonesia, Toyota Corona Twincam ini ditawarkan dalam 2 varian yang mana semuanya diberi nama Toyota Corona EX Saloon. Untuk fitur dan aksesorinya, secara garis besar antar keduanya masih sama. Hanya saja pada Corona EX Saloon 1.6 rodanya memakai ukuran 185/65 R13 dengan lubang PCD untuk velgnya 4x100 sementara itu speedometer yang digunakan masih analog menggunakan jarum.

Pembeda utamanya ada pada mesin dimana Corona EX Saloon 1.6 memakai mesin Toyota 4A-F dengan konfigurasi 4 silinder segaris DOHC 16 valve berkapasitas 1600cc. Mesin ini masih mengandalkan karburator untuk pemasok bahan bakarnya. Tenaga yang dihasikan mencapai 94Hp pada 6000Rpm dan torsi 127Nm pada 4000Rpm. Untuk menggerakkan roda depannya digunakan transmisi manual 5 percepatan. Dengan mesin seri 4A ini, kode modelnya menjadi AT170.

Mesin 4A-F ini masih satu rancang bangun dengan Mesin 4A yang dipakai Toyota Corona GL hanya saja bentuk cylinder head berbeda. Bila cover penutup timing gearnya dibuka, hanya terlihat gearnya hanya 1 seperti mesin SOHC. Ini dikarenakan camshaft utama untuk intake yang terhubung dengan gear ini sementara itu camshaft kedua hanya berfungsi sebagai sleeve yang mengikuti putaran camshaft utama. Karenanya mesin ini bagi beberapa orang disebut DOHC banci karena meski camshaftnya ada 2 namun hanya 1 yang digerakkan timing gear. Mesin ini persis seperti yang dipakai oleh Toyota Corolla Twincam yang muncul tidak lama setelahnya. 

Toyota Corona EX Saloon G 2.0 ST170

Setelah sampat absen 1,5 generasi, Toyota akhirnya kembali memasangkan mesin 2000cc ke Toyota Corona dengan kemunculan Toyota Corona EX Saloon G 2.0. Secara fitur, Corona EX Saloon G sama saja dengan EX Saloon tanpa tambahan huruf G. Hanya saja konsol meternya menggunakan model digital yang terkesan sangat cangghi saat itu serta bannya lebih besar dengan 185/65 R15 dan velg dengan PCD 5x100.

Pembeda utama ada pada mesinnya yang menggunakan mesin baru Toyota 3S-FE dengan konfigurasi 4 silinder segaris DOHC 16 valve berkapasitas 2000cc. Mesin yang sudah memakai sistem bahan bakar injeksi EFI ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 128Hp pada 5600Rpm dan torsi 179Nm pada 4400Rpm. Untuk menyalurkan tenaga mesin, digunakan transmisi manual 5 percepatan. Namun sejak munculnya facelift pada awal 1990, terdapat juga pilihan transmisi otomatik 4 percepatan. Karena menggunakan mesin 3S, kode modelnya menjadi ST170.

Mesin 3S-FE ini sama seperti 4A-FE dimana camshaftnya ada 2 namun hanya 1 yang aktif sementara yang lainnya hanya mengekor. Tidak seperti varian GE seperti pada 3S-GE yang terpasang di Celica atau Altezza, sistem twincam ini punya sudut katup yang lebih rapat dan fokusnya untuk torsi dan penggunaan sehari-hari dengan bensin yang irit. 

Toyota Corona Twincam EX Saloon G facelift belakang

Di pasaran, Toyota Corona Twincam masih belum sepopuler Toyota Corolla Twincam. Bisa dilihat dari pasaran bekasnya yang mana Corona biasanya lebih murah daripada Corolla karena meski dulu barunya lebih mahal Corona, namun Corona dibeli oleh orang kaya yang kemudian karena ganti mobil maka ingin segera mobilnya terjual cepat dengan cara dijual murah. Hal ini kemudian membuat Corona menarik oleh orang-orang yang tadinya hanya sanggup beli Corolla. Sayangnya karena perawatan Corona dan Corolla tentunya tidak sama secara biaya, akhirnya banyak Corona yang dirawat seadanya dan membuat banyak Corona kondisinya ala kadarnya.

Hal lainnya adalah bagi beberapa orang, mobil mesin 2000cc dengan tenaga cukupan dan wajar konsumsi BBMnya hanya 1:8 untuk rute dalam kota dan 1:12 untuk rute luar kota adalah boros. Padahal ini sudah standar apalagi tenaga mesin yang ditawarkan tidak terlalu malu-maluin. Berbeda dengan varian 1600cc yang terasa underpower karena mesin Corolla dipaksa utnuk mengangkut bodi Corona yang lebih berat. Meski konsumsi BBMnya lebih irit untuk dalam kota yang sering berhenti karena macet, lain cerita untuk digunakan luar kota yang banyak menggerakkan mobil.

Kelemahan Corona Twincam dan mobil injeksi lainnya seangkatan adalah belum adanya port OBD II untuk diagnosa mesin. OBD II ini dibuat untuk mempermudah pemerintah untuk melakukan test pada kendaraan seperti misalnya di luar negeri banyak yang menyaratkan KIR bahkan utnuk mobil penumpang. Pada jaman Corona Twincam ini muncul, semacam OBD II ini sebenarnya sudah ada namun tiap pabrikan memiliki port yang berbeda-beda dan menyusahkan. Oleh karena itu di Amerika dibuat standar dengan OBD II yang mana port ini juga bertujuan untuk mempermudah perbaikan dan diagnosis permasalahan mesin. Hal ini tidak berlaku di mesin karburator yang tidak memiliki hal semacam ini.

Namun begitu, setidaknya Toyota Corona Twincam memiliki berbagai keunggulan seperti kenyamanan suspensinya yang meski hanya macpherson strut, namun perbaikannya murah dan karena independen, pengendalian dan bantingannya lembut. Mesinnya juga responsif dan bertenaga bila sehat. Selain itu kelistrikan seperti misal speedometer digital Toyota Corona ini lumayan tidak mudah rusak meski kalau rusak perbaikannya cukup mahal. Cerminan kedigdayaan industri elektronika dan komputer Jepang yang maju pada akhir 80an sebelum akhirnya jatuh karena persaingan dengan Korea dan Tiongkok serta perjanjian Plaza Accord dengan Amerika.

Spesifikasi Toyota Corona Twincam T170  ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Toyota Corona Twincam T170
Jenis Sedan
Tipe AT170
ST170
Mesin 4A-F DOHC 1600cc (AT170)
3S-FE DOHC 2000cc (ST170)
Bore X Stroke 81.0 X 77.0 mm (4A-F)
86.0 X 86.0 mm (3S-FE)
Sistem Bahan Bakar Karburator (4A-F)
Electronic Fuel Injection (3S-FE)
Transmisi Otomatis 4 speed
Manual 5 Speed
Wheelbase 2.525 mm
Panjang 4.440 mm
Lebar 1.690 mm
Tinggi 1.370 mm


Comments

  1. thanksss pencerahannya om...

    ReplyDelete
  2. jadi klo dipakai buat sabtu minggu doang mending yang 1.6 atw yang 2.0?

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena senin sampe jumat sya naeknya kijang pikep agak ceper yg kerasnya naudzubillah dan sering masuk angin naek motor serta sering naek turun gunung liatin sawah atau tanah diluar kota, ambil yg 2000cc biar kuat nanjak sama meremajakan diri.

      Delete
    2. waah oke deh om charis alfan thankyou...

      Delete
  3. Ada yg buka harga 27 jt....ditawar brp ya.....20 kali...boleh enggak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sadis amat cuma 20... corolla dx malah kadang lebih mahal tuh

      Delete
    2. Saya dpt corona hanya 21jt kondisi istimewa luar dalam... elektrik fungsi semua, jalan luar kota aman.... rejeki deh

      Delete
  4. Selamat pagi gan. Mohon info dan solusi juga. Mobil saya Corona GX 1988 seri mesin AT171, kebetulan ada masalah sama as roda depan dan kopel luar kiri kanan. Kira" ada yg jual atau persamaannya dengan yang lain. Terimakasih bantuannya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh kalau persamaanya kurang tau... coba mampir ke komunitasnya. biasanya ada yang jual part-part mulai yang umum sampai aksesori langka disana

      Delete
  5. ijin mas Charis, ada yg nyari corona efi 90?? monggo buka 30 aj

    ReplyDelete
  6. Mau numpank tanya, mas.. oli mesin yg standardnya pke spec mna yaa..?? SAE20-50 atau 10-40 atau bisa 15-40..?? Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya 10-40 soalnya 20-50 rasanya terlalu berat

      Delete
  7. Mo tanya om, apakah seri AT170/ST170 punya varian 2doors/coupe ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak, versi 2 pintunya cuma ada di generasi sebelumnya (T160) atau di Celica seangkatan. Corona seangkatan ini (T170) cuma ada wagon, sedan, liftback, sama hardtop sedan (namanya Corona Exiv)

      Delete
  8. Mau benerin speedometernya dmn yaa om, punya saya yg digital om 2.0, klo ada rekomen dikasih ya omm.. mksh sblmnyaa ����

    ReplyDelete
  9. Mau benerin speedometernya dmn yaa om, punya saya yg digital om 2.0, klo ada rekomen dikasih ya omm.. mksh sblmnyaa ����

    ReplyDelete
  10. Kapasitas tangki corona gx brp liter ya ????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang ex ex saloon 2.0 60 liter om

      Delete
  11. Om klok mau beli handle pintu corona depan kanan dimana ya??
    Di online pada gak ada,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo ga salah sama kayak punya corolla twincam

      Delete
    2. Saya ada ,handle pintu Corona ex 86,spedonya ada juga normal,karena mobil nya sudah di kiloin

      Delete
  12. Brapa kapasitas tangki Corona exsaloon 2.0

    ReplyDelete
  13. Mohon info tempat atau kontak untuk mencari onderdil Corona exsaloon 2.0

    ReplyDelete
  14. saya mau beli corona 90 2000cc.. kira kira boros banget gk ya om.. mohon wejangannya

    ReplyDelete
  15. Mlm Gan mau tanya selang power steering exsaloon th 90 kode atau no seri berapa y gan,ada yg tau tempat yg jual onderdil

    ReplyDelete
  16. Mobil Toyota corona 90 saya spedo meter dan temperatur radiator juga bensin mati, bisakah di ganti dengn manual atau biyay berapa?

    ReplyDelete
  17. Sya ada corona 1990 exsaloon 2000cc..lengkap mati AG kediri...nett 23jt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kirim gambarnya om, mati brapa lama

      Delete
  18. Saya ada 2000cc 91..normal aman pajak on platG 33 jt

    ReplyDelete
  19. saya baru angkat Corona 89. 2000 cc.. mesin sehat. cuma mati pajak 8 tahun. kropos sedikit ma pw mati belakang.. ngangkat 15 juta.. mahal apa murah ya

    ReplyDelete
  20. Tipsnya dong stel karburator at170

    ReplyDelete
  21. Saya ada Corona exsalon tipe G mau di jual barang kali ada yg minat
    088808788838

    ReplyDelete

Post a Comment